DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 244 - Kau Tujuan Hidupku


__ADS_3

"Sial!. Aku benci ini!. Tante Inez membohongiku. Berli juga berpura-pura baik kepadaku!.". Lathesia marah semarah marah nya. Ia membanting semua benda yang berada di atas meja rias nya. Ia memecahkan cermin rias yang ada di depan nya untuk meluapkan amarah nya. Hingga serpihan cemin itu berhasil melukai tangan nya.


"Aww.. ". Ucap Lathesia, yang seketika menggenggam erat tangan nya yang terluka dan mengeluarkan darah.


"Kau akan merasakan sakit yang lebih sakit daripada ini Berli!. Kau sudah membuat perasaanku hancur, sehancur-hancurnya!. Persahabatan ini hanyalah kedok untuk menutupi kemunafikan mu!. Selama ini kau hanya berpura-pura mendukungku!. Aku membencimu Berli, aku sangat sangat membencimu!. Perse**n dengan semua ini!". Teriak Lathesia, meluapkan amarah nya dengan darah yang menetes di lantai.


"Jadi selama ini kau berpura-pura baik kan Berli?. Kau menghancurkanku perlahan lahan. Kau menghancurkan perasaanku dalam kasih sayang mu. Maka aku juga akan melakukan apa yang kau lakukan!. Aku akan menghancurkan mu dengan persahabatan yang kau bangun!. Kau adalah musuh dalam selimut Berli!.". Lathesia mengepal erat tangan nya yang terluka, hingga darah itu tak henti-henti nya menetes. Cairan bening, dan mata penuh kebencian itupun tak hilang dari wajah nya.


Ia menangis dan terluka sendiri. Keluarganya tidak ada yang mengetahui kejadiaan saat ini, karena memang hari sudah larut dan kamar mereka cukup berjauhan.


......................


"Kenapa belum tidur hmm?. Ayo, katakan padaku kenapa wanita cantik ini belum tidur". Ucap Felix lembut kepada Berli di seberang telepon. Ia memang tengah menerima panggilan suara dari kekasih nya itu.


"Aku belum ingin tidur, sayang. Aku ingin mengobrol saja". Balas Berli.


"Benarkah?. Bukan karena kau sedang memikirkan konsep pernikahan?". Felix terkekeh. Ia berusaha menggoda Berli.


"Isshh kau ini.. ". Berli tersenyum malu di sebrang telepon.


"Baiklah, kau ingin mengobrol apa?. Akan aku dengarkan. Tetapi jangan terlalu panjang, kau harus istirahat sayang, ini sudah malam". Suara lembut khas Felix selalu membuat Berli tersipu.


"Aku merindukanmu, itu saja". Ucap Berli, malu-malu. Meskipun ia mengatakan nya lewat telepon.


Felix terkekeh, mendengar Berli yang tiba-tiba terkesan manja. "Sayang, kau ini kenapa hmm?. Baru saja kita bertemu, kau masih merindukanku juga?, besok dan seterusnya kan kita selalu bertemu". Ucap Felix.

__ADS_1


"Iya aku tahu. Tetapi setelah bertemu denganmu, ketika pulang ke rumah, aku selalu saja merindukanmu lebih dari sebelumnya". Ucap Berli. Ia mengerucutkan bibirnya.


Felix terkekeh mendengar ucapan kekasih nya "Jika sekarang kau ada di hadapanku, aku pasti akan mencubit pipi dan hidungmu. Wajahmu pasti terlihat sangat menggemaskan saat berkata seperti itu". Ucap Felix.


"Feliiixxx.. ". Berli merengek.


"Haha.. Baiklah, sekarang kau ingin aku melakukan apa sayang?. Ingin video call?. Atau aku harus kembali lagi ke rumahmu sekarang?. Katakan apa yang harus aku lakukan". Ucap Felix lembut penuh pengertian.


"Ishh tidak, jangan kemari, ini sudah malam. Lagipula, aku juga tidak mengerti, mengapa aku menjadi kekanakan seperti ini. Maafkan aku sayang.. Tidak seharusnya aku begini. Padahal, kita baru saja bertemu". Ucap Berli, merasa tidak enak karena selalu membuat Felix menuruti keinginan nya. Padahal, Felix tidak pernah merasa keberatan.


"Kenapa bicara seperti itu sayang?. Aku ini kekasih sekaligus calon suamimu, jadi wajar jika kau merindukan ku. Selagi kau hanya merindukan aku, aku tidak keberatan". Felix terkekeh.


