DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 245 - Mawar Berduri


__ADS_3

"Sejak tadi malam tante Inez sama sekali tidak mengangkat telepon ku. Aku jadi curiga, bahwa tante Inez bersekongkol dengan Berli untuk membuatku sakit hati. Aku akan memastikan semua nya hari ini. Cepat atau lambat, aku harus mendapatkan Felix kembali!". Ucap Lathesia pagi ini. Di pagi yang cerah ini, hati nya justru gelap tertutup awan kelabu.


"Sayangg, ayo turun. Kita sarapan.. ". Ucap Bu Yuni yang datang saat melihat pintu kamar Lathesia terbuka, ia langsung mengajak nya untuk sarapan.


"Kalian sarapan duluan saja. Aku ada sedikit urusan di luar ma". Ucap Lathesia.


"Loh?. Urusan apa sepagi ini nak?". Tanya Bu Yuni heran.


"Bukan apa-apa ma". Ucap Lathesia lesu. Ia berniat untuk tidak memberi tahu ibunya. Karena mungkin ibunya akan membela Berli.


"Sayang, mama tahu kau sedang ada masalah. Kau tidak bisa menyembunyikan apapun dari mama. Sekarang, ceritakan pada mama.. Apa yang terjadi?". Tanya Bu Yuni lembut.

__ADS_1


"Tadi malam, aku melihat hal yang paling aku benci". Ucap Lathesia yang mulai kesal kembali.


"Hal apa sayang, ayo katakan.. ". Ucap Bu Yuni penuh pertanyaan.


"Aku melihat, Berli dan Felix sedang bersama. Felix membawa dia ke rumah nya dan mengantarnya pulang. Mereka terlihat dekat sekali. Felix sempat mengecup kepala nya. Apa artinya semua ini ma?. Mereka pasti punya hubungan kan?. Jadi selama ini, Berli hanya berpura-pura baik kepadaku. Aku membenci dia ma!. Aku sangat membenci nya!". Ucap Lathesia sambil mengepalkan kedua tangan nya. Sekarang Bu Yuni mengerti mengapa Lathesia begitu marah. Namun Bu Yuni masih bisa berpikir jernih.


"Lathesia sayang, kenapa kau berkata seperti itu?. Mungkin kau salah lihat nak. Berli kan sahabatmu, dia tidak mungkin mengkhiatanimu. Nak, mama tidak bermaksud untuk membela Berli, tetapi.. Apakah Berli tahu, tetang hubungan mu dengan Felix?. Jika tidak, mungkin ini yang harus terjadi nak. Kau tidak boleh menyimpan kebencian kepada siapapun. Karena, kebencian itu hanya akan meresahkan hatimu sayang". Tutur Bu Yuni penuh kelembutan.


"Sayang, mama tidak bermaksud untuk membelanya. Ayo, duduklah.. Kita selesaikan ini bersama-sama". Ucap Bu Yuni. Lathesia pun tak ingin melawan ibunya. Ia menuruti perkataan ibunya untuk duduk.


Bu Yuni berkata lembut sambil sesekali membelai rambut putri nya Itu. Tentu saja agar Lathesia tidak tersinggung.

__ADS_1


"Sekali lagi, mama katakan padamu.. Mama tidak bermaksud untuk membela Berli. Tapi sayang, sebelum kau membencinya.. Kau harus tahu kebenaran nya terlebih dahulu. Cari tahu mengapa mereka bisa bersama. Dan apakah Berli mengetahui persis kisah masalalumu dengan Felix atau tidak. Sayang, membenci manusia itu, ibaratkan kau menggenggam tangkai mawar berduri. Semakin kau menggenggam nya, semakin kau akan terluka. Begitu juga dengan membenci, semakin kau menyimpan kebencian, maka semakin tidak tenang hatimu. Terlebih kau membenci sahabatmu sendiri. Bukankah dia yang menolong mu tempo hari?. Lalu kau akan membencinya hanya karena hubungan yang bahkan kau sendiri belum tahu kebenaran nya?". Ucap Bu Yuni yang membuat Lathesia berpikir keras.


"Mama benar juga". Ucap Lathesia


"Jadi, lebih baik kau mencari tahu terlebih dahulu sayang. Mama harap, apapun kebenaran nya.. Kau tidak boleh menyimpan kebencian kepada siapapun ya. Kau adalah wanita baik, mama percaya itu". Ucap Bu Yuni lembut. Ia mulai melenggang, memberi waktu untuk Lathesia berpikir.


Bu Yuni pergi, dan Lathesia tinggal sendiri


"Baik. Aku akan memastikan apakah dugaanku benar atau tidak. Tetapi jika dugaanku benar.. Aku tidak se-naif mama untuk tidak membenci. Aku akan tetap membencimu dan memperjuangkan milikku Berli!".


Lagi-lagi ucapan Bu Yuni tak di dengar oleh Lathesia.

__ADS_1


__ADS_2