
"Selamat pagi Aditya..". Sapa David kepada rekan kerjanya
"Selamat pagi pak". Balas Aditya.
"Aditya, bagaimana menurutmu jika Bu Inez benar-benar akan memecat sebagian karyawan?. Aku pikir, dari beribu pekerja disini, jika kita tiba-tiba memecatnya.. Rasanya aku begitu kasihan. Populasi pengangguran pasti akan sangat meningkat". Ucap David.
"Aku juga berpikir seperti itu pak. Tapi.. Apakah Bu Inez sudah menangkap pelakunya?". Tanya Aditya.
"Belum. Sampai sekarang belum ada yang menemukan siapa pelaku sebenarnya. Aku yakin, pelakunya bukan orang biasa. Dia begitu cerdik dan sangat lihai menyabotase data digital.". Ucap David.
"Bapak benar. Kita harus lebih berhati-hati". Ucap Aditya.
......................
Hari mulai siang dan matahari sudah naik sempurna di langit.
"Kau, ikut aku.. ". Ucap seorang wanita penuh penekanan. Membuat Berli terheran.
__ADS_1
Ya, tentu tak lain dan tak bukan adalah Sherly. Entah ada apa ia tiba-tiba datang dan menemui Berli. Padahal, sebelumnya ia sudah tidak terlihat di perusahaan ini.
"A.. aku?". Berli melihat ke sekitar. Barangkali bukan ia yang di maksud.
"Ya. Tentu saja kau". Ucap Sherly menunjuk, sambil melenggang.
Berli yang terpanggil, ia mengikuti langkah Sherly. Entah kemana dia akan membawa nya.
Berli heran dengan apa yang di lakukan Sherly. Mengapa Sherly berjalan menuju ke lantai atas, yang sangat jarang terjamah manusia.
"Nona Sherly, kita akan kemana?. Untuk apa kita datang kesini?". Ucap Berli heran, saat setibanya ia di rooftop pabrik yang luas itu.
"Maaf nona, apa maksud anda membawa saya kesini?. Saya bisa membantu pekerjaan nona di bawah". Ucap Berli.
"Oh begitu?. Mulai sekarang, kau yang akan mengatur semua nya?". Ucap Sherly.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang nona katakan". Ucap Berli penuh pertanyaan.
__ADS_1
"Baiklah jika kau tidak mengerti, aku akan memberitahumu se detail mungkin". Sherly mendekatkan dirinya kepada Berli. Ia berdiri tepat di samping telinga nya.
"Lihatlah.. Perusahaan ini begitu luas bukan?. Berapa penghasilan yang di dapatkan dari perusahaan ini?. Tentu tak sebanding dengan upah yang kau dapat. Boleh ku beritahu?. Bahkan sepertinya, untuk membeli lahan nya saja, akan menghabiskan gaji mu seumur hidupmu". Ucap Sherly. Namun Berli tetap tidak mengerti.
"Nona, aku tahu aku bukanlah orang berada seperti nona. Tetapi apa maksud nona berkata seperti itu?". Ucap Berli. Ia heran, sekaligus merasa terhina.
"Kau pikir kau bisa merenggut semuanya, hanya karena kau sudah mendapatkan hati sepupuku, Felix?". Bisik Lathesia penuh penekanan.
Degggg. Darah Berli berdesir hebat saat mendengar ucapan Sherly.
"Apa kau pikir, dengan membuat Felix menyukaimu, kau akan menjadi nona besar pemilik perusahaan ini?. Jangan pernah bermimpi!. Seharusnya kau sadar, bahwa kau ada di level paling bawah, dan Felix ada di paling atas. Kau sama sekali tidak pantas menjadi pasangan dari sepupu ku. Aku yakin, kau mencintainya karena kau tahu bahwa dia adalah pewaris perusahaan ini!. Dasar wanita miskin tidak tahu diri!. Kau ingin mendapatkan harta dengan mudah, makan nya kau menggoda sepupu ku!. Wanita tak punya harga diri!. Tidak tahu malu!". Ucap Sherly penuh penekanan. Hati Berli begitu teriris mendengar nya.
"Cukup nona sherly. Aku tahu aku hanyalah wanita miskin sebatangkara. Aku tidak punya harta apapun, bahkan aku tidak punya keluarga. Tetapi bukan berarti aku akan diam saat seseorang menghinaku habis-habisan!. Aku dan Felix, kami saling mencintai. Dia datang padaku saat jauh sebelum aku tahu siapa dia sebenarnya. Kau tidak akan pernah mengerti hal yang berharga selain harta. Karena kau hidup bergelimang harta, kau tidak akan sadar bahwa kebahagiaan itu bukan selalu tentang kekayaan, uang dan uang. Sudah cukup aku bersabar dengan sikapmu selama ini. Tetapi untuk kali ini, maaf. Aku dan Felix sudah berjanji untuk selalu bersama. Dan kau tidak akan mengerti apapun. Jadi, upaya apapun yang kau lakukan untuk memisahkan kami, kami sama sekali tidak akan goyah. Hanya karena bibir lantangmu!.". Ucap Berli penuh perlawanan
"Beraninya kau!". Sherly hampir melayangkan tangan nya. Namun Berli langsung menyangkal tindakan nya.
"Kau ingin menamparku?. Hanya karena aku dan sepupu mu saling mencintai?. Apa hak mu sebenarnya nona Sherly?. Selama ini aku selalu menghargaimu, dan kau semakin semena-mena kepadaku. Aku tidak keberatan jika kau ingin mengadukan hal ini kepada pemilik perusahaan. Aku bahkan tidak takut jika kau akan memecatku!. Yang aku khawatirkan adalah, kau akan malu dengan tindakan rendah mu ini, hanya karena sifat buruk mu yang sudah mendarah daging". Ucap Berli. Ia menghempas tangan Sherly dari genggaman nya, dan melenggang meninggalkan Sherly. Meskipun hati nya begitu sakit, ia berusaha untuk tidak menangis di hadapan lawan nya ini.
__ADS_1
"Berani nya kau wanita miskin!. Aku akan membuatmu menyesal!". Umpat Sherly penuh amarah