
Ainun terus menggeser perlahan layar ponsel, membaca setiap isi pesan percakapan antara Intan dan juga Galih. Menahan kesal ingin sekali Ainun mencekik leher pelayannya saat ini juga.
Namun, apa daya ia tak berani. Jika melakukan semua itu, tentulah akan mendapat sebuah resiko yang sangat patal. Setelah membunuh Ainun tidak akan hidup tenang, yang ada dia akan medekam di penjara.
Tak ada lagi rasa nyaman untuk tidur di atas kasur, begitupun dengan makanan-makanan enak yang berada di hadapannya saat ini. Wanita berhijab itu mengurungkan niatnya untuk tidak mencekik wanita di sebelahnya, ia berusaha menenangkan diri memikirkan cara untuk menghadapi Intan wanita bermuka dua.
Seperti biasa Ainun langsung mematikan layar ponsel pelayannya, ia menaruhnya kembali ponsel Intan di atas meja. Ainun berusaha menutup kedua matanya untuk segera tidur, bersiap-siap menjadi ratu drama di hari esok ketika ia membuka kedua matanya, melihat orang yang begitu baik ternyata sudah membuat sesuatu masalah.
Untung saja Ainun iseng membuka ponsel pelayannya, jika tidak mungkin dia akan hidup dalam kebohongan bersama orang munafik seperti Intan. Wanita polos dan juga lugu ternyata menyimpan kedengkian dalam hatinya.
Cara bicara dan juga perhatiannya begitu lembut, tapi dari semua itu hanyalah omong kosong belaka. Besok akan datang Galih datang, Ainun harus bersiap-siap berakting lebih cantik daripada pelayannya itu.
Membuat suatu drama agar pelayannya yang tersalahkan, padahal Ainun sudah berusaha berubah dengan kesalahan yang ia perbuat pada Anna. Tapi ternyata ada saja dalam perubahanya itu orang yang menganggu dan mau mengambing hitamkan dirinya.
Ainun bersyukur sekali. Jika kejahatan seseorang langsung terungkap oleh dirinya sendiri, maka dari itu ia harus berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi daripada sebelumnya.
Melepaskan, merelakan. Bahwa Galih bukanlah miliknya, milik jiwa dan raga Galih ada pada Anna.
Hatinya sudah nyakin ingin membuang semua dendam, setelah datangnya Daniel pada alam mimpi.
Iq mengerti bahwa perbuatan yang jahat akan ada hukum karmanya, sebaliknya perbuatan baik juga akan ada balasan yang indah pada akhirnya.
*******
Waktu adzan subuh terdengar, Ainun kini bangun melangkahkan kaki ke atas lantai, ia segera bangkit untuk segera menuju kamar mandi membasuh wajah dengan air wudhu.
__ADS_1
Menjalankan kewajiban setiap umat muslim, Ainun juga tak lupa meminta ampun kepada sang maha kuasa dan juga segala apa yang sudah ia perbuat. Hingga dirinya hampir saja menyimpan dendam.
Setiap sujud dan setiap doa yang terlontar dari mulut Ainun, Intan baru saja bangun dari tidurnya yang begitu nyenyak, ia melihat sang majikan tengah menjalankan ibadah salat. Bukannya merasa simpati akan apa yang dikerjakan Ainun Intan dan ikut serta, Intan malah membawa selimut dan pergi begitu saja dari hadapan sang Nyonya, hatinya menggerutu kesal dan berucap." dasar wanita sok alim taunya kelakuannya busuk."
Tak terasa pagi sudah menjelang waktunya Ainun untuk sarapan, di mana Intan dengan gesitnya sudah membuat sarapan sang nyonya.
Gadis manis selalu memperlihatkan senyumannya di hadapan Ainun, ia selalu bersikap ramah." selamat pagi, Nyonya."
Ainun yang sudah pulih dari demamnya, kini melangkah untuk duduk menikmati sarapan yang sudah disediakan pelayanya.
Ada senyum sinis terpancar dari raut wajah Intan, begitupun ada keraguan dalam meminum susu yang sudah disediakan Intan di atas meja.