"Tentu saja aku hanya merindukanmu, memang nya siapa lagi yang aku rindukan?".


"Apa yang kau pikirkan? Aku tidak pernah seperti itu". Ucap Berli kesal. Sementara Felix terkekeh mendengar suara tak terima Berli.


"Haha, baiklah.. Tidak sayang, aku hanya bercanda. Jangan memasang wajah seperti itu, kau terlalu menggemaskan". Ucap Felix yang tentu membuat Berli tersipu malu.


"Sayaanggggg... ". Rengek Berli tak terima.


"Ekhmm. Bolehkah aku jujur tentang sesuatu?. Kenapa akhir-akhir ini kau sering memanggilku dengan sebutan itu?. Dulu, bahkan hanya aku yang sering memanggil mu seperti itu". Ucap Felix terkekeh.


"Tidak boleh ya?. Ya sudah, aku tidak akan memanggil mu seperti itu lagii". Ucap Berli menggerutu.


"Tentu tidak sayang. Bahkan aku senang, kau memanggilku dengan sebutan itu. Aku juga senang, sekarang kau lebih manja dari sebelumnya. Dengan begitu aku merasa menjadi tempat yang nyaman untukmu". Bisik Felix lembut.

__ADS_1


"Tentu saja. Kau adalah tempat ternyaman untukku. Kau kekasih sekaligus sahabat terbaik. Kau sangat baik, dan tidak pernah merasa keberatan saat kadang aku merepotkanmu. Kau selalu bertutur kata lembut. Cinta mu telah membuat semuanya menjadi indah. Terimakasih untuk semuanya. Aku harap kau tidak akan pernah meninggalkan aku. Aku mencintaimu, calon suamiku". Ucap Berli. Yang kali ini membuat Felix terharu.


"Sayangg... Semua yang aku lakukan hanya untukmu. Kau adalah tujuan hidupku. Kelak kita akan membangun kebahagiaan kita bersama. menghadapi suka duka bersama, dan saling menggenggam erat. Tentu aku akan berusaha membuatmu nyaman dalam pelukan ku. Meskipun aku memiliki banyak kekurangan, tetapi sebisa mungkin, aku akan menjadi pasangan yang terbaik untukmu, di atas beribu kekurangan ku. Aku mencintaimu.. Bahkan lebih dari diriku sendiri. Jangan pernah bosan untuk terus bersamaku". Balas Felix


"Aku jadi tidak sabar, untuk hari itu.. Hari impian kita, kan?". Ucap Berli malu-malu. Setelah mendengar ucapan Felix yang begitu menyentuh, ia menjadi gregetan sendiri.


"Kita akan menyelesaikan nya secepatnya sayang, biarkan persiapan nya matang. Aku ingin semua nya sempurna. Karena ini akan menjadi pertama dan terakhir dalam hidupku". Ucap Felix.


"Tentu saja akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam hidupku juga. Moment pernikahan adalah hal yang di impikan semua orang kan?. Jadi semua harus spesial, di hari yang spesial, bersama orang spesial". Ucap Berli.


"Iya sayang. Lalu kapan kau akan tidur hmm?. Atau masih ingin membuatku terbang dengan kata-kata mu?. Besok kita harus bekerja sayang". Ucap Felix lembut.


Berli terkekeh. Ia baru sadar ternyata perkataan nya bisa membuat Felix terbang ke awan. "Tidak sayang, aku mau tidur saja. Jika membahas rindu, pasti tidak ada ujung nya. Karena aku merindukanmu setiap hari".


"Lagi-lagi kau membuatku terbang". Ucap Felix.


"Haha, maafkan aku. Baiklah, aku akan menutup telpon nya. Kau juga harus beristirahat. Sampai bertemu besok sayang.. Aku menunggumu". Ucap Berli.


"Baik tuan putri ku tercantik dan tersayang". Balas Felix.


"I love you". Ucap Berli. Entah mengapa ia begitu spontan mengatakan nya. Padahal, sebelumnya ia begitu jarang mengatakan nya.


"I love you more". Ucap Felix berbisik lembut.


Percakapan mereka pun usai disini. Rindu dan cinta yang selalu mereka bangun setiap hari, kini hanya tinggal menunggu waktu nya tiba. Jika waktu itu tiba, maka tak perlu ada jarak di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2