
Tiba tiba dua orang yang sedari tadi tidak terlihat keberadaan nya, kini tengah berjalan di koridor rumah sakit. Mereka adalah Neel dan Jovanka yang hendak menyusul ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bu Inez.
"Bagaimana keadaan tante?". Tanya Jovanka kepada Felix dengan nada suara khawatir
"tanya saja pada dirimu sendiri, mengapa ibuku bisa seperti ini". Jawab Felix kesal. Ia benar benar curiga kepada Jovanka, ia yakin Jovanka yang melakukan ini.
"h..hmm it..itu.. Apa maksudmu Felix?. Sungguh, aku baru tahu keadaan tante setelah di beri tahu bi esin". Jawab Jovanka terbata bata, menjawab pertanyaan Felix
"Fataq, lo dari mana aja?". Sahut Adelard yang kini tengah bertanya kepada Neel, tentu pertanyaan Adelard membuat orang yang ada di sana penasaran dan menantikan jawaban Neel.
"tadi gue pamit ke kamar kecil, gue emang sedikit cari angin ke belakang rumah romi. Pas gue balik, eh kalian udah gaada. Kata bi esin kalian ke rumah sakit bawa tante Inez, kenapa tante Inez?". Ujar Neel dengan ekspresi panik
Tak berselang lama, dokter yang merawat Bu Inez keluar dari ruang perawatan. Tentu hal ini mengalihkan perhatian mereka
"dokter, apa yang terjadi kepada ibu saya?". Tanya Felix penuh penekanan pada dokter tersebut
"ibu anda mengalami keracunan makanan. Racun itu sangat berbahaya dan mungkin akan berakibat fatal jika kalian telat membawa nya kesini. Bersyukurlah kalian tepat waktu menolong nya, sehingga racun itu bisa cepat cepat di keluarkan. Oh ya, siapa keluarga Bu Inez di sini?". Ujar dokter itu menjelaskan keadaan Bu Inez. Tentu pernyataan nya itu membuat semua orang di sana kaget, terutama Romi dan Felix.
"keracunan dokter?". Tanya Neel yang tidak percaya
"saya dokter, saya putra kandung nya". Ujar Felix
"baiklah tuan, mari ikut saya ke ruangan saya. Saya ingin menanyakan sesuatu terkait kejadian ini. Sementara itu, Bu Inez akan di bawa ke ruang rawat inap setelah keadaan nya stabil. Kalian bisa mengurus administrasi nya sekarang". Ujar dokter itu. Felix berlalu meninggalkan koridor untuk mengikuti permintaan dokter tersebut sementara Romi bergegas pergi untuk mengurus administrasi rumah sakit. Sementara di tempat itu, hanya tinggal Neel, Jovanka, Sherly dan Adelard
"kira kira siapa yang melakukan hal sekeji ini?. Jika aku mengetahui orang itu, aku tidak akan pernah mengampuni nya". Ujar Adelard yang kini sangat geram
"tentu yang melakukan ini pasti orang yang ikut makan malam tadi". Sahut Sherly yang menyimpan banyak kecurigaan pada Jovanka dan Neel.
"jadi kamu nuduh aku gitu, hah?". Tiba tiba Jovanka mengatakan hal demikian. Ia merasa tersinggung dengan ucapan Sherly, karena ia memang tahu ia adalah orang asing bagi mereka.
"hah, ko marah sih?. Siapa yang menuduh mu?. Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan". Balas Sherly terheran. Kecurigaan nya kepada Jovan benar benar semakin membesar, kenapa ia begitu marah saat Sherly mengatakan demikian. Bahkan Sherly sama sekali tidak ada maksud untuk menyinggung Jovan. Namun lain hal nya dengan Neel yang masih terdiam membisu entah apa yang sedang ada dalam pikiran nya.
"sudah, sudah. Ini rumah sakit, jangan berdebat disini". Ujar Adelard mengakhiri perdebatan kedua wanita itu.
........
"tolong katakan dengan jujur tuan felix, apakah ini adalah ulah seseorang?, sepertinya ini adalah kesengajaan dari seseorang. Racun ini bukan berasal dari racun bawaan makanan, tapi sepertinya ada yang sengaja mencampur racun ini kepada makanan Bu Inez". Tanya dokter kepada Felix, yang kini sudah berada di ruang dokter. Ia tengah di interogasi perihal peristiwa yang terjadi pada Bu Inez.
"saya tidak tahu dokter, tapi saya memang tengah mencurigai seseorang". Ujar Felix dengan pikiran nya yang benar benar kalut.
__ADS_1
"mungkin kejadian ini harus kita serahkan ke pihak berwajib. Bagaimana menurut anda?". Tanya dokter kembali
"tidak dokter, saya akan mencari tahu sendiri siapa pelakunya". Ujar Felix, ia berpikir bahwa tidak mungkin orang lain selain mereka yang hadir dalam acara makan malam tadi.
Sementara itu. Romi yang kini sudah menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit, ia kini terdiam di taman belakang rumah sakit untuk menengkan diri.
"apakah mungkin dugaan ku terhadap Neel dan Jovanka memang benar?. Tapi mengapa mereka bisa setega itu, aku tidak mau asal menuduh. Aku akan cari tahu siapa dalang di balik semua ini". Umpat Romi yang kini pikiran nya benar benar kalut
Tiba tiba, terdengar suara notifikasi pesan masuk dari nomor tidak di kenal di telepon genggam Romi.
