DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 43 - Cemburuku Melebihi Batas Wajar


__ADS_3

"Hai Bro, kenapa lama sekali?". Ucap Romi yang kini menyambut kedatangan Adelard. Ia memang hendak di jemput Adelard untuk perjalanan nya hari ini


"Tadi ban mobilku pecah, jadi membutuhkan waktu yang lama". Ucap Adelard


"Rom, ayo". Ucap Neel yang sudah berada di kursi belakang mobil Adelard


Romi langsung bergegas masuk kedalam mobil


"Untuk apa jok depan di kosongkan?". Tanya Romi bingung saat melihat jok depan samping Adelard kosong


"Kakak ku akan ikut. Kita menjemputnya terlebih dahulu di salon". Ucap Adelard menjelaskan


"Kakak mu perempuan?, bagaimana bisa aku baru tahu hahaha". Ucap Romi yang terkejut


"kau saja yang kurang update haha". Sahut Neel


Tiga sejoli itu pun segera bergegas pergi ke tempat tujuan pertamanya yang tak lain adalah menjemput kakak perempuan Adelard.

__ADS_1


......................


"Baiklah, aku akan membantumu semampu ku, jika aku tidak berhasil. Itu adalah risiko dari kesalahanmu. Dengarkan aku, sekali lagi kau menyakiti hati sahabatku, bahkan aku sendiri yang tidak akan mengampunimu. Lain kali jaga lisan mu". Ucap Laura sambil berlalu pergi meninggalkan Abian yang masih merenung. Ia benar benar geram mendengar pernyataan Abian. Abian hanya diam terpaku di tempat duduknya


"Aku memang salah, aku benar benar keterlaluan. Cemburuku melebihi batas wajar. Aku bodoh, bahkan wanita sebaik dirimu justru aku tuduh dengan hinaan sekotor itu. Apa kau akan memaafkan aku Berli". Ucap Abian dalam lamunan nya penuh penyesalah


"Sudah siap tuan putri? Ayo". Ucap Adelard yang kini berada di ambang pintu salon tempatnya menjemput sang kakak


"Aku tidak yakin". Ucap Lathesia penuh keputusasaan


"Terimakasih Rio". Ucap Lathesia sambil berhambur ke pelukan adiknya


Mereka Langsung bergegas pergi menaiki mobil yang akan mengantarnya ke tempat tujuan. Tentu Neel dan Romi sedang menunggu di dalamnya


"K-k kau?". Ucap Lathesia terkejut saat melihat keberadaan Romi


"Hai kak". Sapa Romi sambil melambaikan tangan. Tentu tak lepas dari ingatan Lathesia, ia tahu persis siapa Romi

__ADS_1


"Kakak mengenal Romi?". Tanya Adelard bingung


"Tentu saja mengenaliku, aku pria tampan di kota ini. Wanita mana yang tidak mengenaliku hahahah". Ucap Romi bergurau. Ia bahka tidak mengenal Lathesia


"Tidak, wajahnya sangat familiar. Jadi aku pikir pernah mengenalnya". Ucap Lathesia meyakinkan diri bahwa Romi bukan pria yang ia kenal di masalalu nya


"Baiklah, kita jalan?". Tanya Adelard yang langsung melajukan kemudi nya dengan kecepatan sedang


......................


"Sekali lagi terimakasih banyak nak Berli, padahal tidak perlu repot repot membawa oleh oleh untuk anak anak, cukup nak Berli berkunjung pun kami sudah sangat senang". Ucap bu panti yang mengantar Berli ke ambang pintu. Kini Beri berpamitan untuk pulang


"Bukan apa apa bu, lain kali Berli akan berkunjung lagi. Ibu doakan saja ya semoga Berli selalu sehat agar bisa berkunjung kesini terus". Ucap Berli yang meraih tangan bu panti untuk bersalaman


"Aamiin, jangan lupa undang ibu ya". Ucap bu panti menggoda Berli. Ia memang melihat kedekatan Berli dengan Felix sejak tadi tanpa mengetahui yang sebenarmya


"Ah apa sih bu". Ucap Berli sambil tersipu malu. Felix hanya tersenyum tipis mendengar itu. Ia benar benar bahagia hari ini

__ADS_1


__ADS_2