DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 47 - Nomor Ponsel


__ADS_3

"Felix". Ucap Berli ragu untuk memulai percakapan. Mereka kini sedang menikmati makanan yang baru saja mereka pesan di warung makan itu


"Ya?". Jawab Felix sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Berli


"Bagaimana pekerjaanmu, maksud ku, kau bekerja di tempat yang sama dengan ku kan?". Tanya Berli gugup


"Tidak". Ucap Felix singkat untuk membuat Berli penasaran


"Lalu kenapa kau selalu ada di tempatku bekerja?". Tanya Berli penuh selidik


"Jalan jalan saja". Ucap Felix menahan tawa dalam hatinya


"Jalan jalan?, apa tidak ada tempat lain?". Tanya Berli heran


"Memang nya tidak boleh?". Jawab Felix


"Bukan begitu, apa kau tidak punya pekerjaan sendiri?. Maksud ku.....entahlah". Ucap Berli yang masih kebingungan


"Ada". Ucap Felix tersenyum tipis


"Bekerja apa?". Tanya Berli penuh selidik


"Menjadi tukang ojek pribadi mu". Ucap Felix tertawa tipis


"Huh". Ucap Berli menghela nafas dan tersenyum bahagia. Dalam hatinya ia benar benar bahagia karena bersama Felix seharian ini


"Kemarikan ponsel mu". Ucap Felix sambil mengulurkan tangan nya, membuat Berli terkejut


"Untuk apa?". Tanya Berli menatap Felix bingung


"Aku tidak akan menjualnya. Cepat". Ucap Felix. Berli memberikan ponsel nya dengan pemikiran nya yang masih bingung


"Cantik". Ucap Felix saat membuka ponsel Berli dan melihat foto yang menjadi walpaper di ponsel nya


"Apa?". Tanya Berli heran


"Ponselmu. Tentu saja". Ucap Felix menyembunyikan perasaan nya

__ADS_1


"Ohh"


"Sudah". Ucap Felix sambil memberikan kembali ponsel milik Berli


"Apa?". Ucap Berli yang masih bingung dengan apa yang Felix lakukan pada ponsel nya


"Lihat saja". Ucap Felix tersenyum menyeringai


"Apa? Haha kau sangat percaya diri". Ucap Berli sambil tertawa tipis saat melihat ada nomor ponsel Felix dengan nama kontak 'aktor tampan'. Tentu Felix yang memasukkan nomor ponsel nya sendiri ke ponsel Berli


"Hubungi aku jika kau merindukan aku". Ucap Felix sambil tersenyum tipis


"Untuk apa merindukan mu?". Ucap Berli tersenyum tipis. Dalam hatinya ia sangat bahagia karena mendapatkan nomor ponsel Felix tanpa harus meminta


"Paling tidak kirimkan pesan padaku, agar aku tahu jika kau membutuhkan ojek". Ucap Felix sambil tersenyum tipis


"Baiklah terimakasih, apa aku harus mengganti uang bensin mu?". Tanya Berli yang merasa hari ini ia telah merepotkan Felix


"Tentu saja, tidak ada yang gratis di dunia ini". Ucap Felix kembali mengerjai Berli


"Baiklah, berapa?". Tanya Berli sambil meraih dompet yang ada di tas nya


"Maksud mu?". Tanya Berli heran


"Nanti kau akan tahu". Jawab Felix sambil melanjutkan makan nya. Berli hanya terdiam keheranan


......................


"Bukankah ibu ini yang baru saja pulang dari rumah sakit ini beberapa hari yang lalu?". Tanya dokter yang menangani Bu Inez. Pasal nya, Bu Inez memang baru saja pulang beberapa hari yang lalu


"Iya dokter, tadi Bu Inez terjatuh dari kursi roda dan sempat sadar. Lalu pingsan kembali". Ucap Bi Esin panik


"Biar saya periksa". Ucap dokter yang langsung bergegas masuk ke ruangan untuk memeriksa keadaan Bu Inez


"Aduhh kenapa tuan Romi dan tuan Felix sama sama tidak bisa di hubungi". Ucap Bi Esin panik sambil kembali berusaha menghubungi mereka berdua


"Apa saya harus mengubungi nyonya Jovan?, ah iya pasti bisa". Bi Esin langsung mencari kontak telepon Jovanka, dan untung nya Jovanka pernah memberikan nya pada Bi Esin

__ADS_1


"Halo nyonya Jovan". Ucap Bi Esin saat telah mendapat jawaban dari Jovanka


"Iya, ada apa bi?". Tanya Jovanka di sebrang telepon


"Ibu pingsan nyonya, dan sekarang saya membawa nya ke rumah sakit lagi. Saya bingung nyonya, tuan Felix dan tuan Romi tidak ada di rumah dan sulit sekali di hubungi. Nyonya Jovan bisa membantu saya kan?". Pinta Bi Esin dengan nada panik nya


"Iya iya, saya kesana sekarang". Ucap Jovanka dan langsung bergegas pergi


'Menyebalkan, lagi lagi wanita tua itu merepotkan semua orang'. Batin Jovanka kesal


......................


"Kau sepertinya sangat menyukai tempat ini Romi?". Ucap Neel yang melihat Romi begitu menikmati tempat yang mereka kunjungi ini


"Iya haha, aku belum pernah ke tempat seperti ini. Air nya sangat sejuk". Ucap Romi sambil menyibak air yang ada di sisi kanan dan sisi kirinya. Ia kini tengah duduk di batu besar di tengah bendungan air terjun itu


"Apa selama hidupmu kau belum pernah main air hahaha". Sahut Adelard terkekeh


"Paling pantai, ah aku bosan. Ternyata disini lebih menyenangkan daripada pantai". Ucap Romi yang benar benar menikmati suasana tempat itu tanpa melihat sekali saja ponsel miliknya


"Lain kali kita ke tempat seperti ini lagi". Ucap Neel yang juga menikmati tempat itu


"Bukankah ini seru, ayo kita mengambil foto". Ucap Adelard sambil mengacungkan kamera di tangan nya. Mereka benar benar menikmati kebersamaan itu


......................


"Terimakasih Felix". Ucap Berli yang kini berada di teras rumah nya. Mereka memang sudah selesai melakukan aktivitasnya hari ini. Sampai akhirnya Felix mengantarkan Berli pulang sampai di depan rumah nya


"Bukan apa apa". Ucap Felix dingin namun hatinya begitu bahagia


"Apa kau ingin bertamu dulu?, silahkan". Ucap Berli mempersilahkan Felix untuk duduk


"Aku rasa sudah cukup, aku harus pulang". Ucap Felix berpamitan


"Baiklah sekali lagi terimakasih banyak". Ucap Berli sambil tersenyum


"Assalamualaikum". Ucap Felix berpamitan sambil tersenyum tipis

__ADS_1


"Waalaikumsalam, hati hati". Jawab Berli sambil tersenyum


'Tumben sekali dia mengucapkan salam hahah'. Batin Berli


__ADS_2