
"Ah, aku senang kau datang Delli. Sudah lama kan kita tidak bertemu". Ucap Bu Inez yang bahagia karena kedatangan sahabatnya ke rumah nya.
"Tentu saja Inez, apalagi kemarin aku harus pulang pergi ke Australia. Jadi aku tidak sempat datang kesini, untung nya Jovanka sangat baik hati. Di selalu saja memuji muji calon mertuanya ini. Huh aku yang menjadi ibunya pun jadi cemburu haha". Ucap Bu Delli sambil melirik ke arah Jovanka yang duduk di samping nya
"Ah mamaaa.. ". Rengek Jovanka
"Jovanka itu sangat manis, ingin rasanya aku menjadikan nya menantuku". Ucap Bu Inez penuh senyuman
"Jadikan saja menantumu. Aku tidak keberatan, kita akan besanan bukan". Ucap Bu Delli bahagia
"Ah iya, ingin sekali rasanya. Andai Felix sehati denganku". Ucap Bu Inez
"Tenanglah Inez, masih banyak waktu untuk membujuknya. Kau bujuk saja terus". Ucap Bu Delli memberi harapan
"Kau benar". Ucap Bu Inez tersenyum
"Ah Bram, mari sini". Ucap Bu Inez saat melihat pak Bram lewat di arah pintu lain
"Apa apa Inez?". Ucap Pak Bram sambil berjalan ke arah mereka
"Perkenalkan, ini Delli dan putrinya Jovanka. Jovanka ini yang akan aku jodohkan dengan Felix". Ucap Bu Inez memperkenalkan mereka dengan semangat
__ADS_1
"Hai om, perkenalkan, Aku Jovanka". Ucap Jovanka memperkenalkan diri
"Bram..". Ucap Pak Bram tersenyum menerima salam dari Jovanka
"Saya Delli". Ucap Bu Delli sambil tersenyum
"Bram". Ucap Pak Bram sambil tersenyum dan duduk ikut bergabung pembicaraan mereka
"Aku dengar suami mu adalah pengusaha terkemuka di Sydney. Apakah itu benar?". Tanya Pak Bram
"Tentu saja, suamiku adalah pemilik perusahaan terkenal di Australia. Rencananya, jika putriku dengan Felix berjodoh, kami akan berinvestasi di perusahaan kalian, ya itung itung perusahaan keluarga". Ucap Bu Delli penuh senyuman
"Apapun itu, aku sangat setuju". Sahut Bu Inez semangat
"Bram, dia kan sudah bilang. Itung itung perusahaan keluarga. Memang apa ruginya? Tidak kan. Kau ini". Bantah Bu Inez kesal
"Betul Pak Bram, ya.. Kami hanya ingin membuat perusahaan kalian lebih maju lagi dan perusahaanku akan merekomendasikan perusahaan mu jika ini sukses". Ucap Bu Delli menjelaskan. Sebenarnya ia kesal dengan pernyataan Pak Bram
"Jika hanya untuk perusahaan, kenapa harus memaksa Felix menerima perjodohan ini?". Ucap Pak Bram yang tidak setuju sambil berlalu pergi
"Maafkan adik iparku Delli. Aku tidak mengerti mengapa dia berkata demikian". Ucap Bu Inez merasa tidak enak
__ADS_1
"Tidak apa apa, santai saja... Kau ini seperti kepada siapa saja". Ucap Bu Delli
'Jadi dia berusaha menghalangi jalanku?, baiklah dia akan tahu siapa aku sebenarnya'. Batin Bu Delli kesal
......................
"Apa kau putrinya?". Ucap seorang polisi yang sudah berada di rumah sakit itu
Kini Prianka dan Romi sudah sampai di rumah sakit, untuk melihat jasad Pak Ardito. Polisi ingin meminta keterangan dari Prianka selaku putrinya. Sedari tadi Prianka tak ada henti hentinya menangis
"Iya pak, aku putrinya". Jawab Prianka sambil menangis tersedu sedu
"Baiklah nyonya, ayo ikut aku". Ucap seorang polisi mengajak Prianka ke kantor polisi yang hanya beberapa langkah dari rumah sakit. Romi dan Prianka bergegas pergi ke kantor polisi itu
"Dari hasil pemeriksaan terkait kecelakaan yang menimpa orangtua anda, sepertinya ia mengalami tabrak lari. Kecelakaan itu terjadi kemarin malam pukul 23.00 nyonya. Saya harap anda bersabar, karena masih harus di lakukan otopsi dan kami pun harus menyelidiki pelaku terkait kecelakaan ini. Kami belum tahu jelas penyebab kecelakaan ini karena memang masih dalam penyelidikan". Ucap seorang polisi menjelaskan
"Tabrak lari?, ya allah ayahhh". Ucap Prianka menangis tersedu sedu di sandaran Romi
"Pak, secepatnya tolong cari tahu siapa pelakunya. Ia harus mempertanggung jawabkan ini sampai tuntas". Ucap Romi yang mulai geram
"Baik tuan, itu adalah tugas kami. Percayakan saja pada kami, secepatnya pelaku itu akan kami temukan. Itu saja, tuan dan nyonya bisa kembali untuk mengurus jenazah setelah di otopsi". Ucap polisi
__ADS_1
"Kami permisi, terimakasih pak". Ucap Romi berlalu pergi sambil memapah Prianka yang masih menangis tersedu sedu
"Kemana Romi?, kenapa tidak kembali. Ini sudah siang dan sebentar lagi waktu istirahat. Kemana dia sebenarnya. Ya ampun Rom... Untung saja dosen tidak bertanya, jika saja bertanya aku akan kebingungan harus menjawab apa". Ucap Neel yang bingung saat Romi tiba tiba menghilang. Ia kini sedang mencarinya di kampus