
"Kak, tetaplah bertahan setidaknya demi ayah. Ia pasti sangat tersiksa melihat keadaanmu seperti ini". Ucap Adelard kepada kakak perempuan nya yaitu Lathesia Arrora
"Aku tidak tahu". Jawab Lathesia sambil menahan kesedihannya
"Aku akan membantu dan selalu menjaga kakak". Ucap Adelard menenangkan pikiran kakaknya
"Hidupku sudah hancur Rio, untuk apa aku bertahan". Ucap Lathesia di tengah isakan nya
"Hidup mu tidak hancur kak, kau hanya sedang di uji. Suatu saat nanti kebahagiaan pasti datang kepadamu". Ucap Adelard memberikan semangat kepada Lathesia.
Lathesia memang tengah frustasi dengan kejadian malang yang menimpanya. Ia benar benar terpuruk sampai sampai ia selalu berusaha untuk mengakhiri hidupnya
......................
"Oh tuan putri sudah datang rupanya". Ucap Sherly yang kini sudah berada di tempat Berli bekerja
"Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Berli ramah. Ia hanya tidak ingin bermasalah dengan Sherly
"Untuk apa?. Pekerjaan mu selalu acak acakan. Kemarin hanya di suruh ke gudang saja kau malah tidak becus. Hah bahkan hal sekecil itu pun kau tidak bisa menanganinya". Ujar Sherly penuh kebencian
"Mohon maaf bu sebelumnya, tetapi saya tidak tahu kenapa tiba tiba pintu gudang terkunci. Disana tidak ada ventilasi udara dan gelap. Saya tidak bisa bernafas, dan saat Aditya menolong saya, saya benar benar lemas". Ujar Berli menjelaskan
"Itu alasan kamu saja agar cepat cepat pulang kan". Ujar Sherly tidak percaya
__ADS_1
"Tidak seperti itu bu". Ujar Berli menyangkal perkataan Sherly
"Baik lah, berarti jam lembur kemarin akan di tarik jadi hari ini. Hari ini kau lembur". Ucap Sherly sambil berlalu pergi
"Huh lagi lagi". Ucap Berli mengeluh pada dirinya sendiri
"Hai Lian". Sapaan hangat pria itu terdengar di telinga Berli. Siapa lagi jika bukan David
"Selamat pagi pak". Jawab Berli sambil tersenyum ramah
"Kemarin aku tidak bertemu denganmu, aku merindukan mu hehe". Ucap David tersenyum
"Ehh hehe iyaa pak". Jawab Berli. Ia benar benar bingung harus menjawab apa
"Tapi pak". Ucap Berli bingung
"Tidak apa apa, kita makan di kantin saja. Saya mohon, kali ini jangan menolak ya". Pinta David kembali penuh harap
"Baik pak". Jawab Berli pelan. Ia bingung bagaimana caranya untuk menolak, namun ia tidak bisa mengabaikan permintaan David begitu saja, karena mungkin ia juga tidak akan ada teman untuk makan siang nanti
David berlalu pergi dengan perasaan bahagia di hatinya. Akhirnya keinginan nya berhasil untuk makan siang bersama Berli.
Berli hanya terpaku menatap kepergian David yang bahagia.
__ADS_1
......................
"Akhirnya mama pulang juga". Ucap Bu Inez bahagia, karena hari ini ia sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit
"Iyaa ma, sehat sehat ya". Ujar Felix lembut sambil mengecup kening ibunya
"Wahhh Romi pasti makan enak lagi kann". Ucao Romi bergurau kepada ibunya. Memang selama Bu Inez di rumah sakit, Romi merindukan masakan ibunya
"Iyaa sayang, nanti kalo mama udah pulih. Mama bakal masakin kamu kok". Ujar Bu Inez penuh kebahagiaan
"Assalamualaikum". Suara itu tiba tiba terdengar di ambang pintu. Pemilik suara itu tak lain adalah Neel
Betapa terkejut nya saat Romi melihat kedatangan Neel di ambang pintu. Kecurigaan dan kebingungan tersirat di wajah tampan Romi. Ia benar benar bingung harus bersikap seperti apa menghadapi Neel
"Waalaikumsalam, ganteng nya tante. Ayo sini nak". Jawab Bu Inez bahagia dengan kedatangan Neel
"Maafkan Neel tante, Neel tidak bisa menjenguk tante saat tante di rumah sakit". Ujar Neel. Ini benar benar membuat Romi dan Felix curiga. Romi hanya terdiam dengan lamunannya
"Tidak masalah Neel, ayo duduk. Romi, heh kamu itu bagaimana sih teman mu datang dan kau hanya diam saja". Ujar Bu Inez yang masih menatap sikap Romi
"Ayo Neel duduklah". Ujar Felix, ia berusaha meredam kecurigaannya
"Ah iya, Neel ayo duduklah". Sahut Romi yang berusaha tenang
__ADS_1