DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 92 - Tanggal Main


__ADS_3

"Sepertinya kau sudah tidak sabar". Ucap Felix yang tiba tiba saja datang mengejutkan Berli yang masih bersiap untuk pulang


"Felix.. Aku.. Tidak, biasa saja". Jawab Berli terbata bata karena gugup


"Baiklah. Ayo". Ucap Felix yang segera bergegas pergi untuk keluar dari pabrik itu


"Hai Abian...". Sapa Berli saat berada di koridor menuju pintu keluar. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Abian


"Hai, Berli". Jawab Abian tersenyum tipis


"Berli. Ayo.. ". Sahut Felix


"Abian, aku pamit duluan.. Sampai nanti...". Ucap Berli berpamitan


"Baiklah...". Jawab Abian tersenyum tipis namun sebenarnya hatinya benar benar berat melihat kebersamaan Berli dengan Felix


......................


"Halo.. Delli...Bagaimana keputusan Inez?". Tanya Smith di sebrang telpon pada istrinya


"Ya... Begitulah, anak nya memang sangat sulit untuk di yakinkan. Tapi dia pasti akan berusaha semaksimal mungkin. Aku akan terus mendorongnya". Jawab Bu Delli penuh keyakinan


"Ya, kau harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan Inez dan anak nya itu. Jika tidak kau akan tahu sendiri akibatnya". Ucap Smith di sebrang telpon


"Tentu saja. Kau tunggu saja tanggal main nya nanti". Jawab Bu Delli sambil tersenyum menyeringai dan langsung menutup telpon nya.


"Sepertinya mama sangat yakin kalau Felix akhirnya akan luluh". Ucap Jovanka yang baru saja menghampiri Ibunya


"Tentu saja. Bagaimanapun caranya anak itu harus menikah dengan mu. Demi keluarga kita. Dan demi masa depan mu". Jawab Bu Delli


"Jika itu tidak terjadi?". Ucap Jovanka penuh selidik


"Semuanya akan terjadi sesuai rencana kita. Kau harus berusaha lebih keras lagi Jovanka!". Jawab Bu Delli tegas sambil berlalu pergi


"Baiklah, setelah aku mendapatkan Felix dan misi kami selesai, pasti kami akan bercerai. Huh aku akan menjadi janda di usia muda". Gerutu Jovanka kesal

__ADS_1


......................


"Bagaimana ini?, apa yang harus aku lakukan". Ucap Adelard pada dirinya sendiri sambil menatap nanar keluar jendela.


Sedari tadi ia memang sudah pulang ke rumah nya. Begitu juga dengan Neel


"Nak... ". Ucap Pria paruh baya di ambang pintu


"Ayah... ". Jawab Adelard dan langsung menghampiri ayahnya


"Aku tahu persis apa yang ada di pikiranmu. Tapi nak... Kau harus... ". Ucap Pak Yudi yang langsung di sela Adelard


"Tentu aku akan bertanggungjawab ayah". Ucap Adelard tak berdaya


"Tapi setelah aku mengetahui apakah aku yang menjadi penyebab kematian ayah Prianka". Tambah Adelard


"Bagus nak. Kau harus mempertanggung jawabkan dosa mu. Ayah ada bersama mu". Ucap Pak Yudi sambil menepis pundak anak nya


"Terimaksih ayah". Ucap Adelard yang langsung berhambur ke pelukan ayah nya


......................


"Aku akan mengantarmu pulang. Dan malam nanti kau harus pergi lagi bersamaku". Jawab Felix


"Iya. Tapi kemana?". Tanya Berli heran


"Kemana saja". Jawab Felix


"Ya sudah. Kau telpon saja jika hendak pergi nanti malam". Ucap Berli


"Maksud nya... Biar nanti aku menelpon mu saja. Kau pasti belum punya nomor ponsel ku kan?". Tambah Berli.


Karena memang hanya dirinya yang mempunyai nomor ponsel Felix. Sedangkan Felix tidak


"Hmmm". Felix hanya membalas dengan gumaman nya

__ADS_1


"Ihh kau ini". Ucap Berli kesal karena hanya di balas dengan gumaman


"Apa?". Ucap Felix menahan tawa di hatinya


"Felix, dimana rumahmu?". Tanya Berli mengalihkan topik


"Di simpan". Jawab Felix terkekeh


"Maksudku... Alamatnya". Ucap Berli kesal


"Di simpan juga". Jawab Felix menggoda Berli


"Ah sudahlah". Gerutu Berli kesal


"Ya sudah". Jawab Felix menahan tawa


......................


"Nak, kami disini. Kami akan menemanimu ya.... Kau yang tenang sayang". Ucap Bu Inez yang masih setia berada di rumah Prianka


"Tidak apa apa Tan, Rom. Kalian pulang saja...Prianka baik baik saja, lagipula tante juga baru kembali pulih. Prianka takut tante kembali sakit karena menemani Prianka". Jawab Prianka di tengah tangisnya


"Tidak sayang, tante dan Romi akan berada disini. Oke?, tante baik baik saja". Jawab Bu Inez penuh senyuman


"Iya. Kami sama sekali tidak keberatan". Sahut Romi ramah


"Terimakasih, tante.. Romi... ". Ucap Prianka bersyukur


VISUAL BU INEZ DAN PRIANKA


PRIANKA CALIANA



BU INEZ PERTIWI

__ADS_1



__ADS_2