DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 283 - Kebenaran


__ADS_3

"Berli, Bu Inez memintamu untuk menemuinya sekarang juga". Ucap seorang teman.


Berli mengernyit, dalam hatinya ia berpikir bahwa Bu Inez mungkin akan bisa membantu menyelesaikan masalahnya.


Berli beranjak "Baik, terimakasih".


Sesampainya di ambang pintu ruangan Bu Inez, ia menghela nafas dan meyakinkan dirinya. "Mungkin Bu Inez akan bisa menjadi penegang dalam hubunganku dengan Felix. Ya, semoga saja.. ". Dengan penuh yakin ia pun mengetuk pintu.


"Masuk". Ucap seorang wanita di dalam.


"Bu Inez, ada apa memanggilku?". Ucap Berli setelah masuk dan duduk di hadapan Bu Inez.


"Aku tahu ini adalah masalah pribadi, dan di luar pekerjaan".


Degg, dugaan Berli benar. Bu Inez membahas hal ini.


"Hmm, maaf maksud ibu?". Berli tetap memastikan.


"Ini tentang hubunganmu dengan anakku". Tegas Bu Inez


"Iyaa ma, hubungan kita baik-baik saja". Seketika Berli mengubah panggilan nya.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!". Seketika raut wajah Bu Inez berubah.


Hati Berli begitu berdesir. Apakah mungkin Bu Inez tahu kebenaran nya sehingga berkata demikian.


"Maaf bu". Berli menunduk.


"Kau di pecat Berli!". Ucap Bu Inez, yang seketika berhasil menyambar Berli.

__ADS_1


"Di pecat?. Tapi kenapa bu?. Apakah aku melakukan kesalahan?". Bagai petir di siang bolong, hal ini benar-benar mengejutkan Berli.


"Apa kau pikir aku akan menyetujui hubungan kalian?. Dan membiarkan wanita tidak berguna sepertimu menjadi menantuku?. Kau hanya bermimpi!".


Deggg,,


Bagaimana bisa Bu Inez berkata seperti itu. Padahal sebelumnya ia sudah merestui hubungan nya dengan Felix.


"Ma, mama sedang bercanda bukan?".


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!. Kau tidak pantas memanggilku mama!".


Berli berkaca. Mengapa hal ini terjadi dengan tiba-tiba.


Bu Inez beranjak. "Asalkan kau tahu, aku yang membawamu ke hotel itu dan menidurkanmu dengan David".


"Tapi kenapa kau memfitnahku seperti itu? Itu adalah hal yang keji. Mengapa kau melakukan ini? Kau tahu kan bahwa aku dan Felix akan menikah". Air mata itupun berhasil lolos.


"Diam!". Bentak Bu Inez.


"Aku melakukan ini karena aku ingin yang terbaik untuk putraku! Apa kau tidak punya cermin di rumahmu, sampai sampai kau merasa pantas bersanding dengan putraku?. Kau tidak pantas Berli. Kau hanya wanita biasa yang tidak punya apa-apa. Kau sebatang kara, dan tidak berpendidikan tinggi. Lalu apa yang akan kau lakukan dengan anakku? Kau ingin menumpang hidup dengan nya?. Lalu setelah itu kau akan menjadi nyonya yang berkuasa? Begitu?. Sampai kapanpun aku tidak setuju jika Felix menikahi wanita miskin tak berguna sepertimu!". Tegas Bu Inez sembari menunjuk ke arah Berli.


Air mata tak terbendung, hati nya begitu sakit mendengar hinaan dan cemoohan itu. Fitnah yang kejam itu.. Berli tak pernah menyangka bahwa Bu Inez yang melakukan nya.


"Lalu mengapa kau menyetujui hubungan kami tempo hari?. Lalu mengapa kau bersikap baik kepadaku di depan Felix seolah kau menyetujui hubungan kami?". Ucap Berli dengan nada bergetar.


"Aku tidak ingin putraku membenciku karena wanita tak berguna sepertimu!".


Tiba-tiba terdengar derap langkah seseorang menghampiri ke arah mereka.

__ADS_1


"Sekarang kau sudah mengerti kan? Siapa dirimu dan serendah apa dirimu?".


Sontak Berli melihat ke arah suara itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang mengatakan hal itu.


"Lathesia?".


"Ya. Ini aku. Kenapa? Kau terkejut?. Felix adalah pria yang sering aku ceritakan kepadamu".


Degg, Berli benar-benar tak menyangka bahwa hari ini akan terjadi.


"Lathesia.. Kau?"


"Ya. Aku. Aku yang melakukan nya juga. Kenapa? kau ingin marah?. Marahlah. Tak ada seorangpun yang percaya kepadamu. Felix adalah milikku, dan orang lain tidak boleh memilikinya!. Kau pikir aku akan membiarkanmu bersamanya?. Aku membencimu Berli!".


"Lathesia.. Kenapa kau tega melakukan hal ini? Kita sama sama perempuan". Rasanya Berli belum percaya bahwa Lathesia dan Bu Inez ada di balik semua ini.


"Jangan pernah samakan aku dengan dirimu. Karena kita berbeda!. Kau hanya wanita miskin tak berguna!. Aku membencimu Berli".


Berli menggeleng. "Aku tidak menyangka kalian yang melakukan semua ini".


"Suatu saat nanti Felix akan mengetahui kebenaran nya. Dia pasti tidak akan pernah menyangka bahwa Ibu nya melakukan hal keji".


Plakk.. Tamparan itu berhasil mendarat di pipi Berli.


"Bahkan kau tidak pantas mengatakan hal itu!. Pergilah dan jangan pernah mendekati putraku, atau aku tidak akan segan segan untuk mencelakaimu!".


"Aku akan membuka kebenaran ini kepada Felix. Bagaimanpun, aku tidak pernah berzina!"


Berli melenggang dengan berat nya. Ia merasakan sakit di hati dan raga nya. Ini sangat berat untuknya

__ADS_1


__ADS_2