DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 16 - Kekecewaan David


__ADS_3

"assalamualaikum aniiii ayooo cepett kitttt...". Suara itu membuat dua insan yang sedang saling menatap terkejut hebat. Ya, itu adalah suara Laura yang kini tengah berada di ambang pintu kost an Berli. Laura tak kalah kaget saat melihat sahabat nya itu tengah bersama dengan seorang pria yang bahkan tidak Laura kenali. Saking terkejut nya, ia bahkan tidak meneruskan kata kata nya. Mata nya hanya terbelalak kaget dan bingung.


Felix yang semula terbaring, buru buru membenarkan posisinya menjadi berdiri. Ia berdiri tepat di sisi Berli


"waalaikumsalam.. hmm laa...maaf aku lama, ah ini perkenalkan, emm es batu". Ucap Berli gugup memperkenalkan Felix. Ya, bahkan sejauh ini Berli sama sekali belum mengetahui nama asli pria es batu yang selalu mengganggu nya itu


"hahahahaha kamu bicara apa? es batu? hahahahah bahkan pria setampan ini kamu sebut es batu?hahahah. apa tidak ada panggilan sayang yang lain?setidaknya sebut lah nama nya dengan benar". Jawab Laura yang tak berhenti menertawakan sahabat nya itu. Seketika pipi mulus Berli berubah menjadi kemerahan


"Felix". Ucap Felix, singkat. Ucapan nya juga membuat Berli kaget. Karena Berli juga baru mengetahui nama asli Felix


"ohh felix namanya". Ucap Berli sangat pelan. Namun terdengar oleh Laura


"kamu bahkan tidak tahu nama pacar mu sendiri?keterlaluan hahahah". Jawab Laura tidak berhenti menertawakan Berli


"Pacar? hah? mengetahui namanya saja bahkan baru detik ini. bagaimana bisa manusia es batu ini di sebut pacar". Ucap Berli dalam hati

__ADS_1


"hah? dia sama sekali bukan pacarku laa, kamu salah faham". Ucap Berli kaget mendengar tanggapan Laura mengenai Felix, ia berusaha menjelaskan kepada Laura


Felix yang menyaksikan itu, hanya tersenyum tipis melihat tingkah mereka. Ia sama sekali tidak keberatan di tuduh sebagai pacar Berli. Toh emang beneran suka,tapi gengsi aja buat ngaku xixixixixi


"ah udah udah kelamaan..ayo cepet berangkat, ajak aja pacar kamu. ini toh yang bikin lama". Ledek Laura sambil terkekeh sesekali melirik Felix


Tanpa mereka sadari seorang pria di ambang pintu sejak tadi menyimak pembicaraan mereka, ia benar benar kecewa atas apa yang ia dengar barusan.


"ekhemm, assalamuallaikum". Suara lantang itu berhasil menyita perhatian orang yang ada di dalam rumah. Ia adalah David Yuda Pratama. Ia sudah menelpon Berli beberapa kali namun tak kunjung ada jawaban. Sehingga ia memutuskan untuk datang langsung ke rumah Berli. Namun betapa kecewa nya saat ia telah sampai di ambang pintu, ia mendengar penuturan Laura bahwa pria yang tengah berada di rumah wanita yang ia cintai nya itu adalah kekasih nya.


"silahkan masuk pak". Sahut Laura. Laura yang tahu persis apa tujuan pak David datang ke rumah Berli hanya mempersilahkan nya masuk untuk duduk sambil kebingungan. Ia benar benar ingin mengintrogasi sahabat nya itu kenapa David bisa ada di rumah nya saat ia hendak akan pergi.


