DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 130 - Apa Yang Mama Sembunyikan


__ADS_3

Kringg,,, ponsel Prianka tiba tiba berbunyi. Seketika ia langsung keluar dari ruangan untuk mengangkat telpon itu


"Aku izin keluar sebentar". Ucap Priank kepada semua yanh berada di ruang tempat Romi di rawat


"Iya sayang". Jawab Bu Inez penuh kelembutan


"Hallo.. Bagaimana inspektur? Apa ada perkembangan untuk kasus ayahku?". Tanya Prianka bersemangat


"Menurut penyelidikan pelaku adalah seorang pria. Kami sudah mendapatkan petunjuk untuk kasus ini. Jika berkenan apa saudari bisa datang ke kantor polisi sekarang? Kami ingin membicarakan hal ini secara rinci". Ucap polisi di sebrang telpon


"Baiklah, sebentar lagi aku akan segera sampai". Ucap Prianka yang memutuskan untuk langsung berpamitan kepada Bu Inez dan pergi ke kantor polisi guna membicarakan kasus itu


......................


"Jadi Felix sudah memiliki pasangan? Calon istri maksudmu begitu?". Kejut Laura saat mendengar apa yang di ceritakan oleh sahabatnya Berli.

__ADS_1


Memang sejak tadi Laura sudah sampai di kediaman Berli, karena ia sudah pulang dari Bandung. Ia benar benar merindukan sahabatnya, jadi ia memutuskan untuk segera menemui Berli di rumahnya tanpa memberitahu terlebih dahulu. Sesampainya di rumah Berli, ia langsung menjadi pendengar setia dilema berat yang di alami Berli sekarang


"Ya.. Mungkin begitu. Seharusnya aku tidak terlalu membawa perasaan atas sikap baik nya kepadaku". Ucap Berli sambil menatap jam tangan couple yang Felix berikan tempo hari. Sejak kemarin ia sudah melepas dan menyimpannya di sebuah kotak.


"Kau tidak sepenuhnya salah, dan perasaanmu juga tidak salah. Semua terjadi begitu saja dan siapapun pasti akan memiliki respon sepertimu jika mendapat perlakuan seperti itu". Ucap Laura yang berusaha membantu kegelisahan Berli


"Kau benar. Tetapi sekarang aku harus melupakan nya bukan?". Ucap Berli tersenyum tipis


"Lalu bagaimana dengan Pak David? Kau akan menerimanya?". Tanya Laura penuh selidik


"Baiklah. Beri dirimu waktu untuk memikirkan semuanya. Jangan paksakan hatimu jika itu akan membuatmu berat. Dan jangan menerima seseorang hanya karena iba. Biar semuanya mengalir dengan apa adanya". Ucap Laura tersenyum memberi semangat untuk Berli


"Terimakasih.. Kau selalu ada untukku". Ucap Berli yang berhambur ke pelukan Laura


......................

__ADS_1


'Nak tolong ambilkan berkas Romi yang tertinggal. Mama lupa membawanya tadi, tolong ambilkan berkas itu di laci kamar mama ya. kau bawa saat kau datang kemari' . isi pesan yang Bu Inez tulis untuk Felix sesampainya di rumah


"Mama selalu saja melupakan barang penting". Gumam Felix yang baru saja membaca pesan itu.


Sejak tadi Felix memang sudah sampai di rumahnya. Begitu sampai, ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan setelah kembali ke kamar, ia langsung mendapat pesan dari ibunya. Tanpa menunggu lama, Feli langsung mencari berkas itu di kamar ibunya.


"Dimana mama menyimpan berkas itu". Gumam Felix yang berusaha mencari berkas itu. Namun tak kunjung menemukannya


Blugg,, tiba tiba Felix menjatuhkan berkas penting dalam sebuah map berwarna merah


"Apa berkas ini?". Ucap Felix sambil membuka isi map itu. Namun betapa terkejutnya ia saat membuka isi map tersebut. Bukan berkas berisi tentang kepentingan Romi, berkas itu justru adalah catatan kesehatan psikis Bu Inez.


"Jadi mama selama ini memiliki masalah psikis dan sering berkonsultasi dengan psikolog?. Kenapa mama menyembunyikan ini dari kami?". Ucap Felix saat membaca berkas itu. Ia juga menemukan kejanggalan di berkas itu


"Rida Raida? Siapa dia? Apa hubungannya dengan mama? Kenapa masalah psikis nya lebih parah daripada mama?. Sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh mama?". Gumam Felix yang benar benar tidak percaya dengan catatan yang di genggam nya.

__ADS_1


__ADS_2