DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 121 - Aku Bisa Melupakan Nya


__ADS_3

"Lian. Bagaimana? kita akan pergi sekarang?". Tanya David yang tiba tiba berada di tempat Berli bekerja. Kini Berli memang sedang mengemasi barangnya untuk keluar, karena sudah memasuki waktu pulang


"Pak David benar benar akan ikut?" . Tanya Berli ragu


"Tentu saja. Kemanapun kau pergi". Ucap David tersenyum


"Tapi saya hanya menjenguk adik Felix saja pak". Ucap Berli sungkan. Sebenarnya ia tidak ingin Felix melihatnya sedang bersama David


"Jadi kau tidak memperbolehkan aku ikut hm?".Tanya David lembut sambil tersenyum renyah. Ia mengerti apa yang Berli pikirkan


"Bukan begitu pak, saya hanya.. ". Ucap Berli bingung


"Tidak apa, ayo.. ". Ajak David sambil melenggangkan kakinya keluar. Tujuannya sekarang adalah ke parkiran untuk mengambil mobil pribadi yang akan di naiki bersama wanita idaman nya itu


......................


"Prianka, jika tidak keberatan tolong antarkan ibuku pulang. Biar aku yang menunggu Romi disini". Ucap Felix yang sudah tak tega melihat keadaan ibunya yang seperti sudah lelah memikirkan kesehatan Romi. Dan kebetulan hari sudah mulai petang.


"Mama disini saja, mama tidak ingin pulang". Ucap Bu Inez dengan pandangannya yang kabur entah sedang memikirkan apa

__ADS_1


"Tetapi hari sudah mulai petang ma, biar Felix berjaga disini. Mama istirahat di rumah, besok mama boleh kembali kesini. Kesehatan mama juga sama pentingnya". Ucap Felix penuh perhatian


"Iya tan, ayo.... Besok kita kemari lagi". Bujuk Prianka


"Lalu bagaimana kau sendiri disini nak?". Tanya Bu Inez yang juga mengkhawatirkan Felix. Karena mungkin ia akan sendiri, sejak tadi Adelard dan Neel sudah berpamitan untuk pulang


"Jangan khawatikan aku. Ayo, sekarang mama pulang saja bersama Prianka". Ucap Felix


"Baiklah, kau baik baik disini ya nak. Kabari jika terjadi sesuatu". Ucap Bu Inez yang hendak pergi


"Iya ma". Ucap Felix tersenyum


"Baik, aku titip ibuku padamu". Ucap Felix


......................


"Apa kau mempunyai firasat tentang siapa dalang di balik kecelakaan Romi?". Tanya Neel yang kini berada di teras rumah Adelard. Mereka memang memutuskan untuk berbincang sejenak setelah pergi dari rumah sakit itu. Karena jika mereka membicarakannya di hadapan Bu Inez, mungkin ini akan menjadi masalah


"Apa mungkin Bryan?". Ucap Adelard

__ADS_1


"Aku sempat berfikir kesana. Tapi untuk apa ia melakukannya? Apa skors Romi belum membuatnya puas?". Bantah Neel


"Aku tidak tahu Neel. Tapi hal ini harus benar benar kita selidiki. Tentu Bryan akan menjadi list utama dari pencarian kita". Ucap Adelard


"Kau benar, kita akan mencari tahu ini besok di kampus". Balas Neel


......................


"Apa kau lelah? Kenapa hanya diam saja?". Ucap David memecah keheningan di dalam mobil itu. Karena sejak tadi Berli hanya diam saja


"Tidak pak, saya tidak apa apa". Jawab Berli tersenyum


"Sudahlah, jangan formal seperti itu. Anggap saja aku temanmu". Ucap David tersenyum


"Ah iya pak". Jawab Berli sungkan


'Apa itu mobil milik Bu Inez?'. Gumam David dalam hati saat tak sengaja berpapasan dengan mobil Bu Inez. Jarak nya sekarang denga rumah sakit sudah mulai dekat


'Bagaimana jika Felix melihatku datang bersama Pak David. Apa ia akan cemburu?. Tapi.... Tidak, untuk apa Felix cemburu, kalau bahkan dia memiliki kekasih di luar sana. Ya, kau bisa Berli. Kau bisa melupakannya. Kali ini saja aku mendatanginya'. Gumam Berli dalam lamunannya

__ADS_1


__ADS_2