
Embun pagi mulai menyapa setiap insan di bumi. Dunia tempat nya lelah, kembali bekerja sebagaimana biasanya. Namun pagi ini seolah menjadi ancaman bagi wanita paruh baya itu. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya hari ini
"Aku tidak tahu kemana hidup akan membawaku. Bagaimana akhirnya nasib ku Ya Allah". Ucap Bu Inez yang mulai merasa resah
Toktoktok... Romi mengetuk pintu kamar nya yang terbuka
"Romi? Selamat pagi sayang.. ". Ucap Bu Inez menyapa Romi lebih dahulu
"Selamat pagi mama. Ayo turun. Kita sarapan bersama ma". Ucap Romi penuh kasih sayang
"Kau dengan kakak mu saja sarapan lebih dahulu. Mama masih banyak urusan". Ucap Bu Inez penuh senyuman menutupi keresahan nya
"Baiklah. Tetapi mama harus sarapan nanti. Dan ma.. Jika terjadi sesuatu katakanlah padaku. Telpon aku jika mama sedang berada dalam kesulitan". Ucap Romi penuh perhatian
"Tentu saja sayang. Kepada siapa lagi mama mengadu nasib selain padamu dan kakakmu". Ucap Bu Inez penuh kelembutan
__ADS_1
Romi berlalu pergi, dan meninggalkan tanda tanya besar dalam benak Bu Inez tentang perkataan nya
"Apa yang anakku katakan? Mengapa ia mengatakan seolah akan terjadi sesuatu padaku? Apa yang Romi ketahui? Apa Romi mengetahui sesuatu tentang ancaman itu?". Gumam Bu Inez. Keresahan nya kini kian menjadi
......................
"Felix benar. Hari ini lebih baik aku cuti saja. Rasanya aku tidak akan kuat jika memaksakan untuk bekerja". Gumam Berli yang baru saja terbangun dari tidur nya. Kegiatan semalam membuatnya tidur terlambat
"Sebenarnya jika libur seperti ini aku ingin mencari tahu tentang keberadaan adikku. Tetapi aku tidak kuat untuk bepergian. Dan kemana aku harus mencarinya?. Hak asuh itu.. Sebenarnya itu adalah kuncinya. Mengapa paman harus memberikan informasi yang tidak jelas? mengapa tidak berterus terang saja padaku". Gumam Berli kembali. Pikiran nya memang tengah bingung
......................
"Pak. Apa yang bapak cari?". Tanya Aditya mengekori kemana pandangan David terarah. Tentu terarah ke lorong itu. Pintu kaca ruangannya membuat siapa saja yang berada di ruangan itu bisa melihat ke lorong pintu masuk.
"Tidak Aditya. Aku pikir Berli tidak masuk hari ini. Entah mengapa ia tidak mengabariku". Jawab David berusaha baik baik saja
__ADS_1
"Bapak merindukan nya?". Ucap Aditya menggoda David
"Sudahlah.. ". Jawab David tersipu malu
......................
"Ma? Mengapa terburu buru? Ayo sarapan bersama kami". Ucap Romi yang melihat ibunya terburu buru pergi. Padahal Romi dam Felix tengah sarapan di meja makan. Entah mengapa ibunya tak berada bersana mereka pagi itu
"Tidak sayang. Mama sedang ada urusan. Mama akan kembali nanti. Kau sarapan saja bersama kakakmu. Felix.. Mama pergi yaa.. ". Ucap Bu Inez sambil tergesa gesa
"Hmm". Felix membalas nya dengan bergumam. Ia masih kesal dengan perilaku ibunya
"Kak. Menurutmu apa yang membuat mama terburu buru seperti itu?". Tanya Romi yang mulai cemas. Seketika ia mengingat ancaman itu. Ia merasa ada yang janggal
"Mungkin mama memiliki urusan mendesak. Itu saja". Jawab Felix dingin sambil menyantap makanan di depan nya
__ADS_1
"Apa ini ada hubungan nya dengan ancaman semalam? Kemana mama akan pergi? Siapa yang akan mama temui sepagi ini? Mengapa perasaanku begitu cemas". Batin Romi