David hanya berusaha bersikap biasa saja, namun sebenarnya hati nya tak karuan. Bagaimana bisa pria itu ada di rumah wanita yang ia cintai, padahal ia sudah mengatakan akan menjemputnya. Tapi justru malah sama sekali tidak menjawab panggilan David. Pikiran David benar benar kalut, ia sangat ingin mengeluarkan amarah nya. Namun ia sadar, ia tidak memiliki hak untuk marah. Ah ini benar benar membuat David jengkel


POV DAVID :

__ADS_1


Sejak pagi aku menunggu nya menelpon ku. Aku sangat berharap hari ini aku bisa menghabiskan waktu yang tak banyak ini dengan sedikit hiburan di luar. Ya meskipun ia akan membawa teman wanita nya, bagiku sama sekali tidak masalah, yang penting aku bisa menikmati hari ini dengan nya. Umur ku memang agak berbeda jauh dengannya, tapi memang apa salah nya?. Setiap orang punya hak untuk menyukai siapapun. Waktu terus berjalan, matahari pun mulai naik, namun aku tak kunjung mendapat telepon atau hanya pemberitahuan chatt dari nya. Ia sama sekali tidak mengabariku tentang rencana hari ini. Hah, aku benar benar kesal di buat nya. Aku memutuskan untuk menelpon nya saja, mungkin saja ia kebablasan tidur sampai siang hari "pikir ku". Namun aku tak kunjung mendapat balasan juga. Bahkan ia sama sekali tidak mengangkat panggilan telepon ku. Aku berpikir mungkin ia sengaja tidak mengabariku agar aku tidak ikut, ada sedikit rasa kecewa di hatiku. Tapi aku kembali berpikir positif, mungkin ia benar benar belum bangun. Sampai beberapa kali panggilan ku tak kunjung mendapat jawaban, aku memutuskan untuk langsung datang ke rumah nya saja untuk memastikan apa ia lupa atau memang belum bangun.


Aku sudah siap dengan stelan celana chino, kemeja panjang, dan sepatu sneakers yang aku kenakan hari ini. Aku tidak mau terkesan formal karena hari ini adalah hari libur. Aku bergegas pergi dengan motor sport hitamku menuju rumah nya. Aku merasakan perasaan bahagia saat aku sudah sampai di depan rumah kost nya. Aku berjalan perlahan, namun saat mendekati ambang pintu, aku mendengar ia tengah berbicara dengan seorang wanita. Penuturan wanita itu benar benar membuatku kecewa. Apalagi, wajah pria itu terpampang nyata di depan ku. Aku berusaha meredam amarahku, karena aku sama sekali tidak punya hak untuk marah. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk bertamu saja sekalian, toh aku sudah berada di rumah nya. Aku melihat ekspresi wajah nya yang terkejut saat mendengarku mengucapkan salam. Siapa sebenarnya pria di samping nya itu?, jika memang ia pacar nya, kenapa tidak pernah mengatakan nya padaku?. Ingin rasanya aku mencercanya dengan beribu pertanyaan. Namun aku lebih memilih diam saat seorang temannya mempersilahkan ku duduk. Aku lebih memilih diam untuk menenangkan perasaanku, aku merasa tidak begitu yakin pria itu adalah pacar nya. Ia terlihat tenang tenang saja saat melihat ku datang, aku benar benar penasaran siapa sebenarnya pria itu. Apa mungkin sainganku akan bertambah?, bahkan Abian pun belum beres kenapa harus bertambah lagi?. Ah pikiranku benar benar kalut, hingga membuatku terdiam seribu bahasa.


VISUAL DAVID YUDA PRATAMA



Ini nihh visual nya Babang David๐Ÿ˜๐Ÿ˜,wahh terlihat mapan sekali yaa....๐Ÿ˜๐Ÿ˜meskipun umur nya lumayan berbeda jauh dengan Berli.David Yuda Pratama,kini telah menginjak usia 26 tahun. tapi tetep keliatan seger khaaaannnnn ini sihh tipe tipe idaman author ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ skuyyy lanjutt๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿค—๐Ÿค—


.


.


~ Di belahan Bumi yang lain

__ADS_1


"bagaimana cara ku meminta maaf padanya?aku benar benar menyesali perbuatanku.mungkin ia tidak akan pernah memaafkan kesalahku.ya tuhan..apa ini adalah karma untuk ku? " ucap seorang wanita di tengah isakan tangis nya.ia benar benar menyesali perbuatan nya di masa lalu terhadap seorang yang sangat mencintai nya.wanita cantik ini berusaha tetap tegar dalam keadaan nya yang saat ini sedang terpuruk.rasa sesal benar benar sempurna menyelimuti hati nya.


__ADS_2