
Indah melepaskan tangan Anna begitu saja, ia mendorong tubuh adiknya pelan.
Melihat pada jendela rumah, "Mas Danu, ngapain dia kesini. Bukanya dia tidak tahu rumah Anna, ini gawat."
Gerutu hati Indah.
Anna kini menarik tangan sang kakak, dan berbicara pelan," biar aku hadapi Mas Danu, kakak pergi saja ke kamar."
"Apa kamu yakin, An. Mas Danu sekarang lebih terlihat pemarah dan juga sering membentak," balas Indah. Dengan mengkhawatirkan sang adik.
"Kakak tenang saja, aku bisa mengusir dia dari sini, jadi kakak sebaiknya tidur di kamar sekarang. Karena Anna takut jika Mas Danu berani membawa kakak pergi dari rumah ini," perintah Anna tegas, Indah mulai berjalan meninggalkan Anna dengan terburu buru masuk ke dalam kamar.
*****
Membuka pintu.
Anna menyandarkan punggungnya pada tiang, sembari melipatkan kedua tangan." Mas Danu, ternyata?"
Dengan pura pura, Anna menguap sesekali ia menutup mulutnya yang terbuka lebar itu.
"Sudahlah Anna, jangan berpura pura lagi? Dimana Indah sekarang?" Pertanyaan yang sudah ditebak Anna sebelum membuka pintu rumah.
"Loh, kenapa nanyain Kak Indah malam malam begini, bukanya Mas Danu sekarang bukan siapa siapa lagi kakak saya. Hanya berstatus sebagai mantan suami Kak Indah." Perkataan Anna tentu saja membuat Danu marah.
"Anna, semua ini bukan urusan kamu, jadi cepat dimana Kakak kamu, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada dia." Lelaki seperti Danu ini, seakan tak tahu diri sekali, ia malah menanyakan pada tuan rumah dengan nada bicara sedikit terdengar membentak.
"Loh, mas kalau memang bukan urusanku kenapa Mas Danu malah bertanya dimana Kak Indah. Asal mas tahu ya, saya sebagai adiknya tetap tak terima, dengan perlakuan mas dulu kepada Kak Indah. Jadi sekarang mas jangan terlalu berharap deh, lupakan saja. Cari ajah wanita yang mau menerima lelaki suka membentak seperti Mas Danu."
Anna seakan tak punya rasa takut, membentak Danu sebegitunya. " Sudahlah Anna, jangan banyak basa basi, aku ingin bertemu Indah sekarang. Jangan halangi aku, oke." Dengan beraninya Danu masuk ke dalam rumah Anna, membuat orang pemilik rumah itu tentu saja tak suka. " Mas, sudahlah. Kak Indah tidak ada di sini. Sebaiknya mas pergi dari sini. Sebelum saya panggilkan warga di sekitar sini oke."
Danu seakan tak memperdulikan ancaman Anna, ia malah berteriak memanggil nama Indah.
"Indah, keluarlah. Ini aku Danu, please Indah jangan bikin aku sakit hati." Teriakan itu tak di perdulikan Indah kembali, ia hanya bisa mendengarkan musik dengan menggunakan headset.
__ADS_1
Anna mulai menarik tangan Danu, menyeretnya keluar dari dalam rumah. "Mas, cepat keluar dari sini."
"Anna, tolonglah suruh Indah menghadapiku sekarang juga. Aku ingin mengobrol dengan dia. Aku tak sanggup pisah dengan Indah."
Permohonan Danu tak digubris oleh Anna, " Mas, sudah cukup ya, jangan mengemis lagi cinta pada Kak Indah, ia seminggu lagi akan menikah."
"Mana mungkin, itu tidak bisa."
"Heh tidak bisa bagaimana?"
"Aku baru mentalak Indah talak satu dan tak akan mentalaknya lag."
Anna malah tertawa terbahak bahak," Apa anda lupa atau pura pura pikun."
