
"Kak, bagaimana keadaan kakak?, apa sudah baikan?". Ucap Adelard yang kini tengah berada di kamar kakak perempuan nya yang tak lain adalah Lathesia
"Aku tidak apa apa". Ucap Lathesia dengan lamunan nya yang penuh keputusasaan
"Aku ingin mengajak kakak berkeliling kota ini, ayo. Sudah lama kan kakak tinggal di luar negeri, memang nya tidak rindu kota ini?". Tanya Adelard yang ingin mengajak kakak nya jalan jalan untuk menghiburnya
"Aku tidak mau". Jawab Lathesia
"Lalu apa agenda kita hari ini?, atau ingin ke tempat wisata?". Tanya Adelard kembali sambil tersenyum
"Kebahagiaan tidak berpihak kepadaku Rio". Ucap Lathesia sambil berlinang air mata
"Tidak seperti itu kak, kau berhak bahagia. Tentu jika waktunya sudah tiba, kau akan merasakan hal itu". Ucap Adelard menenangkan kakak nya
"Aku sudah mendapatkannya, hanya saja aku terlalu bodoh dan menyianyiakan nya". Ucap Lathesia sambil menyeka air matanya
"Sudah lah kak, itu kan masa lalu. Sekarang lihatlah masa depan mu masih panjang, kakak harus meneruskan hidup ini, banyak orang yang mencintai kakak". Ucap Adelard sambil tersenyum. Seketika Lathesia mengarahkan pandangan nya kepada Adelard
"Kau benar Rio". Ucap Lathesia sambil berhambur ke pelukan Adik nya. Ia merasakan ada setitik harapan di hatinya untuk mendapat kebahagiaan.
......................
"Aditya? Sedang apa disini?". Tanya Berli ramah
"Aku baru saja berziarah ke makan almarhum ibuku kak, dan aku melihat kakak disini, jadi aku memutuskan untuk menyapa". Ucap Aditya sambil tersenyum
"Almarhum ibumu di makam kan disini juga?. Ah kita sama". Ucap Berli tersenyum tipis
"Berli, ayo". Ucap Felix yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka
"Ah iyaa, Aditya aku duluan ya. Aku masih harus mengunjungi suatu tempat. Lain kali kita berbincang lagi, assalamualaikum". Ucap Berli sambil tersenyum
"Baiklah kak, waalaikumsalam". Balas Aditya menatap kepergian Berli
__ADS_1
"Kita pulang?". Tanya Felix yang kini sudah siap dengan motornya
"Aku akan pergi ke panti asuhan dan ke rumah paman ku, jika kau sibuk kau pulang duluan saja. Aku bisa sendiri". Ucap Berli yang tidak enak karena merasa merepotkan Felix
"Aku akan mengantarmu, naik". Ucap Felix. Tentu ia sangat senang bisa mengantar Berli bepergian
"Baiklah, terimakasih. Maaf merepotkan". Ucap Berli pelan sambil menaiki motor Felix
......................
Kringg,,
Suara ponsel Romi tiba tiba berbunyi. Tanda ada panggilan masuk
"Rom, apa hari ini kau ada kegiatan?. Aku ingin mengajakmu keluar bersama kakak ku". Ucap Adelard di sebrang telepon
"Sebenarnya aku menjaga ibuku, tapi ia bilang sudah sembuh. Baiklah aku ikut, jam berapa?". Tanya Romi
"Siap siap saja dulu, jika sudah telpon aku, aku akan jemput". Ucap Adelard di sebrang telepon
"Aku sudah mengajak Neel. Dia akan ikut, aku akan menjemputnya juga". Ucap Adelard
"Oke". Ucap Romi mematikan telpon dan langsung segera bersiap
"Anak mama mau kemana hmm?". Tanya Bu Inez yang tanpa sengaja mendengarkan percakapan Romi
"Adelard mengajak Romi keluar hari ini ma. Apa boleh?". Tanya Romi
"Tentu sayang, kenapa harus bertanya. Pergilah". Ucap Bu Inez sambil tersenyum ramah
......................
"Rasanya aku benar benar merasa bersalah karena perkataan ku kepada Berli. Maafkan aku Berli". Ucap Abian dalam hatinya yang di penuhi beribu penyesalan
__ADS_1
"Apa aku harus menelpon nya?". Ucap Abian kembali sambil meraih telpon nya di nakas dan mulai memanggil nomor telpon Berli. Setelah menelpon beberapa kali, Abian tak kunjung mendapat jawaban dan memutuskan untuk menelpon sahabat Berli yaitu Laura
"Ada apa Bian?". Tanya Laura di sebrang telpon
"Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu. Tapi aku ingin membicarakan nya secara langsung. Apa bisa bertemu hari ini?". Ucap Abian penuh permohonan. Berharap Laura akan membantunya meminta maaf kepada Berli
"Baiklah, dimana?". Tanya Laura di sebrang telepon
"Di cafe amartha, kau siap siap saja. Jika sudah langsung telpon aku. Aku akan menjemputmu". Ucap Abian
"Oke". Jawab Laura dan langsung memutus telpon
......................
"Kita ke panti asuhan dulu saja, habis itu ke rumah paman". Ucap Berli yang berboncengan dengan Felix
"Apapun yang tuan putri inginkan". Ucap Felix sambil tersenyum
"Kau bilang apa?, aku tidak dengarr". Ucap Berli yang tidak mendengar jelas apa yang di katakan Felix
"Tidak". Ucap Felix dingin
.
.
.
Terimakasih banyak kepada pembaca setiakuu, maaf banget author jarang update karena memang sambil cari kerja juga hehe
pokok nya aku bakal berusaha biar cerita ini cepet tamat🤗
dukung aku terus yaa, like and vote dari jempol kalian 🤗🤗
__ADS_1
love you all!!