DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 73 - Merindukan Keponakan Ku


__ADS_3

"Sepertinya aku harus pulang. Ini sudah malam, aku khawatir terjadi sesuatu lagi kepada ibuku". Ucap Romi yang masih belum beranjak dari cafe itu


"Iya Rom, kami pun akan pulang. Aku pikir seharian ini sudah cukup kebersamaan kita haha". Ucap Neel


"Iya, ayo". Sahut Adelard yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


......................


"Apa aku harus menelpon Romi?, tapi bagaimana?, aku takut Romi akan kembali marah saat aku membahas Bryan. Tapi bagaimana, aku takut Romi melakukan hal hal yang di luar dugaan. Ah Prianka bodoh, mana mungkin Romi seperti itu.... Tapi, ah aku akan menelpon nya". Ucap Prianka menggerutuki dirinya sendiri. Pikiran nya benar benar bingung.


"Ah tidak tidak, mungkin Romi sedang beristirahat. Aku akan menanyakan hal ini besok". Ucap Prianka mengurungkan niat nya untuk menelpon Romi


"Jadi kau takut perusaahan mu bangkrut?". Ucap Pak Bram sambil meminum secangkir kopi yang ada di meja


"Tentu saja. Tidak mungkin aku akan membiarkan perusaahan peninggalan suamiku hancur". Jawab Bu Inez


"Lalu bagaimana dengan perusahaan ayah yang kau kelola om?". Sahut Felix yang masih bergabung di antara pembicaraan orangtua itu


"Disana baik baik saja. Terlebih ada pekerja muda dari Turki yang sangat handal. Aku tidak mengerti kenapa anak sepintar itu ingin menjadi karyawan di perusahaan ku". Jawab Pak Bram

__ADS_1


"Siapa?". Tanya Felix heran


"Sudahlah Bram, kita kembali ke bahasan tentang dana untuk perusahaan ku disini". Sahut Bu Inez memotong pembicaraan


"Ambil lah berapa pun yang kau mau. Itukan perusahaan mu juga, kenapa mendesakku". Jawab Pak Bram dingin


"Baiklah, aku akan mengambil 1 milyar dari perusahaan yang kau kelola. Tolong urus itu". Pinta Bu Inez


"Itu perkara yang mudah. Tapi bagaimana dengan pekerjamu?". Jawab Pak Bram


"Mungkin aku akan menambah pegawai setelah peresmian pengalihan tangan. Aku akan memberikan perusahaan ku kepada putra sulung ku Felix". Ucap Bu Inez sambil menatap Felix


"Lalu bagaimana dengan Romi?". Tanya Pak Bram


"Baiklah, sepertinya aku harus bersiap siap kehilangan jabatan ku nanti haha". Ucap Pak Bram


"Assalamualaikum". Tiba tiba suara seorang pria yang di tunggu tunggu datang


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


"Om?, sejak kapan?". Ucap Romi yang langsung memeluk paman nya ini


"Belum lama nak, paman sangat merindukan mu dan kakak mu haha". Jawab Pak Bram terkekeh


"Begitupun aku". Jawab Romi tersenyum


"Om datang sendiri, istri om?". Tambah Romi


"Om datang sendiri nak, kau seperti tidak tahu saja haha". Jawab Pak Bram. Ia memang tidak pernah lama dengan pernikahan nya, ia selalu nikah cerai nikah cerai


"Haha iyaa maaf Romi lupa". Ucap Romi terkekeh


"Jadi kapan perusahaan mu di pindah tangan kan?". Tanya Pak Bram


"Minggu depan mungkin, aku rasa sekarang aku sudah sehat. Tetapi entah apa anakku sudah siap atau tidak". Ucap Bu Inez tersenyum menatap Felix


"Ayo kak, kakak pasti bisa haha". Sahut Romi


"Diam kau bocah cilik". Ucap Felix sambil mengacak rambut Romi

__ADS_1


......................


"Ihh kenapa aku jadi tidak bisa tidur begini. Mana mungkin aku merindukannya?, bukan kah beberapa jam lalu aku aku bertemu dengan nya. Aghhhh pria es batu itu benar benar mengganggu pikiranku haha". Ucap Berli yang masih berguling guling di tempat tidurnya, sejak tadi ia mencoba memejamkan matanya, namun pikiran nya selalu saja memikirkan Felix


__ADS_2