Ainun berpura-pura meleguk sedikit air susu, iya curiga jika Intan menaruh suatu obat pada susu yang ia sediakan untuk dirinya. karena Ainun sudah tahu Galih akan datang ke rumah.
Maka dari itu Ainun akan melaksanakan aksinya untuk Intan. Dan mempelihatkan kejahatan pelayannya pada Galih.
Bergumam dalam hati, Intan mulai membereskan makananya.
Beberapa menit kemudian Ainun mencoba berpura-pura memegang kepala, yang tak terasa sakit sama sekali, ia mencoba bangkit dan berjalan tak seimbang di depan pelayannya.
Memperlihatkan jika obat yang ditaruh Intan pada minuman Ainun bekerja dengan cepat, gadis manis bernama Intan dengan terburu-buru menaruh susu yang belum habis dan juga bekas piring kotor.
"Nyonya. Kenapa kok jalannya sempoyongan begini. Ayo biar saya antar ke dalam kamar," ucap Intan memperlihatkan kepanikan dalam raut wajahnya. Pelayan itu memegang tangan sang majikan agar tidak terjatuh, karena terlihat sekali oleh kedua matanya Ainun seperti lemas.
Ainun mencoba menolak akan tawaran Intan sembari memegang kepalanya yang berpura-pura sakit. "Entahlah Intan, ini kepala saya rasanya sakit sekali, padahal sekarang kan waktunya saya bekerja."
__ADS_1
"Tapi keadaan nyonya ini sedang tidak baik-baik saja, sebaiknya Nyonya beristirahat di dalam kamar, biar nanti Intan kasih tahu pada Tuan. Kalau Nyonya itu sedang tak enak badan dan tak bisa berangkat bekerja sekarang," ucap Intan dengan perhatinya yang begitu lembut.
"Iya tapi saya takut, nanti Galih, malah marah dan bilang saya ini malah bermalas-malasan di dalam rumah, bukannya bekerja," balas Ainun, mencoba memancing emosi pelayannya.
"Masalah itu Nyonya jangan khawatir. Intan akan berusaha memberitahu tuan dengan kondisi nyonya yang seperti sekarang, " tekan Intan, menyakinkan Ainun. Berusaha membuat majikannya percaya akan kata kata kebohongan yang Intan perbuat.
'Ya ampun Intan kamu itu begitu baik hati, " ucap Ainun, memuji pelayannya.
Intan berusaha membantu Ainun untuk masuk ke dalam kamar, membaringkan tubuh wanita yang menjadi mantan istri dari galih.
"Nyonya sekarang butuh apa? Biar saya ambilkan,"
Intan terus memperlihatkan kepeduliannya, di depan sang majikan. Agar ia tak dicurigai.
Ainun berusaha menolak lagi," sudah tidak usah. Kepalaku rasanya sakit sekali, sepertinya aku ingin tidur."
Ainun beberapa kali memperlihatkan mulutnya yang menguap, menahan rasa kantuk yang begitu terasa.
Pada akhirnya Ainun langsung terkulai lemah di atas ranjang tempat tidur, ia menutup kedua matanya masuk ke dalam mimpi, Intan mencoba menggoyangkan tubuh majikannya agar bangun.
Namun ternyata Ainun Sudah terlelap tidur dibangunkan pun begitu susah, Intan menyangka itu reaksi dari obat yang campurkan pada susu yang di minum majikannya.
Intan langsung tertawa terbahak-bahak dengan rencananya yang berjalan mulus, padahal dalam tawa dan juga bicaranya itu. Sudah terdengar oleh Ainun yang berpura-pura tertidur.
Wanita berhijab hitam itu, sengaja melakukan semua itu, ia tak mau difitnah dan dia juga disalahkan terus-menerus oleh Galih.
__ADS_1
" Akhirnya Nyonya Ainun tertidur juga, jadi aku leluasa memfitnah dan juga mengatakan semua tentang kejelekan Nyonya Ainun kepada Pak Galih. Yang sebentar lagi akan datang ke rumah ini, aku sangat menantikan moment dimana Pak Galih memarahi Nyonya Ainun dan membuat wanita itu terusir dari rumah ini. "