DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 137 - Cinta Kedua Kali


__ADS_3

"Akhirnya pekerjaanku selesai". Ucap Berli sambil mengehela nafas dalam. Meskipun tidak jadi lembur, tetapi ia merasa hari ini benar benar melelahkan.


Untung saja saat Sherly pergi tadi, ia langsung menanyakan perihal bekerja lembur kepada David. David mengatakan bahwa tidak seharusnya Berli bekerja lembur. Maka dari itu, bekerja lebur urung di lakukan nya.


"Kak Berli.. ". Sapa seseorang di ambang pintu


"Aditya. Kau disini?". Ucap Berli


"Apa kakak pulang sendiri?". Tanya Aditya


"Iya Aditya". Jawab Berli tersenyum ramah


"Aku akan mengantar kakak. Ayo.. ". Ucap Aditya


"Aditya. itu tidak perlu.. Aku bisa pulang sendiri". Jawab Berli


"Ayolah kak. Lagipula aku tidak merasa keberatan". Bujuk Aditya


"Baiklah". Ucap Berli tersenyum tipis


'Aku harus segera mengabari kak Felix'. Gumam Aditya dalam hati sambil mengeluarkan benda pipih yang ia simpan di kantung celana nya

__ADS_1


Memang saat ini Aditya tengah menjalani perintah yang Felix berikan. Setengah jam yang lalu, sebelum waktu menunjukkan waktu perpulangan, Felix memang sudah menelpon Aditya untuk memastikan bahwa Berli pulang dengan selamat. Meskipun ia sudah merasa jauh darinya, namun ia akan tetap memastikan bahwa Berli baik baik saja.


"Secepatnya. Aku harus membicarakan ini semua padanya. Aku tidak bisa menunda lebih lama lagi". Gumam Felix di dalam lamunan nya.


......................


"Jadi Bryan adalah pelaku kecelakaan ayah mu?". Romi terkejut bukan main saat mendapati kabar itu dari Prianka. Saat ini Prianka memang tengah berada di rumah sakit untuk menemui pujaan hatinya itu.


"Iya. Tetapi aku tidak tahu kemana dia pergi. Dia melarikan diri". Jawab Prianka


"Apa? Dasar pengecut!". Ucap Romi penuh penegasan. Hatinya begitu mendidih. Ingin rasanya ia memukulinya sampai memar.


"Sudahlah Rom. Polisi sedang mencarinya. Kau tidak perlu memikirkan semua itu. Saat ini fokus saja pada kesehatan mu". Ucap Prianka lembut


"Oh iya. Kemana kak Felix dan tante pergi? Aku tidak melihatnya sama sekali". Tanya Prianka yang tidak mendapati keberadaan Bu Inez dan Felix di ruangan itu


"Kak Felix.. Sepertinya ia sedang mencari angin di luar. Sedangkan sejak tadi mama sudah pulang ke rumah. Aku tidak tega melihatnya berlama lama disini. Mama membutuhkan banyak istirahat". Jawab Romi tersenyum penuh pengertian


"Begitu..". Gumam Prianka mengangguk


"Terimakasih karena sudah mencemaskanku". Ucap Romi yang seketika memecah keheningan itu.

__ADS_1


"Itu.. Itu hal yang wajar bukan". Jawab Prianka yang pipinya mulai memerah


"Aku pikir kau masih mencintaiku.. Ternyata tidak". Ucap Romi yang berusaha memancing Prianka. Ia mengatakan seolah dalam keadaan putus harapan


"Romi.. Aku tidak.. Aku tentu". Jawab Prianka gugup


"Tentu kau tidak mencintaiku. Haha sudahlah, aku hanya bergurau. Jangan kau masukkan ke hati ucapanku". Ucap Romi yang berusaha mencairkan suasana dengan nada senda guraunya


"Aku mencintaimu Romi". Ucap Prianka dengan pipi merah nya


Seketika Romi terdiam membisu mendengar ucapan nya.


"Jika kau ingin aku mengulangnya. Aku mencintaimu Romi. Terimakasih karena selalu ada untuk ku". Ucap Prianka kembali


"Apa ini sungguhan?". Gumam Romi merasa tak percaya


"Tentu saja. Aku disini. Dan ini sungguhan". Ucap Prianka tersenyum


"Aku juga mencintaimu. Dan akan selalu begitu. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Apa kau ingin kembali bersamaku?". Tanya Romi penuh harap


"Tentu saja". Ucap Prianka yang sontak memegang erat tangan Romi.

__ADS_1


Mereka tertawa lepas tanpa rasa canggung hari ini. Sungguh, ini adala hari yang bahagia untuk mereka.


__ADS_2