
"Aku harus menelpon Esin. Mungkin saja Felix sudah di rumah". Gumam Bu Inez saat tengah menyetir mobilnya. Ia merogoh benda pipih itu dari tas mahal miliknya.
"Hallo Nyonya..". Jawab Bi Esin dari sebrang telepon.
"Apa Felix sudah ada di rumah?". Tanya Bu Inez yang membuat Bi Esin bingung.
"Tidak Nyonya, Tuan Felix belum pulang. Hanya Tuan Romi yang pulang. Memangnya bagaimana keadaan Tuan Felix Nyonya?". Jawab Bu Inez khawatir.
"Ya sudah". Bu Inez menutup telepon nya tanpa menjawab pertanyaan Bi Esin. Ia kini mulai kalut.
"Kemana Felix sebenarnya". Bu Inez memukul pelan setir mobilnya. Namun ia kembali mendapat ide.
"Kenapa aku tidak menanyakan hal ini pada Ozcan saja. Dasar bodoh". Bu Inez menggerutu, dan menekan tombol panggilan pada nomor ponsel Ozcan.
"Iya Tante.. ". Balas Ozcan di sebrang telepon
"Ozcan, Apa Felix sedang bersamamu?. Felix belum pulang ke rumah sejak tadi. Resepsionis bilang, kalian sudah keluar satu jam yang lalu". Tanya Bu Inez yang membuat Ozcan terpaksa berbohong
"Felix sedang.. Maksudku, kami memang sudah keluar sejak tadi. Felix.. Felix pulang ke rumahku. Ia bilang, ia sangat rindu datang ke rumahku. Iya, begitu tante. Tante tidak keberatan kan?". Balas Ozcan terbata. Ia terpaksa berbohong karena ia sudah tahu permasalahan Bu Inez dan Berli. Bu Inez pasti tidak akan terima jika tahu Felix pulang ke rumah Berli.
__ADS_1
"Kau yakin? Kau terdengar sedang berada di jalan raya?". Bu Inez tidak percaya dengan yang Ozcan katakan. Pasalnya, terdengar suara bising kendaraan dari telepon Ozcan.
"Oh iya, kami.. Memang belum sampai di rumahku. Kami tadi sempat berkunjung ke cafe terlebih dahulu. Jadi saat ini kami sedang menuju ke rumahku". Balas Ozcan mulai bingung untuk menyangkal.
"Lalu, Bagaimana Felix sekarang? Boleh Tante bicara dengan nya?". Tanya Bu Inez yang masih ragu
"Felix sedang tidur Tante. Dia ada di sebelahku. Sebenarnya aku tidak tega jika harus membangunkan nya. Begini saja, bagaimana jika saat telah sampai nanti, aku akan menghubungi Tante kembali. Aku akan memberikan ponselnya pada Felix?". Ucap Ozcan menyangkal
"Oh begitu, ya sudah. Biarkan dia beristirahat. Terimakasih ya, maaf jika Felix merepotkanmu. Kau memang teman terbaik". Ucap Bu Inez yang menjadi yakin. Ia percaya dengan ucapan Ozcan.
"Baiklah Tante. Aku tutup telepon nya ya. Sampai nanti Tan.. ". Ucap Ozcan yang ingi. segera menutup telepon. Pasalnya, ia memang sedang menyetir. Namun, ia menyetir seorang diri, tentu tidak bersama Felix seperti ucapan nya tadi.
"Baguslah Felix dengan Ozcan. Dugaanku tidak terjadi. Sekarang aku akan mengurus urusanku dengan Delli". Gumam Bu Inez sambil melajukan mobilnya.
......................
"Berli..". Ucap Felix
"Hmm? Ada apa sayang?". Balas Berli. Ia tengah membereskan meja itu. Karena sejak tadi Felix, memakan cemilan yang Berli suguhkan
__ADS_1
"Akhir pekan ini, aku ingin mengajakmu menemui orangtua ku. Kau sudah siap kan?". Ucap Felix yang membuat Berli terkejut.
"Bertemu orangtua mu? Maksudmu, kau aka membawamu ke rumahmu?". Berli berdebaran saat mendengar ucapan Felix. Ia bukan tidak ingin Felix mengajaknya ke jenjang yang lebih serius, hanya saja ia takut bahwa pikiran nya tentang Bu Inez benar nyatanya.
"Iya. Kau mau kan?". Tanya Felix kembali
"Felix, lalu bagaimana jika orangtua mu tidak menyukaiku?. Maksudku, kemarin kau di jodohkan, dan jika kau membawaku dalam waktu dekat, bagaimana bisa mereka menerimaku.. ". Berli kembali ciut. Ia merasa tidak yakin.
"Kenapa kau berpikir begitu?. Kau sangat psimis sayang. Sudah, lupakan itu. Ibuku pasti akan menyukaimu. Apa yang kurang darimu? Kau sempurna". Ucap Felix lembut menenangkan.
"Felix, kau membuatku terbang.. ". Berli tersenyum keindahan
"Memang itu kenyataannya". Felix tersenyum sambil mencubit pelan hidung Berli.
'Sebaiknya aku tidak perlu menanyakan hal itu sekarang. Jika akhir pekan ini Felix akan mempertemukanku dengan orangtua nya, maka semua pertanyaan dalam pikiranku akan terjawab. Ya, aku tidak akan merusak suasana hari ini. Felix sedang membutuhkanku'. Berli membatin. Ia tersenyum manis ke arah kekasihnya itu.
"Jangan tersenyum seperti itu. Kau membuatku gemas.. ". Ucap Felix membuyarkan lamunan Berli. Ia kembali membawa Berli di pelukan nya.
Sungguh, hari yang indah.
__ADS_1