DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 196 - Luka


__ADS_3

"Suster, berikan suntikan itu, kita harus menjahit luka nya". Ucap seorang dokter di dalam ruangan gawat darurat.


Sejak tadi Felix memang sudah di tangani dokter di rumah sakit itu. Warga mengantarnya untuk mendapatkan perawatan. Namun, sampai saat ini belum ada siapapun keluarga yang datang untuk menjenguk Felix.


"Pak, saya akan datang ke alamat ini. Saya akan mengabari keluarga korban". Ucap seorang warga kepada salah seorang pria yang membawa Felix kemari.


"Baiklah, segera kabari mereka. Kasihan anak ini". Ucap seorang pria yang menolong Felix.


Pria itu akhirnya bergegas untuk mendatangi alamat kediaman Felix yang tertera di kartu identitas miliknya.


......................


"Dugaanku benar. Felix tidak datang, dan mungkin tidak akan menghubungiku lagi". Gumam Berli saat membuka ponselnya namun tidak ada sedikitpun kabar dari Felix


"Kak Berli?". Ucap Aditya yang tiba tiba datang


"Aditya, ada apa?". Seketika Berli menoleh

__ADS_1


"Apa kakak baik-baik saja?". Tanya Aditya ragu


"Aku baik-baik saja. Ada apa hmm?". Ucap Berli dengan wajah ceria. Ia tidak ingin Aditya curiga dengan apa yang di alami nya.


"Kak, aku memang tidak tahu apa apa tentang masalah kakak dan kak Felix, hanya saja.. Tadi kak Felix mencari kakak, ia ingin meminta maaf padamu. Apa masalah kalian sudah selesai?". Tanya Aditya penuh keraguan. Namun ini perlu di sampaikan


"Tidak Aditya, kami belum bertemu. Dia mencariku? untuk apa?". Ucap Berli yang sedikit terkejut saat mendengar penuturan Aditya.


"Mungkin saja ia merasa bersalah atas masalah yang terjadi pada kalian kak. Kenapa kakak belum menemuinya juga?. Dia sangat mencemaskanmu kak". Ucap Aditya


"Kalau begitu mengapa sampai saat ini ia belum menemuiku juga? Sejak tadi aku menunggunya". Ucap Berli yang kesal.


"Urusan dengan Ibunya?. Apa Ibunya adalah Bu Inez?. Apa Felix benar-benar pemilik perusahaan ini?". Berli membatin


"Kak, kau mendengarku?". Ucap Aditya


"Ah iya, Aditya. Baiklah, terimakasih. Aku akan menemuinya sepulang nanti. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu ya". Ucap Berli. Ia tidak ingin menyita waktu bekerja Aditya. Ia lebih memilih memendam beribu pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah Kak, kalau begitu aku kembali bekerja. Sampai nanti.. ". Ucap Aditya berpamitan, ia kembali melenggang ke tempatnya bekerja.


"Sampai nanti.. ". Balas Berli tersenyum. Namun lain di hatinya.


"Setelah bertemu wanita itu, Felix langsung pergi dengan alasan menemui Ibunya untuk suatu urusan. Apa mereka sedang bertemu?. Apa wanita itu di pertemukan dengan Ibu Felix?. Apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak mengerti.". Ucap Berli, terheran. Ia menyimpan banyak pertanyaan di kepala nya.


......................


"Apa? Tuan Felix?". Ucap Bi Esin terkejut di ambang pintu, saat seseorang datang membawa kabar buruk tentang majikan nya.


"Iya bu, beliau sedang mendapatkan perawat di rumah sakit. Alangkah baiknya ada keluarga yang menemani". Ucap Pria itu.


"Esin, ada apa? Siapa Pria itu?". Ucap Bu Inez yang baru saja datang menghampiri ambang pintu. Ia hendak bertanya pada Bi Esin.


"Tuan Felix kecelakaan Nyonya". Ucap Bi Esin dengan bergetar. Ia merasa syok dengan kabar ini. Begitu juga dengan Bu Inez, yang tak kalah terkejut.


"Apa? Dimana dia sekarang? Bagaimana keadaan anakku?". Seketika air mata Bu Inez mengalir begitu saja. Ia begitu terkejut mendengar kabar ini.

__ADS_1


"Tuan muda sudah di larikan ke rumah sakit Nyonya, ayo.. Saya antarkan". Ucap Pria itu.


Tanpa basa basi, mereka langsung bergegas menuju rumah sakit.


__ADS_2