
"Aku benar benar minta maaf Rom. Kemarin, saat kau dalam keadaan sulit, aku tidak ada bersamamu". Ucap Adelard saat mendengar kabar tentang Romi kemarin.
"Tidak apa. Lagipula semua sudah teratasi. Hanya saja aku harus lebih berhati - hati. Entah siapa yang tega melakukan hal keji ini". Balas Romi penuh pemikiran
"Tentu. Kau harus lebih berhati hati pada orang di sekitarmu". Ucap Adelard
"Kalian tidak ingin mengajakku berbincang juga?". Sahut Neel yang tiba tiba datang.
"Hai Bro.. ". Sapa Adelard merangkul Neel. Begitupun dengan Romi, tak luput dari balasan Neel.
"Kau kemana saja? sejak kemarin aku tidak melihatmu". Tanya Neel mengarahkan pandangan nya ke arah Adelard
"Aku ada sedikit urusan. Tapi sudahlah, semua sudah selesai. Oh ya, tentang masalah kemarin Rom, apa kau mencurigai seseorang?". Tanya Adelard ke arah Romi
"Tidak. Lagipula aku tidak mungkin mencurigai seseorang begitu saja. Itu sama saja dengan berprasangka buruk". Balas Romi
"Tapi Rom. Tidak ada salahnya jika kau mencurigai seseorang. Lagipula kejadian itu tidak mungkin terjadi begitu saja bukan?". Sahut Neel
"Andai aku mempunyai kekuatan untuk mengatakan bahwa aku mencurigaimu Neel". Romi membatin.
"Kalau begitu, kita harus lebih waspada". Sahut Adelard. Sementara Romi masih berputar dalam pikiran nya.
__ADS_1
"Oh ya, kemana Prianka? Sejak kemarin aku tidak melihatnya bersamamu Rom". Tanya Neel mengedarkan pandangan nya ke sekitar
"Entahlah, sejak kemarin aku lupa untuk mengabarinya. Aku juga lupa untuk menelpon nya. Sejak kemarin aku juga tidak bertemu dengan nya. Aku terlalu sibuk dengan masalahku". Ucap Romi yang seketika ingat pada kekasihnya itu.
"Segera kabari dia. Dia pasti sedang menunggumu". Sahut Adelard
......................
"Kita sudah sampai. Pulanglah. Alangkah baiknya kau tidak mengulang hal ini lagi". Ucap David ketus. Mereka kini sudah sampai di depan kediaman Jovanka
"Lagipula tidak ada yang menyuruhmu untuk menolongku". Balas Jovanka sambil merapihkan barang nya di mobil untuk segera turun
"Kau membuatku kesal. Sudahlah, terimakasih sudah menolongku". Ucap Jovanka sambil bergegas keluar dari mobil. Ia pergi begitu saja
"Dasar wanita aneh". Gumam David sambil memutar balik kemudi untuk segera pergi ke tempatnya bekerja.
......................
"Bekerjalah dengan baik Nona Berli". Ucap Felix seraya membuka helm yang masih terpasang di atas kepala Berli
"Baiklah Tuan tampan. Terimakasih banyak". Berli terkekeh
__ADS_1
"Ya sudah, pergilah. Jam makan siang nanti, kita akan makan bersama". Ucap Felix penuh senyuman
"Baiklah. Sampai nanti.. Semangat es batu.. ". Berli terkekeh menyemangati Felix
Felix hanya tersenyum. Kini Berli sudah melenggang untuk mendatangi tempatnya bekerja, karena arah tempat Felix dan Berli memang berbeda. Tentu karena Felix bekerja di ruang pribadinya. Sampai saat ini Berli belum mengetahui tentang status Felix si perusahaan ini.
......................
"Hari ini aku harus benar benar memastikan kecurigaanku. Apa wanita menyebalkan itu benar benar mempunyai hubungan dengan Felix?. Tidak. Jika itu terjadi.. Aghhh aku tidak ingin ia menjadi bagian dari keluargaku". Ucap Sherly dengan nada kesal. Ia kini bergegas untuk mendatangi Berli. Hari ini ia ingin memastikan kecurigaan nya.
Bruggg,,, tanpa sengaja ia menabrak tubuh pria kokoh yang ada di depan nya
"Nona Sherly? Maafkan aku. Kau tidak apa apa?". David terkejut. Karena ia pun sedang bergegas untuk ke ruangan nya.
"Tidak. Aku tidak apa apa". Balas Sherly sambil menepuk nepuk tangan nya
"Tetapi, ada keperluan apa Nona datang kemari? Mungkin saya bisa membantu". Ucap David
"Aku.. Tidak, aku hanya bosan saja. Jadi aku datang kemari. Kalau begitu aku pamit, sampai nanti". Ucap Sherly bingung akan menjawab apa. Karena ia memang tak mempunyai tujuan penting. Ia bergegas pergi sebelum David menghujaninya dengan pertanyaan.
"Aneh sekali". Gumam David yang melihat kepergian Sherly di koridor itu.
__ADS_1