
"Bagaimana bisa aku terlambat? Ya ampun, celaka aku". Gumam Berli yang baru saja terbangun dari tidurnya. Memang saat ini ia sudah terlambat setengah jam dari waktu yang tepat.
Tok tok tok,,, suara ketukan pintu itu membuat langkah Berli terhenti
"Siapa yang datang?". Gumam Berli yang langsung berhambur ke ambang pintu
"Paman?". Ucap Berli terkejut.
Berli benar benar terkejut dengan kedatangan paman nya yang selalu mengindar darinya. Saat ini ia benar benar tidak mengerti mengapa paman nya justru sengaja datang menemuinya.
"Paman, masuklah..". Ucap Berli
"Tidak, waktuku hanya sedikit. Aku hanya ingin memberitahu mu tentang adikmu. Adikmu, dia masih hidup. Ia sudah sukses, carilah dia. Aku yakin kau bisa. Tanpa aku memberitahumu. Jangan menghantuiku dengan rasa bersalah lagi Berli, aku mohon. Adikmu, dia masih hidup. Aku yang membuat kalian berpisah. Carilah dia. Ini, ambilah surat ini. Aku tidak ingin lagi". Ucap Indra dan langsung pergi begitu saja
"Paman.. Tunggu, setidaknya beritahu apa yang harus aku lakukan.. ". Teriak Berli dengan kebingungan yang menyelimutinya. Namun Indra sama sekali tak menghiraukan semua itu, ia langsung pergi dengan langkah seribunya.
__ADS_1
"Surat apa ini.. ". Gumam Berli yang langsung membuka amplop berisi surat itu
"Hak asuh?. Jadi adikku di asuh oleh seseorang? Di surat ini tertulis bahwa adikku hidup berkecukupan, dan hak asuh ini sudah permanen. Rida Raida? Siapa wanita yang mengasuh adikku?". Ucap Berli yang terkejut saat membaca surat itu. Namun ini adalah sebuah titik terang untuk menemukan adiknya.
"Aku harus mencari tahu, apa yang terjadi sebenarnya". Gumam Berli
'Setidaknya sebelum aku pergi, aku sudah memberitahukan semuanya padamu Berli. Aku harap kau akan mengerti nak'. Batin Indra sambil menyeka air matanya
......................
"Bagaimana dokter? Apa saya bisa pulang hari ini?". Tanya Romi penuh semangat. Ia sudah benar benar bosan berada di tempat itu.
"Lagipula apa yang membuatmu ingin sekali cepat pulang hm?". Sahut Felix tertawa renyah
"Aku hanya merindukan suasana rumah kak". Jawab Romi tersenyum
__ADS_1
"Baiklah, tuan sabar saja terlebih dahulu. Besok tuan akan di perbolehkan pulang". Jawab dokter kembali
"Baiklah, terimakasih dokter". Ucap Romi
"Ck.. Kau ini". Gumam Felix tersenyum
......................
"Kau harus ingat kartika, aku sudah membayarmu lebih dari yang kau mau. Jangan pernah berani macam macam padaku, sekali saja kau membuka mulutmu. Maka kau akan merasakan akibatnya". Ancam seorang wanita pagi ini pada Kartika, yang tak lain adalah bibi Berli.
"S.. Saya.. Berjanji, semua akan baik baik saja". Jawab Kartika penuh ketakutan
"Peringatkan kembali suamimu agar tidak berani macam macam. Aku ingin selamanya seperti ini, dan tidak ada yang berubah. Kau sudah menerima imbalan atas semua yang kau lakukan. Jadi sekarang lakukan saja tugasmu seperti seharusnya!". Ucap wanita itu penuh penegasan
"B.. Baik.. Nyonya.. ". Ucap Kartika dengan penuh kecemasan saat menatap mata wanita yang berada di hadapan nya itu
__ADS_1
"Bagus. Jangan sampai kau mengacaukan semuanya!". Ucap wanita itu sambil berlalu pergi. Hal ini benar benar membuat kartika takut sejadinya
"Aku harap Indra tidak akan gegabah lagi.. Wanita itu benar benar berbahaya". Gumam Kartika mengusap bibirnya. Ia benar benar khawatir akan melakukan kesalahan