
"Prianka.. Kau disini?". Ucap Neel terkejut saat mendapati Prianka berada di tempat yang sama dengan nya.
"Aku sudah mengetahui semuanya Neel". Jawab Prianka memalingkan pandangan nya ke sembarang arah
Mereka kini memang tengah berada di luar kantor kepolisian. Sedangkan sejak tadi, Adelard masih di mintai keterangan terhadap kasus yang di sandang nya
"Kau tahu.. Adelard tidak bersalah". Ucap Neel penuh pengertian
"Aku tahu Neel. Tetapi ini bukan saatnya. Biarkan semua berjalan apa adanya". Ucap Prianka sambil berlalu pergi. Yang di katakannya itu benar benar membuat Neel bingung
"Apa yang Prianka bicarakan? Adelard sama sekali tidak bersalah". Gumam Neel sambil mengacak kasar rambutnya
"Neel.. ". Teriak Adelard dari arah samping
"Adelard, kau bebas?". Tanya Neel terkejut
"Apa kau tahu siapa dalang di balik kecelakaan ayah Prianka?. Dia adalah Bryan". Ucap Adelard
"Bryan?. Lalu mengapa polisi membawamu kesini? Dan mengapa Prianka bertingkah sangat aneh". Ucap Neel yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi
__ADS_1
"Aku di panggil untuk menyelesaikan kasus ku dengan Bryan kemarin. Tempo hari ia menuduhku bukan? Maka ini balasan nya. Semua sudah terungkap. Bryan kini dalam pencarian polisi. Ia masih buron, karena melarikan diri". Jawab Adelard
"Syukurlah. Tetapi kemana Prianka pergi?". Tanya Neel
"Aku tidak tahu. Mungkin ia masih menyelesaikan urusan nya dengan pihak kepolisian. Biarkan saja dia menyelesaikan urusan nya". Jawab Adelard
"Baiklah. Akan lebih baik kita kembali ke kampus". Ajak Neel
......................
"Sial. Polisi sudah mulai mengetahui kebenaran nya. Aku harus pergi dari kota ini". Gumam Bryan yang kini tengah melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi
Kringg,, tiba tiba ponsel nya berbunyi. Tanda ada panggilan masuk
"Sial!". Kutuk Bryan saat mobilnya hampir saja oleng karena perasaan nya yang tak karuan
Darrrr,,,
Suara benturan keras kini mendominasi jalanan itu. Kecelakaan yang tak sempat terhindarkan kini sudah terjadi.
__ADS_1
......................
"Semoga hari mu menyenangkan Nyonya". Ucap seorang wanita yang suaranya nyaring terdengar.
"Bu Sherly?". Ucap Berli yang terkejut saat Sherly kini tengah berada di tempatnya bekerja
"Bu Inez memintamu bekerja lembur hari ini". Ucap Sherly ketus
"Maaf bu, tetapi hari ini belum saat nya bekerja lembur. Saya memiliki jadwal saya sendiri". Jawab Berli pelan
"Aku tidak peduli. Kau lakukan saja apa yang menjadi perintah bos mu. Tidak perlu banyak membantah!". Ucap Sherly penuh penekanan
Namun pandangan nya kini tiba tiba saja menangkap benda asing yang berada di pergelangan tangan lawan bicaranya. Ia terbelalak saat mendapati pemandangan itu
'Jam tangan itu? Seingatku Felix yang memakainya. Bagaimana bisa wanita ini memilikinya? Apa diam diam Felix dengan nya.. '. Sherly membatin sambil menatap lekat benda itu
"Permisi bu.. Apa ada masalah?". Ucap Berli yang membuat lamunan Sherly buyar
"Tidak". Ucap Sherly sambil berlalu pergi dengan pikiran nya yang benar benar kalut
__ADS_1
"Apa yang membuatnya terkejut seperti itu?". Gumam Berli yang menatap kepergian Sherly. Ia benar benar bingung dengan tingkah Sherly
"Jam tangan ini?. Aku lupa melepasnya. Pantas saja ia menatap lenganku". Ucap Berli yang sontak menyadari jam tangan itu. Ia berpikir mungkin Sherly mengeluarkan respon seperti itu karena jam tangan itu terlihat mahal. Namun sebenarnya lain daripada itu.