DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 175 - Pagi Ini


__ADS_3

"Dimana aku..? ". Gumam wanita cantik itu pagi ini saat tubuh nya terbaring lemas di dalam kamar seorang pria. Ia memang hanya terbaring seorang diri, namun entah siapa yang membawanya kemari.


"Makan dan minumlah. Kau harus mengembalikan tenaga mu agar kau cepat pergi dari rumahku". Ucap David dingin. Ia membawa nampan berisi makanan dan minuman hangat.


"Kau? Bagaimana bisa aku ada di kamarmu? Apa yang sudah kau perbuat hah?". Seketika Jovanka naik darah dan bergerak menjauh dari David


"Kau tidak perlu ketakutan seolah aku sudah berbuat macam macam padamu. Kau ingat? Semalam kau mabuk berat dan kau meletakkan mobil mu sembarangan. Lebih dari itu kau membuat jalanan terhambat dan kau malah tertidur pulas di dalam mobil. Jadi aku terpaksa membawamu ke rumahku". Balas David


"Lalu.. Kenapa aku harus di bawa kesini? Apa tidak ada tempat lain? Kau bisa membawaku ke hotel atau penginapan kan.. ". Jovanka masih kesal


"Di tengah malam seperti itu apa kau pikir aku tidak lelah?. Tenang saja, aku tidak selera padamu. Lagipula aku tidak tidur bersamamu, aku tidur di sofa luar. Untuk apa aku menyentuhmu". Balas David seraya meninggalkan Jovanka


"Hmm.. Baiklah. Thanks". Ucap Jovanka segan


"Habiskan sarapanmu. Aku harus pergi bekerja. Jika kau mau, kau bisa ikut padaku untuk ku antar pulang". Ucap David dingin sambil melenggang

__ADS_1


"Hmm". Gumam Jovanka yang terlihat masih mengumpulkan energi untuk bangun. Karena semalam ia mabuk berat, badan nya terasa begitu remuk.


......................


"Sepertinya hari ini kau bersemangat sekali. Ada apa?". Ucap Berli tersenyum. Pagi ini Felix sudah berada di rumahnya untuk menjemput. Padahal, waktu bekerja masih lumayan lama.


"Apa aku tidak boleh datang terlalu pagi?". Balas Felix


"Bukan begitu, ini tumben sekali". Berli tertawa renyah


"Aku hanya tidak ingin terlambat. Itu saja". Balas Felix


"Aku akan membantumu". Felix segera beranjak. Ia mengikuti kemana Berli pergi, yang tak lain adalah ke dapur.


"Baiklah. Kita lihat apa masakan Tuan Felix ini enak atau tidak". Ucap Berli tertawa renyah

__ADS_1


"Lihat saja nanti". Felix tersenyum mengerlingkan sebelah matanya.


"Oh ya Felix.. Kau ingat dengan temanku yang aku ceritakan kemarin?. Ia mengajakku untuk makan bersama di rumahnya. Bagaimana menurutmu?". Ucap Berli saat mereka hendak memasak nasi goreng. Felix kini sibuk dengan penggorengan yang ada di depan nya.


"Kalau kau ingin datang, datanglah. Dia mengundang mu bukan?". Balas Felix


"Tapi aku ingin kau ikut bersamaku. Kau tidak keberatan kan?". Ucap Berli penuh permintaan


"Kenapa aku harus keberatan? Selama bersamamu, aku akan ikut kemanapun itu". Balas Felix mengacak kepala Berli sambil tertawa renyah


"Aku pikir kau tidak mau. Lagipula kau tidak mengatakan bahwa kau ingin ikut". Berli mengerucutkan bibirnya


"Bukan begitu, aku pikir kau akan datang bersama temanmu. Maka dari itu aku mempersilahkan mu pergi, lagipula aku tidak akan melarangmu untuk pergi kemanapun. Aku bukan tipe pria posesif". Ucap Felix sambil mencubit hidung mancung wanita yang ia cintai itu.


"Ishh Felix.. Kebiasaan". Gumam Berli tersenyum

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang ayo kita sarapan Nona. Nasi goreng nya sudah matang". Ucap Felix sambil menuangkan nasi itu ke dalam piring


"Baik. Kita akan mencoba nasi goreng buatan chef Felix". Berli tertawa renyah saat Felix memanjakan nya dengan sikap nya yang manis.


__ADS_2