DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 146 - Sederhana Bermakna


__ADS_3

POV FELIX


Aku benar benar merasa hancur saat mengetahui bahwa, wanita yang ku cintai kini bersama orang lain. Aku sempat memutuskan untuk menjauh darinya dan melupakan semua nya. Namun aku tak mampu. Aku pikir jika aku menyerah begitu saja, aku terkesan seperti pria pengecut. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menemui nya malam itu. Aku benar benar merindukan nya. Aku tidak bisa menahan rinduku saat mengingat kebersamaan ku dengan nya. Namun sebelum nya aku memutuskan untuk memantau nya lewat Aditya. Aku meminta ia untuk menjaga nya saat ia pulang dan pergi bekerja. Namun aku pikir untuk apa jika seperti ini terus, tidak akan ada hasilnya.


Aku mencintai nya, dan aku harus memperjuangkan nya. Bukan malah mundur tanpa perjuangan.


Ada cemburu yang menggebu di hatiku saat ia selalu bersama David. Hatiku selalu saja di buat menyerah. Aku takut mereka sudah menjalin hubungan, dan aku merusak kebahagiaan nya. Aku pikir cinta tak harus memiliki. Cukup melihatnya bahagia, itu sudah cukup.


Tetapi tak ada salah nya jika aku memperjuangangkan nya lagi. Karena ternyata mereka tidak memiliki hubungan apapun selain David baru melamarnya. Masih banyak kesempatan untuk ku selagi Berli belum memberikan jawaban apapun padanya. Aku menjadi bersemangat karena masih banyak peluang untuk ku mendapatkannya


Aku tidak mengerti mengapa David begitu bergelora saat aku kembali dekat dengan nya. Jelas Berli mengatakan bahwa ia menyukaiku.


Dan aku faham. Ternyata selama ini ia salah faham kepadaku. Ia menyangka bahwa Jovanka adalah kekasih ku. Jelas aku sama sekali tidak menyukai wanita itu.


Aku menaruh banyak sekali harapan kepada Berli. Bagiku Berli adalah wanita yang tepat. Aku yakin aku tidak akan gagal memilih nya. Namun justru ibuku yang menghancurkan harapanku.


Ibuku ternyata sangat membenci nya tanpa alasan. Alasan yang jelas baginya mungkin adalah tentang kedudukan dan harta. Tetapi apa pentingnya semua itu jika tidak mempunyai hati nurani?

__ADS_1


Aku benar benar marah saat ibuku menghina nya habis habisan dan mengatakan hal kotor persis apa yang Abian katakan saat itu.


Mengapa wanita sebaik dia harus menerima kenyaataan seperti ini?. Saat dunia membencinya, rasa ingin memiliki dan melindunginya semakin menggebu dalam diriku.


Bukan dia tidak pantas untuk ku, tapi mereka yang membencinya tidak pantas menerima kebaikan dari dirinya.


Wanita sesederaha ini malah di tuduh akan menguras semua harta kekayaan milik ibuku. Jelas aku tidak akan menerima tuduhan itu.


Sekarang aku hanya ingin menjaganya. Sekarang aku hanya ingin melindungnya, perasaan nya, dan rasa cintaku padanya.


"Aku pulang. Aku akan menemuimu lagi besok. Telpon aku jika kau membutuhkan sesuatu. Dan jangan lupa ganti perban mu. Oh iya, dan jika besok kau tidak kuat berjalan lebih baik kau jangan dulu bekerja. Biar aku yang mengurus semua nya". Ucap Felix yang hendak berpamitan. Kata katanya penuh perhatian


"Baiklah tuan.. Aku akan melakukan sesuai perintah tuan". Berli terkekeh


"Jika terjadi sesuatu kau harus menelponku. aku bukan yang lain". Ucap Felix menekan kata kata nya


"Haha baiklah.. Jadi sampai kapan kau mengatakan nya? Aku akan menelpon mu". Ucap Berli yang masih terkekeh mendengar petuah Felix. Entah mengapa Felix menjadi bawel hari ini

__ADS_1


"Aku akan menelpon mu sesampainya aku di rumah. Kau harus menjawab panggilan ku". Ucap Felix kembali


"Aku tidak mengerti mengapa es batu bisa menjadi sebawel ibu ibu facebook hahaha". Berli tertawa renyah


"Diam kau". Felix tersenyum tipis


"Ya sudah. Aku pulang.. Terimakasih sudah menghiburku". Ucap Felix


"Aku tidak mengiburmu". Bantah Berli


"Cukup melihat wajahmu, sudah membuat lega perasaanku". Ucap Felix tersenyum menggoda Berli


"Gombal". Ketus Berli


Malam ini menjadi malam yang berkesan untuk mereka. Hidangan sederhana itu membuat Felix kembali sumringah. Tentu karena Berli yang memasaknya.


Sesederhana itu "cinta"

__ADS_1


__ADS_2