
"Yang benar saja?, kau memintaku untuk mengambil motormu disini. Tapi apa?, sekarang saat kita sudah sampai sini. Ternyata ban motormu bocor". Protes David
Mereka memang sudah sampai di tempat motor Felix terparkir. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, lagi lagi mereka di kecewakan karena ternyata ada yang membuat ban motor Felix bocor
"Mana aku tahu jika seperti ini, tadi motorku baik baik saja". Jawab Felix sambil mengecek keadaan motornya
"Lalu kita akan mendorong motormu sama seperti kita mendorong mobilku tadi?, aku bersumpah hari ini adalah hari paling sial dalam hidupku". Ucap David menggerutuki nasib nya
"Hahahahahah kasian deh elu hahaha". Ucap segerombol anak kecil lalaki laki yang sedang bergelayut di atas pohon tepat di atas kedua pria itu berdiri
"Apa kalian yang membuat ban motorku bocor?". Tanya Felix yang sontak memalingkan pandangan nya ke sumber suara yang tak lain adalah di atas kepalanya
"Lain kali jangan parkir sembarangan paman hahahah". Ucap salah satu anak kecil itu
"Benar benar menyebalkan. Anak anak itu sangat nakal". Ucap David
"Sudahlah, tidak mungkin kita akan memarahi mereka satu per satu. Ini seperti timbal balik, kau harus membantuku mendorong motor ini ke bengkel tadi". Ucap Felix
"Yang benar saja, kita kesini untuk mencari solusi, tapi justru kita malah di hadapkan dengan masalah baru". Protes David sambil mulai mendorong motor Felix
Felix hanya terkekeh mendengar protes pria yang menjadi saingannya ini.
"Apa kau tahu?, sepertinya hari ini aku tidak akan datang ke tempat bekerjaku hanya karena masalah kendaraan". Protes David di tengah kegiatan mendorong motornya
"Kau pikir hanya kau yang memiliki pekerjaan?". Jawab Felix singkat
"Aku pikir kau pengangguran haha". Ucap David
"Terserah kau saja". Balas Felix
__ADS_1
"Bodoh, kenapa sejak tadi aku tidak memesan taksi online". Ucap David yang baru saja teringat. Sontak ia melepaskan genggaman nya dari motor Felix
"Kau memang bodoh kutu. Tapi apa kau akan kabur sekarang?, oh tidak bisa. Motorku masih harus kau pertanggung jawabkan". Jawab Felix tersenyum menyeringai
"Aku hanya berdoa semoga bos ku tidak memecatku karena pengangguran sepertimu". Ucap David yang sampai saat ini belum mengetahui bahwa Felix lah bos nya. Felix hanya menahan tawa mendengar penuturan nya
......................
"Ini sudah siang, kenapa Pak David belum datang?, apa ia tidak akan datang?, tapi kenapa tidak mengatakan nya padaku?". Ucap Aditya yang sedari tadi tidak melihat keberadaan atasannya ini.
"Aku harus memastikannya. Bisa jadi Pak David sedang di tempat karyawan". Ucap Aditya kembali sambil keluar dari ruangan nya untuk memastikan keberadaan David
"Kak Berli..". Panggil Aditya saat matanya melihat Berli tak jauh dari tempatnya berdiri
"Aditya, ada apa?". Tanya Berli yang langsung menghampirinya
"Apa kakak melihat Pak David?, ini sudah siang tapi Pak David belum sampai juga". Ucap Aditya cemas
'Kemana mereka sampai saat ini'. Batin Berli
"Iya kak". Jawab Aditya
"Coba kau tunggu beberapa saat lagi. Pak David pasti akan segera sampai. Mungkin dia mengalami kemacetan". Ucap Berli yang sebenarnya pikirannya di penuhi kecemasan
'Ya ampun apa mereka mengalami kecelakaan?'. Batin Berli, pikiran negatif itu datang lagi
"Baiklah kak, jika kakak melihat Pak David tolong langsung kabari aku ya". Ucap Aditya
"Baiklah Aditya". Jawab Berli tersenyum menyembunyikan kecemasannya. Ia tak mau memberikan informasi yang belum benar adanya kepada Aditya
__ADS_1
......................
'Apa ini adalah sebuah hukuman darimu Ya Allah?, hidupku sudah cukup, tetapi aku tidak merasakan kebahagiaan yang seharusnya aku rasakan di masa tua ku. Aku berharap umurku masih panjang, agar aku bisa melihat kebahagiaan anak anak ku kelak'. Ucap Bu Inez sambil menatap nanar jendela kamar nya. Saat ini Bu Inez memang sedang duduk di sofa kamarnya. Karena ia sudah merasa lebih baik
"Bu, apa Ibu ingin cemilan atau buah buahan?". Ucap seorang wanita yang mengejutkan lamunan Bu Inez
"Tidak bi, bibi kerjakan saja pekerjaan lain. Saya hanya ingin duduk disini bi". Jawab Bu Inez yang masih belum memalingkan pandangannya
"Baiklah bu, saya harap ibu tidak sedang memikirkan hal hal yang membuat ibu terbebani". Ucap Bi Esin yang melihat kesedihan atas sikap majikan nya itu
"Tidak bi". Ucap Bu Inez mengarahkan pandangannya ke arah Bi Esin sambil tersenyum.
"Baiklah bu, saya permisi. Jika ibu butuh sesuatu panggil saja ya bu". Ucap Bi Esin berpamitan. Di balas senyuman Bu Inez
......................
"Ayo, dorong lagi". Ucap Felix yang masih mendorong motornya bersama David
"Ini sangat melelahkan kau tahu?". Protes David
"Bukankah aku juga lelah saat mendorong mobilmu?, ini malah tak sebanding". Ucap Felix tersenyum tipis di ujung bibirnya
Kringgg,,,,,
Tiba tiba suara ponsel yang berada di saku celana David berbunyi. Namun ia masih harus mendorong motor milik Felix
"Aku harap kau tidak langsung menjawab panggilan itu. Karena jika tidak, ini akan berlangsung lama". Ucap Felix yang sontak mendengar suara itu
"Aku tahu. Aku tidak akan mengangkatnya. Aku hanya ingin masalah ini cepat selesai". Ucap David yang terengah engah karena kelelahan
__ADS_1
Felix hanya menahan tawa
"Kenapa Pak David tidak mengangkat telpon ku?". Ucap Aditya yang sibuk menghubungi bos nya itu dengan benda pipih yang di pegang nya. Namun tak kunjung mendapat jawaban