DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 71 - Jam Tangan Couple


__ADS_3

"Halo Bram, apa kau bisa datang ke rumahku malam ini?". Ucap Bu Inez yang tengah menelpon seseorang yang tak lain adalah Bram suwardi, adik kandung dari mendiang suaminya.


"Ada apa Inez?". Jawab Bram.


Meskipun adik dari suami Bu Inez, tetapi umur Bram lebih tua daripada Bu Inez. Tentu saja ia merasa canggung jika menyebutnya kakak, terlebih sekarang ia bukan istri dari kakak nya lagi. Bram bertugas mengelola perusahaan di luar kota milik mendiang kakak nya yang tak lain adalah suami Bu Inez


"Ada yang harus aku bicarakan mengenai perusahaan". Jawab Bu Inez


"Baiklah, untung saja aku sedang cuti. Aku kesana sekarang, aku juga sudah merindukan keponakanku. Malam ini aku akan sampai di rumahmu".


"Baiklah, aku tunggu kehadiranmu". Ucap Bu Inez menutup telpon nya


......................


"Bagaimana Rom?, apa ancaman itu selalu datang lagi?". Tanya Neel yang sudah berada di cafe itu


"Sekarang aku tidak mendapatkan nya lagi setelah kejadian ibuku terjatuh Neel. Entah jika nanti, aku berharap aku tidak akan mendapatkan nya lagi". Jawab Romi


"Semoga saja Rom, lagi pula ancaman itu benar benar tidak jelas apa dasarnya". Sahut Adelard


"Kau sudah benar benar pindah ke rumahmu Rom?". Tanya Neel


"Ya, belakangan ini aku memang tinggal di rumahku. Tetapi barang barang ku masih banyak yang masih berada di rumah kost ku". Jawab Romi


"Kau tidak ingin mengambilnya?". Tanya Adelard


"Tentu aku akan mengambilnya malam ini, aku pun hampir lupa haha. Terimakasih sudah mengingatkan ku". Jawab Romi


......................


"Sudah kenyang nyonya?". Ucap Felix tersenyum. Mereka kini sudah menyelesaikan makannya


"Haha iya, tunggu sebentar". Jawab Berli yang langsung beranjak


"Kau pergi kemana?". Tanya Felix menghentikan Berli


"Aku ingin membayar ini ke kasir. Kau tunggu saja". Jawab Berli


"Duduk!". Ucap Felix tegas


"Tapi kenapa?". Ucap Berli yang langsung di tarik untuk duduk kembali ke tempatnya


"Aku yang akan membayarnya, kau tunggu disini". Ucap Felix dan langsung berlalu pergi

__ADS_1


......................


'Lagi lagi aku harus menyembunyikan kebenaran ini lagi Berli. Maafkan paman, mungkin ini belum saatnya. Paman harap kau akan memaafkan paman mu ini. Paman tidak berdaya nak'. Batin Indra yang kini sedang merenung di teras rumahnya


"Sudahlah Indra, apalagi yang harus kau sesali. Kita sudah membicarakan ini bukan?". Ucap Kartika yang menyaksikan kegelisahan suami nya yang berkepanjangan


"Apa yang harus aku lakukan Kartika?, apa kau tahu dimana Berli tinggal sekarang?". Tanya Indra penuh harap


"Kalau pun aku tahu, aku tidak akan memberitahukan nya kepadamu. Kau mendatanginya, sama saja seperti kau mengakhiri hidup mu". Ucap Kartika penuh penekanan


......................


"Kak, aku rasa kau tidak perlu mencari masalah dengan Romi. Memang aku yang salah saat itu". Ucap seseorang yang tak lain adalah Dio.


Ia kini sedang berbincang dengan kakaknya di sebrang telepon yang tak lain adalah Bryan


"Memang nya kenapa?, aku masih sangat membencinya karena dia dulu merebut wanitaku". Jawab Bryan penuh penekanan


"Bukankah itu juga salah kakak karena kakak terlalu kasar? ". Jawab Dio segan di sebrang telpon


"Jadi kau membela dia daripada kakakmu?, kau tidak bisa di percaya Dio! ". Ucap Bryan tegas sambil mematikan telpon nya.


"Aku benar benar membencimu Romi!!". Teriak Bryan penuh kebencian


......................


"Untuk apa?". Jawab Felix


"Sudah mengantarku, dan mentraktirku makan". Jawab Berli tersenyum


"Apa kau tahu?, aku jadi rugi karena kau ternyata sangat gembul". Ucap Felix tersenyum tipis mengerjai Berli


"Apa?, ya sudah nanti aku yang akan mentraktirmu". Jawab Berli kesal. Ia menyangka Felix serius dengan perkataan nya


"Apa?, kenapa kita turun disini? ". Tanya Berli bingung, lagi lagi Felix memarkirkan motor nya bukan di rumah Berli


"Ayo ikut aku". Ajak Felix mengajak Berli masuk ke sebuah toko jam


"Untuk apa kita kesini?". Ucap Berli yang masih bingung


"Mbak, tolong ambilkan jam tangan couple yang paling bagus". Ucap Felix kepada penjual toko yang membuat Berli terkejut


"Tunggu sebentar tuan". Jawab penjual toko

__ADS_1


"Apa maksudmu?, ah maksud ku... Untuk apa?, aku sudah mempunyai beberapa jam tangan di rumah". Ucap Berli gugup. Namun sebenarnya ia bahagia


"Apa salah satu dari beberapa itu, pemberianku?. Bukan kan?". Balas Felix membuat Berli bungkam


"Ini tuan, jam tangan ini import. Hanya ada satu disini". Ucap penjual toko yang memberikan sepasang jam tangan itu. Sungguh cantik, jam tangan berwarna coklat kombinasi hitam itu terlihat elegant dan simpel


"Tidak Felix, itu pasti mahal". Bantah Berli


"Saya ambil yang ini mbak". Ucap Felix tanpa menghiraukan Berli


"Baik tuan, akan saya kemas". Ucap penjual toko dan hendak pergi


"Ah mbak, biarkan saja. Saya akan langsung mengenakan nya, bungkus saja kardus dan kartu garansi nya". Ucap Felix sambil menyodorkan sejumlah uang ke penjual tersebut


"Ini ambilah". Ucap Felix yang seolah sudah mengetahui harga barang itu


"Felix, ini mahal sekali". Sahut Berli merasa tidak enak


"Baik, terimakasih tuan". Ucap penjual dan langsung mempersiapkan pesanan Felix


"Kau kenakan ini agar kau ingat waktu". Ucap Felix memasangkan jam itu ke tangan mungil Berli. Ternyata ia membeli nya untuk itu


"Felix, kau berlebihan. Di rumah aku juga memilikinya, hanya saja aku yang lupa waktu. Ini sangat mahal, tidak pantas untukku". Ucap Berli saat Felix hendak memasangkan nya di pergelangan tangan nya


"Stttt". Gumam Felix membungkam bibir Berli dengan jarinya


"Terimakasih banyak Felix". Ucap Berli merasa tidak enak. Felix hanya tersenyum bahagia


.


.


.


.


.


Haiii pembaca setiaku 🤗


Masih setia nunggu update ga? Hari ini mungkin aku cuma update beberapa ya.. karena kesehatan ku kurang stabil. dan aku gakuat liat tulisan banyak, jadi sering pusing huhu


Doain ya semoga aku cepet sehat dan bisa cepet cepet tamatin novel ini

__ADS_1


stay terus dan sehat terus ya kalian 🤗🤗


__ADS_2