
"Lama sekali kau tidak datang kemari. Bagaimana kabarmu?". Ucap Bu Inez seraya menyambut kedatangan sahabat lamanya yang tak lain adalah Bu Delli.
Setelah putrinya gagal menjalankan tugasnya, kini ia benar benar turun tangan untuk menjalankan misi nya.
"Aku baik baik saja Inez. Oh ya, dimana putramu yang tampan itu?". Ucap Bu Delli. Tatapan nya mengitari sekitar mencari keberadaan Felix.
"Felix, ia sudah berangkat ke perusahaan. Entah mengapa akhir akhir ini ia sangat bersemangat". Jawab Bu Inez penuh senyuman
"Oh ya, ayo duduk. Kita berbincang". Tambah Bu Inez seraya mempersilahkan Bu Delli untuk bertamu di rumahnya
"Ternyata calon menantuku itu sangat rajin dan pekerja keras ya. Aku tidak salah memilih Felix untuk menjadi suami dari putriku". Ucap Bu Delli penuh bangga
"Tentu saja. Oh ya, Jovanka tidak ikut kemari?". Tanya Bu Inez. Karena ia tak melihat kedatangan Jovanka.
"Iya. Sejak pagi ia sudah pergi untuk berolahraga bersama teman-teman nya. Ya.. Anakku itu selalu produktif. Jadi ia tak ikut bersamaku". Balas Bu Delli berbohong
"Entah kemana perginya anak itu. Aku terpaksa harus berbohong karena Jovanka benar benar tidak bisa di andalkan". Batin Bu Delli. Karena sejak malam itu, Jovanka belum kembali ke rumah.
"Benar benar menantu idaman". Balas Bu Inez tersenyum bangga
__ADS_1
"Oh ya Inez. Kapan kita akan menikahkan putra dan putri kita? Tidak baik kan menunda terlalu lama". Ucap Bu Delli tanpa segan.
"Sebenarnya aku pun ingin sekali pernikahan ini segera terwujud. Tapi apa daya, Felix selalu saja tak menghiraukan rencana kita ini". Jawab Bu Inez dengan nada murung
"Padahal aku sudah tak sabar ingin menimbang cucu. Oh ya Inez, setelah Felix dan Jovanka menikah nanti, perusahaan kita akan di gabung menjadi satu kan?. Bagaimana jika hal itu kita lakukan saat ini juga? Maksudku.. Jika perusahaan kita di satukan menjadi satu, mungkin kita akan mendapat keuntungan berlipat ganda dari biasanya. Smith juga sudah mempersiapkan hal ini". Bu Delli kembali gencar melancarkan misi nya
"Sebenarnya Delli, keadaan finansial perusaahanku sedang tidak stabil. Rasanya tidak mungkin jika kita melakukan nya sekarang". Ucap Bu Inez yang merasa tak yakin
"Mengapa kau khawatir? Ada aku disini. Kita akan membangun kembali perusahaanmu dengan modal yang jauh lebih menjanjikan. Kau tinggal menandatangani perjanjian itu. Setelah itu.. Biar Smith mengurus semuanya. Kau tinggal menunggu hasilnya". Ucap Bu Delli berusaha meyakinkan Bu Inez
"Jadi maksudmu, aku harus menginvestasikan saham ku untuk Smith kelola?".
"Ekhm.. ". Gumam Romi yang memotong pembicaraan mereka. Sejak tadi Romi memang sudah mendengarkan apa yang Bu Delli katakan.
"Romi sayang. Kau akan berangkat ke kampus?". Ucap Bu Inez penuh kelembutan saat melihat Romi sudah rapih
"Iya ma. Oh ya, aku tidak sengaja mendengar perbincangan kalian. Maaf jika aku terkesan mencampuri urusan mama. Tetapi ma, bukankah kita akan menanamkan investasi di perusahaan kak Ozcan? Untuk apa kita berinvestasi lagi? Maksudku.. Ya, aku pikir perusahaan di Turki sudah menjanjikan bukan?". Ucap Romi yang ikut bergabung disana. Kedatangan nya benar benar membuat Bu Delli kesal.
"Iya sayang. Tetapi ini semua untuk bekal kalian berdua bukan? Kalau semua berjalan dengan lancar, kenapa tidak?". Balas Bu Inez berusaha membuat Romi mengerti
__ADS_1
"Iya nak. Lagipula kan sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Ini bisa di anggap sebagai perusahaan keluarga bukan?". Sahut Bu Delli lembut. Namun lain di hatinya.
"Tetapi tante, Aku pikir ini tidaklah perlu. Lagipula Kak Felix dengan Kak Jovanka kan belum tentu berjodoh. Jadi aku pikir, ini tidak perlu". Bantah Romi
"Romi. Kau tidak boleh seperti itu nak". Ucap Bu Inez merasa tak enak
"Kenapa? Aku tidak salah kan?". Ucap Romi dengan nada tanpa dosa
"Iya sayang. Tetapi berinvestasi juga bisa membuat perekonomian kita semakin maju bukan? Sudahlah, kau akan mengerti ini nanti nak". Ucap Bu Delli penuh kelembutan. Namun hatinya begitu geram
"Baiklah. Terserah saja jika itu yang mama mau". Ucap Romi sambil berlalu pergi
"Romi... Nak.. ". Teriak Bu Inez. Agar Romi meminta maaf kepada Bu Delli
"Sudahlah Inez, tidak apa.. Ia masih terlalu muda untuk semua ini. Seiring berjalan nya waktu, ia pasti akan mengerti". Ucap Bu Delli menenangkan
"Kau benar". Balas Bu Inez tersenyum
"Anak itu pasti akan menjadi panghalang rencanaku, aku harus berhati hati dengan nya. Semua harus berjalan sesuai keinginanku". Batin Bu Delli geram dengan sikap Romi
__ADS_1
"Aku harus membicarakan hal ini kepada Kak Felix sebelum semuanya terlambat. Ibu dan anak itu benar benar ingin memeras ibuku". Batin Romi saat melenggangkan kakinya ke luar rumah untuk pergi ke kampus.