
"Untuk jawaban itu, kau tidak perlu terburu buru. Aku siap menerima apapun dan kapanpun jawaban mu Lian". Ucap David saat mereka sudah selesai menyantap hidangan yang sudah disiapkan nya.
Situasi canggung ini benar benar membuat Berli kesulitan. Jangankan memikirkan jawaban yang akan di berikan kepada David, bahkan sekarang Berli hanya ingin pulang dan merenungi semuanya.
"Iya pak. Saya.. Maksudku, aku.. Aku butuh waktu". Jawab Berli canggung
"Aku mengerti. Ah sudahlah, apa kau ingin pergi ke suatu tempat? Aku akan mengantarmu. Lagi pula hari masih siang". Ucap David penuh senyuman. Sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan hari ini berkencan dengan Berli
"Sepertinya sudah cukup pak. Aku akan pulang saja, lagipula aku masih memiliki pekerjaan di rumah". Jawab Berli dengan nada canggung nya
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang. Tapi dengan satu syarat.. ". Ucap David yang membuat Berli terkejut
"Syarat? Syarat apa pak?". Tanya Berli heran
"Panggil aku David". Ucap David tersenyum
__ADS_1
"Tetapi.. Menurutku itu tidak sopan pak". Bantah Berli
"Aku senang jika kau memanggilku seperti itu. Lagipula kita di luar tempat bekerja, itu bebas bebas saja. Aku sama sekali tidak keberatan Lian..". Ucap David penuh pengertian
"Baiklah pak, em.. David.. ". Ucap Berli canggung
"Nah.. Aku senang mendengarnya..". Ucap David tersenyum lebar. Di balas oleh senyuman manis Berli
......................
"Lalu bagaimana keadaan Romi sekarang?". Tanya Bu Delli yang tak lain adalah ibu kandung Jovanka. Mereka memang tengah berbincang di ruangan utama rumahnya.
"Tetapi kau harus memanfaatkan situasi ini sayang. Ini benar benar peluang yang bagus". Ucap Bu Delli tersenyum menyeringai penuh arti
"Ya.. Anak mama ini memang pandai memanfaatkan situasi. Jadi mama tenang saja". Jawab Jovanka tersenyum menyeringai
__ADS_1
"Mama lupa mengabari ayah mu. Sekarang mama akan menelponnya". Ucap Bu Delli yanh segera menyambar ponsel di laci. Ia lupa mengabari hal ini kepada suaminya yang tak lain adalah Smith
......................
"Bagaimana keadaan paman sekarang?. Apa selama aku tinggal di rumah kost terjadi sesuatu disini?". Tanya Aditya kepada sang paman yang tak lain adalah Idris Adamar.
Memang selama beberapa bulan ini Aditya sudah tinggal di rumah kost nya. Sehingga ia terpaksa meninggalkan paman nya seorang diri. Ia selalu mengunjunginya jika hari libur bekerja saja.
"Paman baik baik saja nak. Kau fokus saja pada pekerjaan mu". Jawab Pak Idris
"Aku tidak tahu bagaimana akhirnya. Yang jelas aku benar benar bingung sekarang". Ucap Aditya
"Apa yang membuatmu bingung?". Tanya sang paman
"Tentang Bu Rida. Aku ingin sekali mendapatkan bukti yang kuat". Ucap Aditya sambil berpikir keras
__ADS_1
"Sepandai pandai nya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai pandai nya seseorang menyembunyikan kejahatan, pasti akan terungkap juga. Paman harap kau tidak akan gegabah dalam bertindak nak. Ingat, ada risiko di balik setiap perbuatan. Kau harus bersiap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi dalam hidupmu. Dan jika keinginanmu gagal, maka jangan paksakan hatimu untuk terus menuruti ego mu". Ucap Pak Idris penuh pengertian.
"Paman adalah paman sekaligus orangtua untukku. Aku bersyukur memiliki paman di dunia ini. Terimakasih paman, semua pepatahmu akan menjadi bekal hidupku". Ucap Aditya sambil berhambur ke pelukan paman nya