'Bagaimana menurutmu boy?. Ibumu tergeletak tak berdaya di hadapan mu. Sungguh aku sangat puas menyaksikan nya. Akhirnya waktu ini tiba, apa kau tahu bahwa ini adalah langkah pertamaku untuk menghapuskan semua anggota keluarga kecilmu itu. Tunggu pembalasan ku selanjutnya. Aku harap kau tidak lengah'
Pesan itu benar benar membuat Romi geram dan khawatir akan keadaan keluarganya. Namun saat Romi hendak membalas pesan itu, sepertinya nomor itu langsung memblokir kontak Romi
"sial. Aku tidak bisa mengetahui siapa mengirim pesan ini". Umpat Romi dengan segala kekesalan nya
Tiba tiba seorang pria datang menghampiri Romi yang masih terdiam di bangku taman rumah sakit.
"bro". Ucap Adelard sambil menepuk pundak Romi, dan langsung duduk di samping Romi
"apa yang ada di pikiran lo?". Tambah Adelard yang melihat wajah penuh kekesalan Romi
"ini pasti dari orang yang sama yang selalu ngirim ancaman ke lo bro". Ujar Adelard benar benar yakin
"coba liat di hp lo, mungkin kalo di hp lo bakal ada foto nya". Ucap Romi penuh harap, ia sangat berharap bahwa nomor yang tidak di ketahui di ponsel nya bisa terlihat di ponsel Adelard
"sorry bro, bukan gue gamau nolong. Tapi hp gue lowbat terus lagi gue charger di ruang rawat ibu lo". Jawab Adelard yang sedari tadi memang tidak memegang ponsel miliknya.
"ohh iyaa bro, gue sampe lupa. Ibu lo udah di pindahin ke ruang rawat inap. Jadi sekarang lo bisa jengukin". Ujar Adelard kembali. Tujuan nya mencari Romi memang untuk mengabari kabar ini. Bu Inez memang sekarang sudah di tempatkan di kamar inap VIP nya.
"siapa yang jagain sekarang?". Tanya Romi kepada Adelard
"ada Sherly, kak Felix, sama Jovanka doang. Tadi Neel tiba tiba aja pamit pulang. gatau tuh, ada keperluan apa, emang gabisa di tebak tuh orang.". Ujar Adelard kepada Romi. Tentu perkataan nya membuat kecurigaan Romi semakin besar kepada Neel, bagaimana bisa tiba tiba Neel pergi tanpa berpamitan kepadanya. Ini benar benar membuat Romi curiga.
"apa Neel pantes gue curigain?". Tanya Romi kepada Adelard. Tentu perkataan nya membuat Adelard terkejut
"gue gatau bro, menurut gue jangan gegabah. Belum tentu Neel yang ngelakuin itu kan". Ujar Adelard meyakinkan Romi
Akhirnya mereka berdua bergegas pergi untuk melihat keadaan Bu Inez yang sudah di pindah tempatkan ke ruang rawat inap tersebut.
__ADS_1
VISUAL ADELARD RIO DEWANTA
WAHHH ini nih visual nya babang Adelard Rio Dewanta🤩🤩 gagah gitu ga sihh🤩🤩. berapa persen nih kegantengan nya kira kira menurut kalian? 😋😋
........
Keesokan harinya..
"haii Berli, selamat pagi". Sapa seorang pemuda kepada Berli yang kini sudah berada di tempat kerjanya. Pemilik suara tersebut tak lain adalah Abian Malik.
"haii bian, selamat pagi juga". Jawab Berli tersenyum ramah
"jadi bisa kan siang ini kita makan bareng lagi hehe". Tanya Abian penuh harap. Ia benar benar tidak mau menyerah untuk mendapatkan wanita yang ia cintai itu.
"boleh". Jawab Berli tersenyum ramah. Berli memang tidak pernah memilih dengan siapa dia berteman, karena memang tidak akan ada yang marah jika ia hanya makan siang bersama rekan kerjanya itu.
"yesss". Senyum bahagia terlihat di wajah tampan Abian. Ia benar benar bahagia, meskipun mungkin nantinya akan ada pengganggu lagi.
.....
"Felix gaakan kemana mana hari ini ma, felix bakal jagain mama disini". Ucap Felix kepada ibu nya yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"hari ini biar sherly yang pantau pabrik tan". Sahur Sherly dengan bahagianya. Karena ia pasti akan kembali lagi menjadi atasan di pabrik itu.
"makasih sayang". Ujar Bu Inez sambil tersenyum kepada Sherly
Senyum menyeringai namun bahagia terlihat di ujung bibir Sherly. Ia benar benar bahagia karena ia bisa kembali merepotkan Berli. Rasanya ia ingin membuatnya menderita hari ini.
PENGUMUMAN!!! 📢
Mohon maaf guys, hari ini aku cuma update 1 episode aja. hari ini aku mau revisi penulisan yang salah di episode sebelumnya.
terus simak tiap tiap episode nya ya😘
jangan lupa tinggalkan jejak like kalian😋
LOVE YOU ALL!! 🤗
__ADS_1