
Tiddddd,,,,
Tiba tiba klakson mobil itu menghadang jalan Felix yang melaju berlawanan arah
"Ck. Dia lagi". Gumam Felix seraya menghentikan laju motornya.
"Felix, kau darimana?". Tanya Jovanka bersemangat. Entah darimana ia mengemudi malam malam seorang diri.
"Bukan urusanmu". Ucap Felix dingin dan hendak melajukan kembali motornya guna menghindar dari Jovanka
"Apa kau menemui wanita itu?". Tanya Jovanka yang membuat Felix tertegung dan menghentikan niatnya untuk pergi.
"Wanita mana yang kau maksud?". Jawab Felix untuk memastikan apakah Jovanka mengenali Berli atau tidak.
"Wanita miskin karyawan ibumu. Kau tahu? Dia hanya ingin memeras hartamu Felix.. ". Ucap Prianka yang berniat menghasut Felix
"Sekali lagi kau menghina wanitaku, kau akan mengetahui akibatnya Jovanka. Jaga mulutmu!" . Ucap Felix penuh penekanan. Kali ini ia benar benar pergi meninggalkan Jovanka
"Apa? Wanitanya? Apa mereka sudah menjalin hubungan? Tidak. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi". Ketus Jovanka tak terima. Ia begitu kesal mendengar perkataan Felix
"Bagaimana Jovanka bisa mengenali Berli? Apa dugaanku tentang kecelakaan itu benar? Mulai sekarang aku harus berhati hati". Gumam Felix yang perasaannya campur aduk. Ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
......................
"Assalamualaikum..". Bariton itu terdengar di ambang pintu rumah mewah itu. Siapa lagi jika bukan Ozcan yang mengunjungi kediaman Felix
"Waalaikumsalam.. ". Sahut wanita di dalam rumah itu
__ADS_1
"Nak Ozcan? Kau sangat tampan". Ucap Bu Inez membukakan pintu menyambut kedatangan Ozcan
"Hai tante. Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu". Ucap Ozcan bersalaman kepada Bu Inez
"Tante baik baik saja sayang. Ayo masuklah". Ucap Bu Inez tersenyum mempersilahkan Ozcan masuk
"Esin.. Tolong siapkan minuman untuk si tampan ini". Ucap Bu Inez tersenyum seolah tak terjadi apapun hari ini
"Baik nyonya". Jawab Bi Esin ramah
"Ngomong-ngomong dimana Felix?". Tanya Ozcan yang sama sekali tak melihat keberadaan orang yang ia maksud
"Felix? Sebentar. Mungkin ia berada di kamarnya. Tante belum bertemu dengan nya sejak tadi". Ucap Bu Inez bergegas naik ke kamar Felix
"Baiklah". Ozcan tersenyum ramah
"Terimakasih Rom. Kemana kakakmu? Apa ia tidak berada di rumah?". Tanya Ozcan bingung
"Entahlah. Sepertinya kakak belum pulang. Tetapi sepertinya tidak lama lagi ia akan pulang". Jawab Romi
"Sepertinya aku memiliki tamu agung". Ucap Felix yang tiba tiba saja berada di ambang pintu sambil tertawa renyah
"Felix.. Kau ini". Ucap Ozcan yang tak menyangka sahabatnya datang begitu cepat
"Nak Ozcan.. Sepertinya Felix belum pulang". Ucap Bu Inez yang menuruni anak tangga tanpa melihat kedatangan Felix
"Ah.. Felix.. Kau sudah pulang nak.. ". Ucap Bu Inez terkejut saat tiba tiba melihat Felix dj ambang pintu
__ADS_1
"Iya". Jawab Felix singkat. Sebenarnya ia masih marah, namun ia menahannya di depan Ozcan
"Ah baiklah. Kapan kau datang Ozcan?". Tanya Felix yang ikut bergabung di sofa itu
"Beberapa menit yang lalu. Sepertinya kau sangat sibuk dengan seorang gadis ya?". Ucap Ozcan tertawa renyah menggoda Felix
"Kau ini.. Bisa saja menggodaku". Jawab Felix
"Gadis mana yang Ozcan maksud? Apa Felix sudah benar benar menjalin hubungan dengan gadis itu?". Batin Bu Inez. Ia memang belum meninggalkan tempat itu. Ia justru ikut bergabung di sofa itu
"Nak Ozcan, bagaimana perusahaan mu di Turki? Semua pasti berjalan lancar kan?". Sahut Bu Inez
"Ya.. Begitulah tante. Ada fase naik turun. Dan itu pasti selalu terjadi". Jawab Ozcan ramah
"Aku ingin sekali pergi ke Turki. Selama ini kak Felix tak pernah mengajakku kesana". Sahut Romi antusias
"Kau belum bisa berbahasa Turki anak kecil". Ucap Felix tertawa renyah mengacak rambut Romi
"Seharusnya kakak mengajariku". Ucap Romi terkekeh
"Itu bagus Rom. Mungkin kau bisa membuka cabang perusahaan di Turki juga. Kau begitu bersemangat bukan? Kau bisa menjadi pengusaha muda ". Ucap Ozcan
"Kakak benar juga. Bagaimana dengan mama?". Tanya Romi menoleh ka arah ibunya
"Jika kau mampu mengelolanya, maka terserah padamu sayang". Jawab Bu Inez penuh senyuman
"Ya. Banyak peluang untukmu Rom". Sahut Felix tersenyum mendukung adiknya
__ADS_1
"Bagaimana jika aku berinvestasi di perusahaan Ozcan? Aku akan memberikan tanggungjawab penuh pada Felix. Mungkin Felix akan sering sering ke luar negri. Dengan begitu ia akan berjauhan dengan wanita itu". Batin Bu Inez. Tiba tiba saja hal itu terlintas di pikirannya