DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 210 - Bingung


__ADS_3

"S****n. Prianka menghianatiku demi menikahi baj***an itu!. Aku bisa terima jika dia menikah dengan pria lain, yang lebih baik daripada aku. Tapi ini?. Dia menikahi Bryan. Bryan adalah musuhku Neel!". Kemarahan Romi sudah tak terbendung lagi. Tanpa sengaja Neel bertemu Romi saat di perjalanan tadi. Ia melihat Romi yang hancur menahan amarahnya. Tak kuasa melihat sahabatnya dalam keadaan seperti itu, Neel mengajak Romi untuk datang ke rumahnya.


"Rom, apa semua ini adalah paksaan dari Bryan?. Bisa saja Bryan mengancam Prianka bukan?". Ucap Neel penuh pemikiran.


"Itu bisa saja. Tetapi seharusnya, Prianka meminta bantuan kepadaku. Aku pasti akan melindunginya. Sedangkan, dia lebih memilih untuk menghilang dan menikahi pria breng**k itu!". Romi hancur sehancur hancur nya. Ia mengusap kasar wajahnya dan termenung.


"Bersabarlah Rom, aku yakin semua yang terjadi ada tujuan". Balas Neel yang bingung, sikap apa yang harus ia berikan.


"Kenapa harus Bryan?. Prianka sendiri tahu, bahwa Bryan adalah pria bre**sek. Bagaimana jika kelak, dia tidak akan baik baik saja jika hidup bersamanya?". Romi sudah dalam fase kecewa level tinggi. Namun ia tetap mengkhawatirkan keadaan Prianka kelak.


"Untuk saat ini, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Prianka Rom. Kita doa kan saja semoga ia baik-baik saja. Dan di balik semua ini, semoga semua ini hanya fiktif belaka. Aku hanya memikirkan, bagaimana jika ini hanya rencana Bryan untuk membuatmu berada dalam masalah"


Romi hanya terdiam penuh pemikiran kalut. Gemuruh di dadanya masih sangat tergelora. Entah kapan amarah nya ini akan menghilang. Saat ini, ia benar-benar kecewa.


......................


"Felix.. ". Ucap Ozcan terengah-engah di ambang pintu. Kedatangan nya yang tiba tiba membuat Felix dan Berli terkejut.

__ADS_1


"Ozcan, ada apa?". Felix terheran.


"Felix, saat ini juga kau harus bersamaku. Ini sangat penting. Kita tidak bisa menundanya". Ucap Ozcan terburu-buru.


"Duduklah Ozcan, ceritakan apa yang terjadi". Sahut Berli yang sama sama heran.


"Felix, kita harus membatalkan perjanjian investasi Ibumu itu. Aku sudah tahu rencana jahat mereka, aku bahkan sudah mendapat bukti rekaman nya. Sekarang ayo, ikut aku. Kita tidak boleh membiarkan nya". Ucap Ozcan


"Apa?". Felix membelalak seraya beranjak dari tempat duduk itu. Meskipun ia masih menahan sakit di kaki dan tangan nya.


Berli yang terheran hanya terdiam. Ia masih memikirkan kata kata Ozcan. Namun ia mengizinkan Felix ikut bersama Ozcan.


"Baiklah sayang, hati hati". Ucap Berli. Sambil sedikit memapah Felix keluar.


Tanpa basa basi, Ozcan dan Felix bergegas pergi menaiki mobil milik Ozcan. Kini, Berli tinggal seorang diri dengan kebingungan yang terus berputar di kepala nya.


"Investasi?. Apa Felix benar-benar putra Bu Inez?.Sebenarnya apa yang terjadi". Gumam Berli penuh kebingungan.

__ADS_1


......................


"Nak, kau akan pergi kemana?. Kau sudah cantik hari ini". Ucap Bu Yuni penuh pujian kepada putri nya itu. Ia melihat Lathesia sudah sangat rapi dan bersih.


"Aku ingin menemui Felix. Semoga keberuntungan masih berpihak kepadaku. Saat ini, aku rasa aku harus berjuang untuk mendapatkan nya kembali". Jawab Lathesia penuh semangat.


Bu Yuni yang merasa hal itu hanya akan sia-sia, ia mengkhawatirkan keadaan mental putrinya.


"Nak, Mama tahu kau sangat mencintai Felix. Bukan mama memutuskan semangatmu, tapi sayang.. Mungkin saat ini Felix bukanlah Felix dulu yang sangat gigih memperjuangkanmu. Apa lebih baik kau tidak perlu berharap lagi kepadanya?. Sementara kemarin kau sudah mendapat banyak penolakan darinya. Mama hanya khawatir kau akan kecewa pada akhirnya". Ucap Bu Yuni lembut. Ia berusaha tidak menyinggung Lathesia.


"Jadi mama tidak akan mendukungku lagi?. Tidak apa, aku akan mendapatkan apa yang menjadi keinginanku. Termasuk Felix. Aku akan berjuang untuk kembali bersamanya. Tidak apa jika mama berpikir begitu, aku akan terus berjuang. Bahkan jika harus nyawa menjadi taruhan nya". Ucap Lathesia penuh gigih sambil berlalu pergi. Entah mengapa ia menjadi begitu berambisi dan posesif.


"Nakk.. ". Bu Yuni berteriak. Namun Lathesia berlalu pergi tanpa menghiraukan.


Bu Yuni masih heran, mengapa sikap Lathesia berubah sangat drastis.


"Ada apa ini? Kenapa Lathesia menjadi seperti itu.. ". Gumam Bu Yuni

__ADS_1


__ADS_2