DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 284 - Di Pecat


__ADS_3

Saat itu juga Berli berlari untuk menemui Felix. Ia ingin mengungkapkan semua kebenaran yang baru saja ia dengar.


"Kenapa kau berani datang kemari?!". Ucap Felix seraya beranjak dari tempat duduknya. Ia kaget dengan kemunculan Berli yang datang tiba-tiba.


Berli menyeka air matanya dan mendekat ke arah Felix. "Kau harus tahu, bahwa ini semua adalah perbuatan ibumu dan Lathesia. Mereka sengaja memfitnahku agar hubungan kita hancur".


"Apa yang kau katakan?. Setelah apa yang kau lakukan, kau juga memfitnah ibuku atas kesalahanmu, begitu?". Balas Felix dengan tatapan tajamnya.


"Tidak Felix, aku mengatakan kebenarannya. Lathesia dan Ibumu telah mensusun rencana untuk membatalkan pernikahan kita. Mereka merencanakan ini semua dengan sangat rapi. Mereka sengaja mempertemukanku dengan pak David di tempat yang sama, lalu setelah it.."


Felix menyangkal. "Lalu setelah itu kau melakukan nya dengan senang hati. Apa lagi yang ingin kau jelaskan Berli?. Kau melakukan hal semenjijikan itu, lalu kau melemparkan kesalahnmu kepada ibuku. Ini sangat keterlaluan. Kau sama menjijikan nya seperti kelakuanmu"


Berli menggeleng, air matanya kembali menetes. Sebegitu hilang kepercayaan Felix kepadanya.


"Felix, kau sudah tidak percaya padaku?. Ku mohon, berikan aku kesempatan"

__ADS_1


Felix mengalihkan pandangan nya "Aku tidak akan mempercayai sepatah katapun yang keluar dari mulutmu".


Berli meraih lengan Felix. "Lalu.. Bagaimana dengan kita?. Bukankah sebuah hubungan harus di landasi dengan kepercayaan? Lalu mengapa kau tidak percaya padaku?. Tolong berikan aku kesempatan. Kita akan menikah, jangan seperti ini terus".


Felix menepis. "Hubungan kita sudah berakhir sejak malam itu. Akhiri semua drama ini karena semua sudah selesai. Aku tidak mencintaimu lagi Berli. Pergilah jauh dari pandanganku. Jangan pernah temui aku lagi. Aku tidak ingin melihatmu lagi dalam hidupku"


Kata-kata itu, mengapa Felix harus mengatakannya. Ini sangat berat untuk di terima.


Berli menatap Felix dengan berkaca, namun ia berusaha meyakinkan Felix. "Pernikahan impian kita, lalu apakah semua itu hanya akan menjadi kenangan saja Felix?. Apa tidak ada kesempatan untukku untuk menjelaskan semuanya?"


"Kubur saja impian kita dulu. Aku membencimu, dan aku tidak ingin melihatmu lagi untuk selamanya". Ucap Felix, namun berat di hatinya.


Berli menatap Felix dengan intens untuk terakhir kalinya. "Baiklah, aku akan pergi. Aku tidak akan pernah menemuimu lagi. Aku minta maaf jika aku pernah membuatmu terluka. Entah kapan kebenaran ini akan terungkap, aku tidak tahu. Yang aku tahu adalah pada akhirnya semua kebohongan akan terbongkar pada waktunya. Jaga dirimu baik-baik. Semoga kau selalu bahagia".


Berli melenggang dengan beratnya. Kini, ia kehilangan pekerjaan dan orang yang di cintai nya untuk selamanya. Felix hanya menatap punggung nya yang berlalu tanpa menahan nya sedikitpun. Meskipun, hati berkata ini sangatlah berat, dan ia tidak ingin kehilangan sosok seperti Berli.

__ADS_1


......................


"Aku akan pergi jauh darimu Felix. Mungkin aku bukanlah orang yang pantas berada disisimu. Pada akhirnya, aku harus melupakanmu. Semoga kau selalu bahagia Felix". Berli membatin. Ia kini tengah berjalan mencari tumpangan untuk membawanya pulang.


Sesampainya Berli di rumah, ia langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Hari ini adalah hari terberat dalam hidupnya. Ia kehilangan segalanya dalam hidupnya. Hanya dirinya sendiri lah yang menjadi penyemangat saat ini.


"Kemana aku harus mencari pekerjaan?. Rasanya aku sudah terbiasa dengan pekerjaan itu. Kenapa semua harus berakhir seperti ini..".


"Aku juga harus pergi dari kota ini. Felix tidak ingin melihatku lagi"


Berli memejamkan matanya yang terasa sangat berat, sampai akhirnya mata indah itupun terlelap.


"Setelah ini tidak akan ada lagi yang menghalangiku untuk mendapatkan Felix. Aku sudah berhasil menyingkirkan Berli. Maaf Berli, kau terlalu naif. Aku membencimu, sungguh sangat sangat membencimu". Ucap Lathesia dengan puasnya.


"Tentu saja. Setelah ini, mari rencanakan pernikahanmu dengan Felix. Mama sangat tidak sabar. Oh ya, bagaimana jika kita merayakan hari ini dengan berpesta?. Kau pasti sangat senang bukan". Balas Bu Inez dengan kepuasan nya.

__ADS_1


"Ide bagus. Aku sangat setuju". Ucap Lathesia penuh semangat.


"Baiklah, kita akan merayakan hari ini dengan penuh suka cita. Felix harus ikut merayakan nya juga. Oh ya, jangan lupa undang ibu dan ayahmu ke rumah ya. Semua harus merasakan kesenangan yang kita rasakan". Ucap Bu Inez, merasa dirinya menang


__ADS_2