
"Bagaimana keadaan Prianka, Rom? apa sudah ada kabar selanjutnya?". Ucap Neel saat tiga sejoli itu tengah menunggu mata kuliah di mulai.
"Selama beberapa hari ini, Prianka mulai mengumpulkan bukti. Meskipun tidak spesifik, mungkin akan membantu. Entahlah, sampai kapan aku harus bersabar seperti ini. Aku justru sudah tidak sabar untuk menggiringnya ke balik jeruji". Ucap Romi penuh penekanan.
"Kau harus bersabar sedikit lagi Rom, ini adalah langkah pasti. Rencana yang kau jalankan sangat bagus, dan pasti akan membuahkan hasil". Sahut Adelard.
"Semoga saja". Balas Romi.
Tak berselang lama, Romi kembali mendapatkan pesan singkat misterius dari seseorang. Kali ini, pesan itu tertuju kepada Prianka
Romi yang saat itu memang tengah menggenggam ponsel nya, dengan refleks ia langsung membuka pesan itu.
"Jika kau ingin Prianka kembali dengan selamat, maka temui aku di tepi jurang perbatasan, dan siapkan uang sebanyak satu milyar. Dengan begitu, kau bisa membawa wanita tak berguna ini bersamamu. Tapi jika kau berani membawa polisi atau siapapun itu, detik itu juga kau tidak akan pernah melihat Prianka untuk selama nya".
Isi pesan singkat itu membuat Romi mendidih
"Aku yakin, ini adalah perbuatan Bryan!". Ucap Romi penuh penekanan sambil melontarkan ponsel nya ke meja, sontak pesan itu di baca oleh kedua sahabat nya.
"Aku tidak menyangka dia akan senekat ini. Rom, apa yang akan kau lakukan?". Ucap Neel khawatir, begitu juga dengan Adelard.
"Mau tidak mau, aku harus datang". Ucap Romi kalut.
__ADS_1
"Lalu kau akan benar-benar membawa uang itu, dan pergi sendirian?. Rom itu bukanlah ide bagus". Sahut Adelard.
"Adelard benar. Kita akan mengikutimu dari belakang Rom, sehingga kita bisa membantumu di saat kau butuh bantuan". Ucap Neel.
"Tidak. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian. Lagipula dia memintaku datang sendirian. Aku takut, Bryan justru akan mencelakakan siapa saja yang ada di belakang ku. Aku harus pergi". Ucap Romi, tanpa basa-basi, ia langsung tancap gas. Meskipun ia cukup bingung, darimana ia akan mendapatkan uang sebanyak itu. Ia memutuskan untuk pulang dan melihat uang simpanan nya di rumah.
"Rom, tunggu.. ". Ucap Neel, saat melihat Romi pergi begitu saja.
"Neel, aku yakin ini akan sangat berbahaya bagi Romi da Prianka. Aku takut, setelah mendapat uang itu, Bryan justru akan mencelakakan Romi ataupun Prianka". Ucap Adelard kalut dan khawatir.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?. Romi bahkan tidak mengizinkan kita untuk mengikutinya". Ucap Neel yang juga kalut dan buntu.
"Neel, aku punya ide.. ". Seketika terlintas sebuah ide di kepala Adelard. Segera ia memberitahukan nya kepada Neel.
......................
"Prianka, aku harap kau baik-baik saja". Gumam Romi putus asa.
......................
"Ada yang bisa ku bantu, nona?". Bariton itu terdengar begitu lembut namun mengejutkan.
__ADS_1
"Felix, sedang apa kau disini?". Ucap Berli, terkejut saat tiba-tiba Felix mendatanginya di tempat nya bekerja.
"Ingin mengganggumu saja". Ucap Felix terkekeh.
"Felix, bagaimana jika orang-orang melihat kita". Ucap Berli mengedarkan pandangan ke sekitar. Sebenarnya ia hanya khawatir jika Sherly datang, dan kembali memperkeruh suasana hatinya.
"Hey, kau lupa aku ini siapa?". Felix terkekeh. Ia hanya bermaksud untuk bercanda. Namun, karena Berli memang sedang sensitif, perkataan Felix justru membuat nya kembali sadar diri.
"Iya, aku tahu kau pemilik perusahaan ini". Berli tertunduk. Membuat Felix heran.
"Hey, aku hanya bercanda sayang. Maaf jika aku membuatmu tersinggung. Aku tidak bermaksud untuk itu". Ucap Felix mengusap lembut kepala Berli.
"Tidak sayang, aku tidak apa-apa". Berli kembali tersenyum. Sebenarnya ia tidak masalah dengan gurau an Felix, hanya saja ia teringat ucapan Sherly.
"Tidak. Aku yakin ada sesuatu yang mengganjal di hatimu. Katakan, ada masalah apa?. Tadi pagi sepertinya kau begitu ceria". Ucap Felix, menatap lekat Berli. Ia begitu peka terhadap perasaan pasangan nya ini.
"Tidak ada apa-apa bos ku sayang. Lihat, aku tersenyum". Ucap Berli sembari tersenyum lebar kepada Felix.
"Benarkah?". Ucap Felix penuh pertanyaan. Ia juga tidak ingin memaksa Berli untuk menceritakan masalah nya.
"Heemm". Berli mengangguk. Felix kembali mengusap lembut kepala kekasih nya ini.
__ADS_1
'Meskipun begitu, Sherly adalah saudari dari Felix. Aku tidak ingin hubungan persaudaraan mereka hancur, hanya karena aku'. Berli membatin. Ia lebih memilih melupakan kejadian tadi, daripada menceritakan nya kepada Felix.