DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 76 - Hanya Ingin Memancing Emosi


__ADS_3

"Romi, terimakasih banyak sudah mengantarku". Ucap Prianka yang kini sudah sampai di kampusnya. Mereka berdua sedang berjalan menuju ruangan nya


"Bukan apa apa". Jawab Romi tersenyum


"Romi.... ". Teriak seseorang mengejutkan mereka berdua. Ia adalah Neel


"Neel?, dimana Adelard?". Tanya Romi sambil merangkul pundak Neel


"Aku tidak tahu Rom, aku pikir ia sudah datang". Jawab Neel


"Baiklah, mungkin dia terlambat". Ucap Romi


"Hai Neel". Sahut Prianka menyapa


"Hai nyonya Romi". Balas Neel tersenyum


"Kau ini, ayo". Ucap Romi tersenyum sambil mengajak Neel untuk bergegas


"Romi, sepertinya disana sudah ada temanku. Aku pergi ya". Ucap Prianka berpamitan


"Baiklah, jika kau membutuhkan sesuatu panggil aku saja oke?". Jawab Romi tersenyum


"Selamat pagi tuan Romi". Ucap seseorang menghalangi jalan Romi dan Neel. Seketika wajah Romi berubah menjadi wajah penuh amarah


"Untuk apa kau menghalangi jalanku?". Balas Romi penuh penekanan. Neel hanya terdiam.


"Aku akan membuatmu keluar dari kampus ini seperti yang kau lakukan kepada adikku". Ucap Bryan tersenyum menyeringai

__ADS_1


"Adikmu yang bersalah. Dia pantas mendapatkannya. Seharusnya kau juga tidak perlu datang lagi ke kampus ini". Balas Romi di penuhi kemarahan


"Romi, tenanglah". Ucap Neel menenangkan Romi


"Baiklah, tapi aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku Romi. Ingat itu! ". Ucap Bryan tersenyum menyeringai sambil berlalu pergi


"Apa yang aku rebut darimu bre**sek?". Teriak Romi yang hendak mengejar Bryan namun di tahan oleh Neel


"Rom, sudahlah. Kau jangan mudah tepancing olehnya, tentu dia hanya ingin memancing emosi mu agar kau mendapat masalah". Ucap Neel menenangkan


"Kau benar Neel". Jawab Romi menahan amarah


"Tentu saja". Jawab Neel. Romi dan Neel pun bergegas masuk ke ruangannya.


......................


"Hai sayang, ada apa kau menelpon nak?". Jawab Bu Inez di sebrang telpon bersemangat


"Tante, mama akan datang ke rumah tante siang ini. Apa boleh?". Tanya Jovanka ragu


"Tentu sayang, kenapa harus bertanya? Datanglah. Tapi kenapa Delli tidak mengatakan nya langsung hm?". Jawab Bu Inez ramah


"Mama sedang bersiap tan, jadi aku yang menelpon". Jawab Jovanka


"Baiklah, kau datanglah nak. Tante menunggu kedatangan kalian". Ucap Bu Inez ramah


"Baik tan, Jovan tutup telpon nya ya. Sampai nanti". Ucap Jovanka dan langsung menutup telpon nya

__ADS_1


"Iya sayang". Jawab Bu Inez bersemangat


"Siapa yang akan datang?". Ucap Pak Bram yang baru saja datang dan mendengar pembicaraan Bu Inez dengan seseorang di sebrang telpon


"Calon besanku. Aku akan menjodohkan Felix dengan anak sahabatku. Kau tahu?, ayah nya pemilik perusahaan di Sydney. Cocok bukan?". Jawab Bu Inez bersemangat


"Terserah kau saja". Ucap Pak Bram dingin


......................


"Aku tidak mengerti dengan Abian. Bagaimana ini?, Laura tidak ada disini, kepada siapa aku harus meminta pendapat?". Ucap Berli pada dirinya sendiri sambil mengerjakan pekerjaan nya. Pikirannya benar benar kalut


"Kak Berli... ". Sapa seseorang di ambang pintu yang tak lain adalah Aditya


"Aditya?, sedang apa disini?". Tanya Berli heran


"Aku tadi hanya lewat, dan melihat kakak. Jadi aku putuskan untuk menyapa saja. Tapi kenapa kakak sendirian?". Jawab Aditya


"Iya, Laura izin keluar kota. Paman nya di Bandung sedang sakit". Jawab Berli


"Begitu ya kak, baiklah kak. Tidak perlu bingung, aku akan menemani kakak makan siang nanti". Ucap Aditya tersenyum


"Baiklah, terimakasih Aditya". Jawab Berli semangat


"Baiklah, aku pamit ya kak. Semangattt!!". Ucap Aditya tersenyum menyemangati Berli


"Baiklah". Jawab Berli tersenyum

__ADS_1


__ADS_2