DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 89 - Tanggung Jawab


__ADS_3

"Seperti yang kami katakan tadi, ayah anda memang korban tabrak lari Nona Prianka. Menurut saksi, pelakunya adalah seorang pria. Tetapi itu masih dalam penyelidikan, karena jalanan malam itu sangat minim percahayaan, sehingga itu semua masih kemungkinan. Kami selaku pihak berwajib ingin menyelidiki lebih dalam lagi. Dan apakah ayah anda memiliki masalah sosial dengan seseorang?, maksud saya..... Ini bisa saja sebuah kesengajaan". Ucap polisi yang sudah berada di rumah Prianka. Ia menjelaskan tentang maksud kedatangan nya


"Tidak, ayah tidak memiliki masalah dengan siapapun". Jawab Prianka, kini pikiran nya benar benar kalut


"Prianka, coba ingat lagi. Bisa jadi kau lupa". Sahut Romi yang kini duduk tepat di samping Prianka.


"Iya nak, cobalah ingat lagi". Ucap Bu Inez yang sedari tadi ikut bergabung


"Ah iya, aku ingat. Sebelum pindah kesini, dulu.... Di luar kota ayah memang pernah mengalami masalah dengan klien nya, atau entahlah... Saingan bisnis nya, aku tidak mengerti. Saat itu mereka pernah bertengkar hebat di rumahku. Aku tidak tahu, apa itu ada kaitan nya dengan semua ini. Aku juga tidak mengerti kenapa ayah tiba tiba di pindah tugaskan kesini. Itu sangat mendadak. Hanya saja aku tidak mau berburuk sangka kepada siapapun. Maka aku mohon pak, selidiki lebih dalam lagi kasus ini". Jawab Prianka sambil menyeka air matanya. Ia berusaha mengingat semua itu


"Baik Nona, kami akan menyelidiki kasus ini sampai selesai. Terimakasih untuk informasi nya Nona, ini akan menjadi dasar penyelidikan kami. Itu saja, saya mohon pamit. Selamat sore". Ucap polisi dan langsung berlalu pergi


"Terimakasih pak. Selamat sore". Jawab Prianka

__ADS_1


"Nak.. Kau yang kuat, kami ada disini sayang". Ucap Bu Inez kembali menenangkan Prianka. Ia benar benar tidak tega dengan keadaan nya saat ini


"Apa yang harus aku lakukan saat ini tante.. ". Ucap Prianka yang masih menangis. Romi hanya terdiam melihat duka yang ada di mata wanita yang di cintai nya itu.


......................


"Apapun masalahmu, aku akan mendengarkan Adelard". Ucap Neel yang kini sudah berada di sebuah cafe tak jauh dari pemakaman tadi


"Neel.... Tentang ayah Prianka.. Aku.. ". Ucap Adelard terbata


"Semalam aku menabrak seseorang dengan mobilku". Ucap Adelard sambil menunduk. Neel benar benar terkejut mendengar penuturan nya itu


"Lalu.. Apa ayah Prianka?". Jawab Neel. Matanya terbelalak kaget mendengar penuturan sahabatnya

__ADS_1


"Aku tidak tahu Neel, aku memang melarikan diri. Malam itu temaram lampu jalan memang sangatlah redup. Aku sedang mengangkat telpon ku saat menyetir. Aku tidak sadar saat seseorang tiba tiba melintas begitu saja. Yang aku lihat adalah pria paruh baya yang entah siapa. Aku melarikan diri, tetapi aku mengutus anak buah ayahku untuk mengurusnya. Aku tidak tahu apa itu adalah ayah Prianka... Atau.. ". Ucap Adelard menjelaskan


"Adelard, dengarkan aku. Entah itu ayah Prianka atau bukan. Entah kau penyebab kematian ayah Prinka atau bukan, kau tetap harus bertanggung jawab kepada siapapun korban itu. Jika kau terus berbohong dan menutup semuanya seperti ini, suatu saat nanti semuanya akan terungkap. Kau tahu? Polisi sedang menyelidiki kasus ini". Ucap Neel menjelaskan membuat Adelard terperangah


"Aku akan menunggu anak buah ayahku memberikan kabar Neel. Sampai saat ini mereka belum juga mengabariku apa apa terkait orang itu. Malam itu aku benar benar ketakutan. Aku tahu, aku adalah pria pengecut yang tidak bertanggung jawab. Aku tidak ingin menghabiskan umurku di dalam jeruji Neel". Ucap Adelard penuh kecemasan


"Aku mengerti Adelard. Tetapi kau harus tetap bertanggung jawab. Mungkin itu lebih baik, aku harap kau akan bertanggung jawab saat kabar itu datang Adelard. Kau tidak boleh membiarkan hidupmu di hantui rasa bersalah selamanya. Jika kau penyebabnya, maka kau harus mengakui nya". Jawab Neel


"Neel, untuk saat ini aku mohon jangan membicarakan hal ini dengan siapa siapa, termasuk Romi. Sebelum kebenaran nya terungkap. Aku.... Aku pasti akan bertanggung jawab jika aku yang salah". Ucap Adelard ragu


"Baiklah, aku harap masalah mu cepat selesai Adelard. Aku tidak tahu harus membantumu seperti apa, aku hanya mampu mendoakan semoga bukan kau yang menyebabkan kematian ayah Prianka". Jawab Neel


......................

__ADS_1


"Sudah beres... Aku harus cepat cepat keluar. Apa Felix sudah keluar?, kenapa aku jadi gugup seperti ini. Ah ada ada saja. Aku harus segera berkemas dan pulang". Ucap Berli yang kini sedang mengemasi barang barang nya. Sekarang memang sudah memasuki waktu pulang


__ADS_2