DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 104 - Dokumen


__ADS_3

"Aditya, terimakasih sudah menemaniku makan siang hari ini". Ucap Berli yang hendak kembali bekerja, karena makan siangnya telah usai


"Iya kak, kakak tenang saja. Kakak boleh memanggilku kapan saja jika kakak butuh teman". Ucap Aditya tersenyum


"Iya Aditya...". Berli tersenyum


"Baiklah kalau begitu, aku pamit kembali bekerja ya kak". Ucap Aditya


"Baiklah, semangat Aditii... ". Berli tersenyum melambaikan tangan. Kini di tempat itu hanya ada Berli


"Hari ini adalah hari yang berat untukku. Hanya Aditya yang menemaniku... Laura, cepatlah pulang... ". Gumam Berli sambil berlalu pergi


......................


"Informasi apa yang kau dapatkan Aditya?". Tanya Felix yang kini tengah berbincang dengan Aditya di ruangan pribadinya


"Sebenarnya saya tidak mengerti dengan kak Berli. Ia bilang tentang harapan kepada milik seseorang, apa kau mengerti kak?". Jawab Aditya

__ADS_1


"Apa maksudmu, dia sedang berharap kepada seseorang yang menjadi milik orang lain?". Felix terheran penuh selidik


"Sepertinya begitu, hanya saja saya tidak mengerti siapa orang yang kak Berli maksud". Jawab Aditya


"Baiklah, terimakasih Aditya". Ucap Felix lesu


"Kalau begitu saya pamit ya pak". Ucap Aditya berpamitan untuk kembali ke ruangannya


"Baiklah". Jawab Felix. Kini pikirannya benar benar kalut


"Jadi Berli sedang mengharapkan seseorang? Dan bukan aku?. Jadi selama ini dia jatuh cinta kepada orang lain?". Gumam Felix menahan gemuruh cemburu di hatinya


......................


"Ya sudah, hati hati di jalan. Ibu dan Kakakku kebetulan sedang keluar, ayah entah kemana... Kau pulang saja, nanti aku sampaikan salam mu kepada mereka". Ucap Adelard yang melihat Neel tengah mencari keberadaan keluarganya untuk berpamitan


"Baiklah, sampai nanti, kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku". Ucap Neel tersenyum

__ADS_1


"Baiklah". Jawab Adelard menepis pundak Neel


......................


"Surat apa ini? Kenapa tentang masalah kejiwaan?". Ucap Bi Esin yang terheran saat melihat dokumen yang tergeletak begitu saja di meja ruang tamu. Saat ini Bi Esin memang sedang mengerjakan pekerjaan rumah


"Hey apa yang kau lakukan!". Teriak seorang wanita hampir paruh baya yang berhasil mengejutkan Bi Esin saat hendak membacanya


"Maafkan saya nyonya, saya hanya lihat saja. Barangkali ini surat penting". Ucap Bi Esin penuh penyesalan


"Lain kali jangan sembarangan melihat dokumen saya! Kau ini sangat lancang, berani beraninya! ". Ucap Bu Inez penuh penekanan


"Baiklah nyonya, saya minta maaf sebesar besarnya, saya benar benar tidak tahu, saya juga belum membacanya. Saya hanya melihatnya ada disini. Itu saja". Jawab Bi Esin ketakutan


"Baiklah, pergilah ke belakang dan jangan coba coba ingin tahu urusan saya! ". Ucap Bu Inez meredam amarahnya


"Baik nyonya". Bi Esin sungkan dan langsung pergi ke dapur. Ia benar benar tidak menyangka majikan nya akan semarah itu

__ADS_1


"Untung saja dia belum membacanya, jika tidak hidupku akan hancur. Inez Inez, kau sangat ceroboh meninggalkan nya disini, aku harus segera mengamankan nya". Gumam Bu Inez sambil bergegas pergi ke kamarnya untuk menyimpan baik baik dokumen itu


'Kenapa nyonya semarah itu hanya karena surat yang bahkan aku saja belum membacanya?. Nyonya terlihat ketakutan jika aku mengetahuinya, sebenarnya ada apa ini? Nyonya Inez tidak seperti biasanya'. Batin Bi Esin yang kini sudah berada di dapur. Ia benar benar bingung dengan majikan nya


__ADS_2