
'Ini sudah menjelang siang. Apa terjadi sesuatu pada mereka?, kenapa aku tidak melihat Pak David'. Batin Berli yang sedari tadi tidak melihat David maupun Felix. Pikirannya mulai di penuhi pikiran negatif
"Lagi lagi kau melamun. Sudahlah mereka pasti akan segera kembali haha". Ucap Laura menggoda Berli
"Apa mereka bertengkar?, ah jika itu terjadi, maka aku yang bersalah". Jawab Berli lesu
"Tidak mungkin, mereka bukan anak sd yang bertengkar saling pukul saat memperebutkan sesuatu. Haha, kau ini benar benar tidak berdasar. Sudahlah, mereka pasti akan baik baik saja". Ucap Laura memberikan penjelasan kepada Berli
"Iya, kau benar". Jawab Berli yang pikiran nya masih kalut
"Berli...." . Sapa seseorang yang tak lain adalah Abian. Ia sengaja datang ke tempat Berli bekerja
"Abian?, sedang apa disini?, ini belum waktunya istirahat. Kau bisa kena masalah nanti". Ucap Berli
"Tidak apa apa. Aku hanya memastikan kau benar benar memaafkan ku". Jawab Abian
Berli dan Laura saling tatap
"Aku ingin mengajakmu makan siang nanti. Sebagai tanda kau memaafkan aku, jangan menolakku Berli. Aku mohon". Ucap Abian penuh permohonan
"Baiklah". Ucap Berli tersenyum tipis. Ia akan berusaha melupakan kesalahan Abian
"Terimakasih Berli". Ucap Abian bahagia sambil berlalu pergi
__ADS_1
"Abian memang pantas di beri kesempatan untuk di maafkan Berli". Ucap Laura tersenyum sambil menepis pundak Berli. Berli hanya membalasnya dengan senyuman
......................
"Maksudmu kita akan berjalan menjemput motormu dan kita akan pergi bersama mengenakan motor mu?". Ucap David terkejut mendengar penuturan Felix
Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana saat ia berboncengan dengan saingannya ini
"Tentu saja, kau pikir aku akan menunggu mobilmu sampai matahari terbenam?". Jawab Felix
"Tapi rumah Berli sangat jauh dari sini". Ucap David menolak
"Aku sudah menolongmu, sekarang aku akan menolongmu lagi, kau menolak. Apa kau pikir aku pengangguran yang bisa duduk disini sampai mobilmu terisi bensin?". Protes Felix
"Tentu saja, kau pikir kita akan membeli secangkir kopi untuk mobilmu?". Ketus Felix
"Baiklah, aku turuti keinginanmu". Jawab David.
Mau tidak mau, mereka kembali ke rumah Berli yang jaraknya lumayan jauh untuk membawa motor Felix yang di tinggal disana. Saat mendapatkan motor itu, mereka akan pergi untuk membeli bensin mobil David. Sepanjang perjalanan mereka tak mengatakan satu patah kata pun.
Sunyi...
......................
__ADS_1
"Rom, apa kau tahu?, sepertinya tadi aku melihat Bryan di luar". Ucap Adelard yang kini berada di ruangan tempat nya menimba ilmu.
Ia tengah berbicara dengan Romi.
Sejak sampai di kampus, Prianka memang langsung berpisah dengan mereka, karena memang Prianka berbeda jurusan dengan tiga sejoli itu
"Bryan Sezkinlar?, untuk apa dia kembali kesini!". Jawab Romi yang hatinya mulai di penuhi kemarahan
"Adelard, mungkin kau salah lihat. Bryan sudah di keluarkan dari kampus ini bukan?, dan untuk apa dia kembali". Sahut Neel mengelak
"Aku tidak tahu. Tapi Rom, kau tenang saja, bisa jadi aku yang salah lihat. Nanti kita akan memastikannya". Ucap Adelard menepis pundak Romi untuk meredam amarah yang ia sebabkan
"Bahkan sampai saat ini aku masih membencinya". Umpat Romi sambil mengepalkan tangan nya
"Kau tenanglah dulu Rom, kami ada disini. Kami akan membantumu jika terjadi sesuatu lagi dengan Bryan". Ucap Neel menenangkan Romi
......................
'Apa aku harus memberitahu semua rahasia ini kepadamu sekarang Berli?, bertahun tahun aku menghindarimu. Dan sekarang kau sudah tumbuh dewasa, kau sudah mulai mencari tahu kebenaran tentang hidupmu. Bagaimana ini. Berli, maafkan paman nak, paman sudah sangat berdosa kepadamu. Apa yang akan paman lakukan sekarang, bahkan paman tidak tahu apa yang harus paman katakan kepadamu. Seharusnya paman tidak egois saat itu. Andai hari itu paman tak serakah, kau tidak akan menderita nak'. Batin Indra sambil menatap nanar potret Berli kecil yang bergelayut manja di pangkuan nya
"Sekarang kau terhanyut dalam penyesalan mu yang tak berguna Indra Rustan". Ucap seseorang yang tak lain adalah Kartika.
Ia melihat suami nya merenung sambil menatap foto itu
__ADS_1