
"anii..udah siapp? sebentar lagi aku otw yaa". Teriak seorang wanita di sebrang telepon yang tak lain adalah Laura
"sebentar lagi..hmm sebenarnya ada sedikit masalah, aduh gimana ya bilang nya". Jawab Berli gugup saat hendak menjawab Laura
"ya sudah aku kesana sebentar lagi, sabar yaa, sampai ketemu nanti..dahhh". Pamit Laura di sebrang telepon. Ia sudah menduga bahwa sahabatnya ini bermasalah dengan pakaian yang akan ia kenakan. Makannya ia memutuskan untuk cepat cepat bergegas pergi ke tempat sahabatnya itu. Berli memang selalu bingung saat hendak bepergian, ia selalu saja bermasalah dengan pakaian yang akan kenakan, dan Laura sudah mengerti itu
Waktu menunjukan sudah pukul 10:20. Matahari mulai naik, tanda nya hari sudah siang. Berli sama sekali tidak lupa dengan janji nya kepada sahabat nya untuk pergi bersama. Namun, di balik itu ada kesulitan yang menimpa Berli di rumahnya.
__ADS_1
POV BERLI:
Aku sudah berusaha menyuruh nya pulang karena hari mulai siang. Aku ingat betul aku sudah membuat janji dengan sahabat ku Laura untuk pergi nonton bioskop atau entah, mungkin hanya berjalan jalan saja melepas rasa penat di kepala akibat tiap hari bekerja. Aku sudah berulang kali mengatakan pada nya aku akan pergi bersama teman ku, tapi ia tetap tidak mau pulang juga. Ia bertingkah seolah berada di rumah nya sendiri, ia merebahkan tubuh nya di kursi panjang yang berada di ruang tengah tepat depan TV. Ia menyalakan TV sambil terbaring di kursi ku seolah berada di rumah nya sendiri, ya....manusia yang keenakan nongkrong di rumah Berli itu, siapa lagi kalo bukan Babang Felix😋
"pulang sana, ga malu apa udah di usir sama tuan rumah, tapi masih betah juga?". Usir ku padanya, aku memang sedikit bercanda dengan ucapan ku, tapi lebih banyak serius nya hehe. Aku sudah menyuruh nya pulang dengan baik baik, tapi tetap saja ia betah di rumah ku, malah keasyikan nonton kartun di TV . Padahal kan dia bukan anak TK lagi hahaha aku sedikit heran melihat tingkahnya
"kenapa?". Jawab nya singkat sambil menoleh ke arah ku lalu berlalu lagi membalikan kepala nya menghadap TV
__ADS_1
"pintu nya di sana, apa harus di ajarkan juga cara berjalan keluar pintu?". Jawab nya dingin seolah tak ada beban padahal ini kan rumahku.
"benar benar es batu, bahkan saat cuaca panas begini tetap saja tidak mencair". Gerutu ku pelan saat melihat tingkahnya. Bahkan aku melihat ada sedikit senyuman di bibir nya. Apa dia mendengar ku? ah aku tidak peduli, aku hanya ingin ia cepat cepat kembali ke habitat asal nya.
Aku benar benar kesal, bagaimana aku akan pergi jika ia tetap berada di rumah ku. Ia seolah mencari posisi yang nyaman untuk tidur di kursi ku, dan nyaris tertidur. Aku yang menyadari itu langsung berusaha menegur nya agar tidak terlanjur tidur di sana.
"woii pulang sana jangan tidur disini". Ucap ku sambil menggoyangkan lengan nya agar ia tidak tidur.
__ADS_1
Aku terdiam saat retina ku bertemu dengan mata indah miliknya. Sungguh, sejak pertama kali bertemu sampai sekarang aku tidak pernah menatap nya dengan benar, ternyata dia benar benar tampan. Hatiku tak menentu menatap matanya, ya.. sekarang aku berada tepat di sisi nya, meskipun ia terbaring dan aku berdiri. Sosok itu benar benar terlihat sempurna saat mata nya sedikit terpejam, lalu terbuka saat aku membangunkannya. Ada rasa tak tega membangunkannya, ia seperti nyaman tidur di kursi itu hingga hampir terlelap tidur. Tapi bagaimana lagi? aku juga kan ingin keluar.
Aku terdiam menatapnya. Ia juga menatapku, entah apa yang aku pikirkan. Aku terdiam seribu bahasa hingga sesosok wanita di ambang pintu mengejutkan ku dengan teriak nya.