
Setelah selesai mereka pun kembali ke tempat kerja nya masing masing. Sampai sekarang tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya Felix adalah bos, Felix hanya terlihat sesekali saja, dan menghilang entah kemana. Tapi sebelum kembali bekerja..
"Aku menunggumu di ujung jalan saat waktu pulang tiba, jangan kecewakan aku". Bisik Felix tepat di telinga Berli, mata Berli terbelalak kaget mendengar permintaan Felix. Sementara Bian masih bergelut dengan api cemburu di dadanya. Felix pergi entah kemana, hanya tinggal Berli dan Bian yang tinggal
"Sebenarnya pria itu siapa kamu?". Tanya Bian kesal
"Begini, waktu itu aku hampir di lecehkan pemuda di jalan saat aku hendak pulang malam. Dan dia menolong ku, jadi ya aku hanya berteman dengannya". Jawab Berli gugup
Abian yang mendengar penuturan Berli sangat terkejut. Bagaimana bisa ia tidak tahu jika wanita yang begitu ia cintai dalam bahaya
"Apa?. Tapi kamu gapapa kan?. Kenapa tidak menelpon ku?. Kamu juga tidak bilang jika malam itu kamu pulang sendiri, sampai terjadi hal itu". Beribu pertanyaan di lontarkan Bian pada Berli, Berli yang bingung harus menjelaskan bagaimana hanya tersenyum tipis melihat Bian yang begitu peduli pada nya
"Hanya luka kecil, tidak apa apa. Dia menolong aku waktu itu. Untung dia cepat datang, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi". Balas Berli yang tanpa ia sadari membuat Bian cemburu
"Pokoknya setiap hari aku akan mengantarmu pulang!! ". Ucap Bian penuh penekanan
"Ahh gausah Bian, gapapa kok, aku bisa sendiri. Lagian sekarang pulang nya ga larut, kan ga lembur". Jawab Berli yang bingung harus menolak bagaimana, sementara Felix tadi dia bilang akan menunggunya di ujung jalan.
"Lalu pria itu?, sepertinya dia suka padamu?, siapa namanya?". Tanya Bian kecewa
"Itu masalahnya, aku lupa menanyakan namanya, makan nya aku sebut dia es batu hahaha". Jawab Berli sambil tertawa, namun berbeda dengan Bian yang masih kesal
__ADS_1
"Ya sudah, aku kembali bekerja, kalo ada apa apa telpon aku, kapan pun kamu butuh bantuan, aku akan selalu ada buat kamu, jangan sungkan". Ucap Bian
"Hmm iyaa Bian terimakasih banyak, aku juga mau kembali kerja, aku duluan yaa. Assalamualaikum". Jawab Berli sambil tersenyum dan berlalu pergi
"Waalaikumsallam". Jawab Bian yang masih kesal
"Saingan ku bertambah satu, siapa lagi nanti hah?". Ucap Bian pada dirinya sendiri
......................
"Siapa namanya ya?. Sejak kapan dia bekerja di sini, kenapa tiba tiba sedekat itu padaku?. Terus....jika aku mau menerima ajakan dia, apa dia akan mencelakaiku?. Tapi malam itu dia menolongku, ah ada ada saja, pikiran ku jadi kalut lebih baik aku balik kerja deh". Beribu pertanyaan perputar di kepala Berli yang kini sudah siap kembali melanjutkan pekerjaan nya. Meskipun sedikit bosan karena tidak ada Laura teman mengobrol nya, tapi ia tetap semangat karena besok libur bekerja.
Jam pulang pun tiba, akhirnya yang di nanti nanti datang juga. Jam pulang seakan adalah moment yang di nanti semua karyawan di pabrik. Bagaimana tidak, mereka yang bekerja pasti menantikan waktu pulang karena sudah lelah seharian bekerja.
"Liann.. mau pulang? ". Tanya David yang entah sejak kapan berada di ambang pintu
"Ahh iyaa pak, bapak butuh sesuatu? ". Tanya Berli gugup, karena tidak biasanya David datang di saat waktu pulang. Ia hanya takut di beri kerja lembur
"Saya butuh kamu". Ucap David sambil tersenyum
"Saya pak?, apa hari ini lembur? ". Tanya Berli bingung
__ADS_1
"Butuh kamu untuk mendampingi saya". Balas David tersenyum menggoda
"Ehh hehe saya kira akan lembur". Balas Berli yang bingung
"Apa besok kamu free?, saya ingin mengajak kamu jalan jalan saja". Ujar David, sungguh permintaan David membuat Berli bingung. Ia ingin menjauh namun David terus saja mendekatinya, untung nya besok ia ada janji dengan sahabatnya Laura.
"Saya mohon maaf sebelumnya pak, tapi saya sudah ada janji dengan teman saya". Jawab Berli lembut tidak ingin membuat David tersinggung
"Hmm apa pacar? ". Tanya David kecewa
"Ahh bukan, saya sudah ada janji bersama Laura". Jawab Berli
"Apa saya boleh ikut?". David kembali meminta
"Ahh itu, maaf ya pak saya tidak bisa". Ucap Berli yang perasaan nya tidak karuan karena David selalu mendesak
"Saya tidak keberatan kok, kita jalan bertiga saja ya?. Anggap saja saya teman, di luar kerja kan kita bukan atasan dan bawahan". Ucap David tersenyum membujuk
"Hmm maaf ya pak tapi..". Ucap Berli sungkan
"Ya sudah besok saya jemput kamu ya, kabari saja jam berapa. Saya tidak akan terlambat menjemput kamu". Ucap David sambil mengedipkan sebelah mata nya sambil berlalu pergi
__ADS_1
"Aduh bagaimana ini.. ". Ucap Berli yang bingung
Sikap David memang tidak bisa di tebak, tiba tiba saja mau ikut, dan tidak memberikan kesempatan Berli untuk menolak. Mau tidak mau David akan ikut besok, ah ini membuat Berli kalut, padahal ia ingin sehari saja tenang tanpa di kuntit atasan nya ini.