
"ada apa dengan ku, kenapa ia selalu ada di pikiranku, padahal aku baru saja mengenalnya, ah tapi belum tau juga siapa namanya". Di sebuah kamar sederhana yang sepi dan tentram, seorang gadis cantik tengah bergelut dengan isi kepala nya yang di penuhi pria tampan yang baru ia temui beberapa hari ini.
Saat mengingat pertemuan pertemuan dengannya, ia akan senyum senyum sendiri. Bak orang kasmaran pikiran nya berbunga bunga seperti taman, benar benar indah. Siapa lagi jika bukan Berliani Ayu. Sepertinya ia mulai menyukai pria dingin yang telah menolong nya, ia baru sadar setelah pertemuan kedua nya tadi.
Apalagi saat bersamanya, jantung nya berdegup tak karuan. Ada rasa bahagia, dan rasa aman di sana.
"bagaimana bisa aku menyukai orang yang baru saja aku temui, tapi..mengingat Abian dan pak David yang sudah lama mengejarku, kenapa sama sekali tidak ada perasaan pada mereka. Apa ini yang di sebut jatuh cinta?, tidak mengerti datang nya dari mana hahaha". Ucap Berli menggerutuki dirinya sendiri.
Ia merebahkan tubuhnya di kasur sambil mengingat ingat kelakuan Abian dan Felix tadi sebelum pulang
FLASHBACK ON :
~sebelum pulang, sesampainya di rumah Berli....
"nahh sudah sampai, sana kutu kau pulang saja". Ketus Bian pada Felix yang masih tidak ada pergerakan untuk pergi
"Jalan nya ada di sana, pulang lah jika kau mau". Balas Felix singkat
"lalu sampai kapan mau menunggu disini hah?. Mengganggu saja". Jawab Bian tak lepas dari raut wajah kesal nya
"lalu sampai kapan mau menunggu disini hah? bicara saja". Jawab Felix mengikuti kata kata Bian
Berli hanya terdiam mendengar perdebatan kedua pria yang berada di hadapannya.
"sudah sudah. Jika kalian mau pulang, pulang saja. Jika mau mampir duduk saja, tidak perlu berdebat".
Ucap Berli menuntaskan perdebatan.
Mereka berdua pun memutuskan untuk duduk di bangku teras kost Berli. Namun sayang, kursi di sana hanya ada 2. Tentu saja 1 kursi akan di duduki berli dan 1 lagi... Yaaa jadi rebutan
"aku duluan yang duduk ini kursi calon istri ku, jangan berani mendudukinya". Ucap Abian bangga memenangkan kursi yang ia akan duduki bersama Berli. Seperti anak SD berebut kursi, ya itu yang terjadi di teras kost Berli sekarang
"aku bisa mengajak nya pergi, lalu aku akan berdua dengannya. TANPA MU". Balas Felix sambil menekan kalimat terakhir ucapannya.
"hah, aku akan mengejarmu sampai ujung dunia pun". Jawab Abian tidak mau kalah
__ADS_1
"terserah". Jawab Felix singkat
Tak berselang lama, Berli kembali datang membawa minuman 3 gelas di tangannya
"lohh..kenapa tidak duduk?". Tanya Berli kepada Felix
"kau saja yang duduk". Balas Felix
"ayo lah duduk saja, kalian kan tamu". Ucap Berli
"jangan anii, ini kan tempat duduk kita". Sahut Bian membuat Berli geli
"hahaha ada ada saja, aku bisa ambil kursi di dalam, tenanglah. Kalian duduk saja". Jawab Berli
Berli pun menuangkan air untuk kedua tamu agung nya itu. Terlihat Berli membawa air dingin dan air biasa
"pria es batu, mau minum yang mana? air es atau air biasa?. Tanya Berli sambil terkekeh
"kasih aja air panas biar mulutnya bisa ngomong jelas". Sahut Bian
"terserah". Jawab Felix singkat
Saat hendak menuangkan air kepada gelas milik Felix, tiba tiba air itu tumpah mengenai baju Felix.
