DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 88 - Wanita Baik Baik


__ADS_3

"Sherly hampir saja menyusahkan ku. Aku benar benar tidak mengerti dengan sikap nya". Gerutu Felix yang kini sudah berada di ruangan pribadinya.


Ia sangat ingin meluapkan amarah nya kepada Sherly, namun ia takut akan menambah masalah.


Drtttt,, tiba tiba ponsel Felix berbunyi. Tanda ada panggilan masuk


"Ya, katakan ada apa". Jawab Felix dingin kepada seorang wanita di sebrang telpon


"Felix, apa kau sudah makan siang?". Ucap Jovanka penuh perhatian di sebrang telpon


"Apa pentingnya untuk mu?". Jawab Felix ketus


"Tentu saja penting, kau calon suamiku. Aku harus memperhatikan mu bukan?". Jawab Prianka percaya diri


"Terserah". Jawab Felix dingin dan hampir menutup telpon nya. Namun di tahan oleh Jovanka


"Felix, tadi aku dan ibumu ke rumah mu. Secepatnya kita akan bertunangan sayangg". Ucap Jovanka manja di sebrang telpon


"Kau bertunangan saja sendiri. Aku tidak sudi". Ucap Felix sontak menutup telpon nya

__ADS_1


"Apa apaan ini?, apa mama sudah merencanakan ini semua?, aku sudah mengatakan nya beberapa kali. Benar benar keterlaluan!". Gerutu Felix penuh amarah. Jovanka selalu saja mendesak untuk bersamanya


......................


"Anak mama sangat cantik". Ucap Bu Yuni sambil memeluk putrinya dari belakang.


Bu Yuni memang tengah berada di kamar putrinya yang tak lain adalah Lathesia. Ia melihat Lathesia sedang berdandan cantik di meja rias nya


"Tidak ma, Lathesia hanya ingin melihat warna sedikit saja di wajah ini. Agar semua tidak gelap seperti hidup Lathesia". Jawab Lathesia penuh keputusasaan.


"Apa yang kau katakan sayang?, tentu hidupmu akan cerah. Ada mama, papa, adikmu, dan di luar sana.... Banyak sekali yang mencintaimu. Pria mana yang tidak akan tertarik dengan gadis mama yang cantik ini". Ucap Bu Yuni mencoba menghibur putrinya sambil menyapu lembut dagu mulus nya


"Itu ujian untuk mu sayang. Badai sudah berlalu, ini saat nya kau memperbaiki semuanya. Jangan terpuruk di masalalu". Ucap Bu Yuni memeluk erat putrinya. Ia berusaha menahan air matanya untuk jatuh


"Apa masih ada pria yang mau kepada Lathesia setelah semua ini?, pasti tidak akan ada satupun pria..". Ucap Lathesia di tengah isakan nya. Namun langsung di sambat oleh Bu Yuni


"Ssstt,,,, mama tidak ingin mendengar itu sayang. Jangan menyakiti hati mama dengan perkataan mu itu. Dengar sayang, akan ada saatnya nanti kau bertemu pria yang menerimamu apa adanya. Dia akan menerima kurang mu dan tak akan mengungkit kekurangan mu, apalagi masalalu mu. Suatu saat nanti orang yang tepat itu akan datang di hidupmu sayang". Ucap Bu Yuni berusaha menenangkan


"Bahkan aku bukanlah wanita baik baik..". Ucap Lathesia menangis tersedu sedu

__ADS_1


"Kau wanita baik baik sayang, ibu membesarkan mu. Dunia yang menghancurkan mu. Ayo sayang, bangkit lah". Ucap Bu Yuni yang tak bisa menahan air matanya lagi.


Kini cairan bening itu lolos di matanya. Sontak ia langsung menghapus nya agar putrinya tak melihat kesedihan nya.


......................


"Adelard, aku tahu kau sedang mengalami masalah. Entah itu apa, tapi kau tidak bisa menyembunyikan nya lagi dariku". Ucap Neel yang membuyarkan lamunan Adelard. Mereka memang masih belum beranjak dari pemakaman itu


"Ya, pada akhirnya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu Neel". Ucap Adelard sambil menyeka air matanya


"Baiklah, ayo. Disini bukanlah tempat yang tepat. Aku akan mendengar apapun masalah mu". Ucap Neel dan langsung merangkul pundak sahabatnya untuk pergi.


Mereka pun segera bergegas pergi dari tempat itu.


......................


"Baiklah, pekerjaanku sudah hampir selesai. Aku jadi tidak sabar, kemana Felix akan membawaku malam ini?. Ah aku harus mengenakan pakaian apa?, ah apa saja yang penting sopan. Duhh mengapa aku jadi tidak sabaran begini haha". Gerutu Berli yang masih mengerjakan pekerjaan yang tinggal sedikit ini. Sebentar lagi waktu pulang akan tiba, ia sibuk memikirkan malam nanti


'Apa yang kau pikirkan Abian?, bukankah melihat nya bahagia adalah keinginan mu?. Tetapi mengapa rasanya sangat berat untuk melepaskan mu Berli?. Aku mencintaimu. Tetapi melihatmu bahagia dengan nya, berat sekali rasanya. Aku hanya berharap semoga kau selalu tersenyum seperti itu. Tangisan mu yang aku sebabkan hari itu, biarlah menjadi yang terakhir aku menyakitimu'. Batin Abian yang sejak tadi menatap keberadaan Berli. Ia memperhatikan setiap inchi dari senyuman Berli hari ini. Ia memperhatikan nya diam diam di balik pintu, dan berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2