Bukanya lima bulan yang lalu Mas Danu menandatangani surat gugatan cerai, saat Mas Danu tengah asyiknya memadu cinta bersama Siren.
"Lima bulan yang lalu menandatangani surat, jangan gila kamu Anna."
Danu berusaha mengingat apa yang dikatakan Anna," Bagaimana? Apa kamu sudah ingat."
"Iya aku sudah ingat. " Balasan Danu membuat Anna tersenyum kecil.
"Jadi kamu tak ada lagi hak pada kakakku, untuk mengajak dia balik lagi. Sudahlah Mas Danu sebaiknya pergi dari rumah saya."
"Tapi, An. Aku sangat mencintai Indah."
"Alah cinta cinta sudahlah mas, jangan mengatasnamakan cinta jika ujungnya Mas Danu menyakiti hati Kak Indah."
Anna yang sudah malas berdebat, pada akhinya. Menutup pintu rumah, tak mempedulikan Deni yang berada di luar rumahnya malam malam.
kenapa Deni bisa masuk ke rumah Indah, karna satpam yang biasa jaga mengambil cuti satu hari, hingga Anna lupa mencari penganti satpam di rumahnya.
setelah selesai berdebat dengan Danu, tiba-tiba saja Indah sudah berada di hadapan Anna, tentu saja membuat ia terkejut.
__ADS_1
Mengelus dada dan berkata, "kakak, bikin kaget aku saja."
Indah mulai menanyakan apa yang tadi diperdebatkan oleh Anna dan juga mantan suaminya. Di mana Ana mulai menjelaskan kepada sang kakak, akan tetapi penjelasan itu tak membuat Indah merasa puas.
Ana mulai berjalan melewati Indah. Iya ingin segera mengganti baju dan membersihkan diri untuk segera tidur.
"Tunggu, Anna."
Langkah kaki terhenti Ketika sang kakak memanggil dirinya," apa lagi, kak?"
" Kakak hanya ingin bertanya pada kamu, soal perkataan kamu dengan Mas Danu begitu serius, di mana kamu bilang kamu sudah membuat surat gugatan untuk kakak dan sudah ditandatangani oleh Mas Danu. Oh ya, kenapa kamu tidak memberitahu Kakak saat itu, Anna?"
Sang adik mulai membalikkan badannya, perlahan mendekat ke arah sang kakak. " bagaimana bisa aku menceritakan semuanya kepada kakak , saat itu tengah bersedih, rasanya tak mungkin, aku takut malah meluakai semakin meluakai hati kakak, maka dari itu dengan keberanian dan juga pertolongan aku. Diam-diam membuat surat gugatan untuk segera ditandatangani oleh Mas Danu. dan kakak lihat sendiri Mas Danu mendatangani surat gugatan itu, ia seakan tak punya hati, maka dari itu aku benar-benar kesal terhadap Mas Danu, dia sudah menyia-nyiakan Kakak dan juga membuat hati kakak terluka, sekali-kali dia juga harus diberi pelajaran, Kak, agar dirinya sadar akan apa yang sudah ia perbuat oleh ulahnya sendiri. "
Indah memeluk erat Anna dan mengucapkan kata terima kasih.
Ponsel Indah berbunyi, tanda pesan datang pada ponselnya.
(Indah, maafkan aku. Aku ingin balik lagi bersamamu, kenapa kamu tidak memberikan kesempatan untukku. Kamu malah akan menikah dengan orang lain.)
"Siapa, kak? "
Anna mencoba melirik pada pesan yang datang dari ponsel sang kakak, membuat ia menyuruh Indah untuk tidak membalas pesan dari Danu.
"Sudah, kak. Jangan dibalas, dia emang tak punya malu. Maunya menang terus. Blokir aja nomor ponselnya."
"Blokir? "
"Iya Blokir, ngapain nomornya di simpan nggak ada manfaat! "
"Benar juga apa kata kamu. "
Dan akhirnya Indah memblokir nomor Danu. Membuat perasaanya sedikit lega.
__ADS_1