"ah maaf aku tidak sengaja". Maaf Berli kepada Felix
"tidak masalah". Jawab Felix santai
"biarkan saja, dia kan tidak suka mandi, biar basah begitu. Dengan begitu dia akan terpaksa mandi hahah". Ejek Bian yang membuat Berli tersenyum kaku
Akhirnya Berli memberikan sapu tangan untuk membantu Felix mengeringkan baju nya. Tak berselang lama, hujan pun tiba. Dan mengguyur motor milik 2 pria tampan itu. Setelah hujan mereda mereka berdua berpamitan untuk pulang, karena hari sudah mulai gelap
"sapu tanganmu akan ku kembalikan nanti". Ucap Felix. ia bermaksud memakai nya untuk mengelap jok motornya yang basah
"halah lebay harus di lap segala, takut jadi mermaid ya?hahaha lebay". Ejek Bian pada Felix
__ADS_1
"sudahh sudah. Tidak apa apa, tidak perlu di kembalikan tidak apa apa. Kalian hmm hati hati di jalan". Ucap Berli
Mereka pun berpamitan untuk pulang. Persaingan dua pria tampan itu benar benar ketat, lalu siapa pemenang hati sang Berliani? Simak terus perjuangan duo ganteng inii 😋😋
FLASHBACK OFF
"hahaha ada ada saja mereka, sudahlah lebih baik aku tidur, besok ada janji dengan Laura. Lagipula aku ingin menceritakan semuanya pada Laura, dia pasti bakalan geli ". Ucap Berli pada dirinya sendiri.
.....
"Berani beraninya dia mengancamku!!. Aku tidak akan pernah mengampuni nya sebelum aku tahu siapa dalang di balik semua ancaman ini". Suara itu bergema di sebuah ruangan yang tak begitu besar, kemarahan seorang pemuda yang kian semakin besar membendung karena terus di ancam oleh musuhnya. Romi Fiswata Alshar, yang tak lain adalah adik dari Felix, pikirannya benar benar kalut. Di usia nya yang masih sangat muda, justru ia menanggung beban berat di hidupnya. Ia sangat mati matian melindungi keluarga nya. Ia memang masih menjadi seorang mahasiswa, namun ancaman itu benar benar membuatnya tertekan. Sehingga ia memutuskan untuk tinggal berpisah dengan ibu dan kakak nya di sebuah kost yang dekat dengan tempat nya menimba ilmu. Kuliah bukan menjadi alasan utama baginya memilih untuk tinggal sendiri, namun alasan lain. Ia ingin lebih bebas menjalankan misi nya, mencari kebenaran siapa yang ingin menghancurkan keluarganya tanpa memberi tahu keluarganya.
'SATU PERSATU KELUARGAMU AKAN HABIS.MUDAH BAGIKU UNTUK MELENYAPKAN MEREKA SEMUA.AKU INGIN KALIAN YANG TERSISA HARI INI,LENYAP DARI MUKA BUMI INI BESOK ATAU LUSA. AKU SUDAH MULAI MELANGKAH KE LANGKAH SELANJUTNYA, AKU HARAP KAMU TIDAK LENGAH,KARENA BAHAYA MENGINTAI KELUARGA MU.SECEPATNYA APA YANG AKU INGINKAN AKAN TERJADI, MAKA SAKSIKANLAH!! KAU AKAN MENJADI YANG TERAKHIR KARENA AKU MAU KAU MENYAKSIKAN NYA DENGAN JELAS DI DEPAN MATAMU SENDIRI'
Ancaman yang membuat darah seorang pria tampan itu mendidih. Ia benar benar takut keluarganya benar benar di celakai orang misterius itu, bahkan sampai sekarang Romi belum tahu siapa sebenarnya pengancam misterius itu
"payahh Romi, kau sama sekali tidak bisa apa apa" Ucap Romi mengutuk dirinya sendiri
"haii bro". Seseorang datang dan menepuk pundak Romi, ia adalah sahabat dekat Romi di kampus yaitu Adelard Rio Dewanta.
"sejak kapan lo disini? ". Tanya Romi
" tadi gue ngetuk pintu udah lama, lo ga jawab juga, yaudah gue nyelonong aja, eh lo disini lagi anteng anteng ae, apaan tuh? ". Tanya Adelard sambil merebut secarik kertas di tangan Romi
"hah apaan nih?". Tambah Adelard setelah membacanya
"gatau gue, awal awal gue kira orang iseng, tapi makin kesini kok ancamannya terus terusan dateng". Balas Romi dengan wajah bingung dan kalut
"gue takut keluarga gue dalam bahaya". Tambah Romi
"apapun yang terjadi, gue bakal selalu ada buat lo". Jawab Adelard menenangkan sambil menepuk pundak sahabatnya
"mana fataq?". Tanya Romi
"nanyain gue nih?". Tiba tiba suara itu terdengar di ambang pintu kamar Romi
__ADS_1
Neel Kautsar Fataq, sama sama teman dekat Romi di kampus. Pria manis berkulit sawo matang ini selalu menjadi penengah saat tiga serangkai itu sedang menghadapi masalah.