
Toktoktok,,
Suara ketukan pintu terdengar di ruangan pribadi Felix yang megah dan nyaman. Suara itu, biasanya Aditya yang datang mengetuk pintu.
"Pasti Aditya". Gumam Felix. Ia merasa kebetulan, karena ia memang hendak menanyakan masalah keuangan kepada Aditya.
"Masuk.. ". Ucap Felix mempersilahkan pengetuk pintu itu masuk, tanpa menoleh ke arah pintu. Ia hanya fokus memandang komputer yang ada di depan nya.
"Terimakasih telah mengizinkanku masuk, Tuan Felix.. ". Suara itu lantang terdengar. Membuat Felix seketika menoleh dan terkejut.
"Kau?". Ucap Felix terkejut saat David tiba tiba datang ke ruangan nya. Selama ini, David tidak pernah menginjakkan kaki nya disini. Entah darimana David tau, bahwa Felix ada disini.
"Bolehkan aku duduk?". Ucap David santai.
"Ya, silahkan". Ucap Felix kalut. Namun ia berusaha bersikap biasa aja.
"Untuk apa kau datang kemari?". Tambah Felix.
"Aku tahu bahwa kau adalah putra sulung Bu Inez. Dan kau menyembunyikan identitasmu dari semua orang. Kenapa?". Ucap David. Pertanyaan ini selalu membuat Felix tidak nyaman.
"Kalaupun aku memberitahumu, apa untung nya buatmu?". Balas Felix dingin.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak mengambil keuntungan apapun. Tetapi yang aku khawatirkan adalah, 'wanita yang aku cintai'." Ucap David menekan kata kata itu.
"Maksudmu, kau mengkhawatirkan kekasih orang lain, begitu?". Ucap Felix. Ia mengerti kemana maksud ucapan David.
"Ya. Aku hanya takut ia akan patah hati, jika dia sudah tahu bahwa kau membohonginya selama ini". Ucap David.
"Baiklah. Tetapi aku yakin, jika kau berada di posisiku kau pasti akan melakukan apa yang aku lakukan. Aku tidak ingin seseorang mencintaiku hanya karena aku anak dari pemilik perusahaan. Misi ku mencari pasangan yang tepat, sudah selesai. Aku menemukan nya, disini. Aku tidak membohonginya karena perasaanku benar adanya. Jika kau berpikir demikian, maka tenang saja. Sebentar lagi, aku akan menikahinya. Dengan begitu kau tidak akan khawatir lagi ia akan patah hati". Jawab Felix santai, namun pasti. David benar-benar diam seribu bahasa setelah mendengar jawaban Felix.
"Aku pergi". Ucap David melenggang dengan wajah nya yang muram kehabisan kata. Felix hanya menatap nya sambil tersenyum. Kini tidak ada lagi yang harus ia sembunyikan dari David.
"Aku tahu, cepat atau lambat ini akan terjadi. Maka dari itu, aku tidak ingin menundanya lagi. Terserah orang lain berkata apa, aku tidak peduli". Ucap Felix.
"Aku benar-benar tidak menyangka, dia akan se santai itu setelah mengetahui bahwa aku tahu semua nya. Lalu apakah benar, dia akan menikahi Berli". Gumam David di luar pintu ruangan Felix. Ia menutup pintu, dan terdiam sejenak di luar.
"Pak David, sedang apa disini?". Gumam Aditya membelalak dari kejauhan. Ia langsung bersembunyi sebelum David melihat nya ada disini. Memang Aditya berniat untuk menemui Felix di ruangan nya.
"Lebih baik aku pergi". Ucap David sambil melenggang untuk kembali ke ruangan nya, dengan hati yang kalut.
"Syukurlah Pak David tidak melihatku". Ucap Aditya saat David melewatinya tanpa melihatnya. Ia langsung bergegas ke ruangan Felix.
......................
__ADS_1
"Benarkah?. Kak Felix akan melamar Kak Berli dalam waktu dekat ini?. Aku senang sekali kak.. ". Ucap Aditya gembira. Ia begitu mendukung hubungan mereka. Terlebih, Berli dan Felix adalah orang yang terbaik dalam hidup nya.
"Iya, kau doa kan saja. Tapi Aditya, jangan beritahukan hal ini kepada siapapun lagi. Maksudnya, aku tidak ingin Berli merasa. Biar ini menjadi kejutan untuknya nanti". Ucap Felix. Meskipun David sudah mengetahui hal ini, tetapi ia tidak ingin orang lain selain mereka tahu.
"Kakak tenang saja. Semua akan berjalan lancar. Aku mendukung kalian. Sungguh, aku sangat bahagia". Ucap Aditya penuh senyuman.
"Baiklah, terimakasih. Oh ya, masalah keuangan kita, Aditya apa kau tahu?. Apa yang terjadi di perusahaan ini sangat janggal..". Ucap Felix yang ucapan nya terpotong karena ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk.
"Siapa ini.. ". Ucap Felix menghela nafas, dan melihat ke arah benda pipih itu.
"Mama?". Ucap Felix saat mendapati Ibunya mengubungi diri nya.
Felix mengangkat panggilan itu, dan membelalak tak percaya.
"Apa?. Ada orang yang membobol rekening Mama?". Felix terkejut, karena ia tahu nominal uang yang ada di rekening Ibunya tidaklah sedikit. Kini, tinggal sepertiga saja jumlah nya.
"Iya Felix, sekarang mama ingin kau menangani masalah ini nak". Ucap Bu Inez resah di sebrang telepon.
"Baik, aku akan menyelesaikan ini semua. Mama tenang saja". Felix menutup telepon dan hendak bergegas pergi ke bank.
"Ada apa Kak?". Ucap Aditya yang ikut beranjak.
__ADS_1
"Ada sedikit masalah. Aditya, kita bicarakan hal ini lain kali. Aku harus segera pergi". Ucap Felix yang hendak pergi. Begitu juga dengan Aditya yang ikut keluar.