Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 285


__ADS_3

Selesai menjenguk Intan, waktu dimana Nita menjenguk Bu Suci dan Bu Ita.


"Apa kamu yakin ingin melihat mereka berdua, orang yang sudah membuat kamu menderita selama ini?"


Menenangkan pikiran dan berkata." Ya aku yakin, mudah mudahan saja, hatiku kuat menerima perkataan mereka!"


Saiful memegang bahu calon istrinya dan menjawab," baguslah kalau begitu."


Perjalanan sudah di tempuh dengan jarak tiga puluh menit, waktu dimana mereka sampai di depan kantor polisi.


Nita masuk, mulai menengok kedua saudara ibunya, terlihat polisi mengeluarkan Bu Suci dan Bu Ita.


Terlihat Bu Ita tanpak merasa malu akan kedatangan Nita, karena ia sudah terlalu banyak melakukan kesalahan, Nita tetap menampilkan senyumannya. Di hadapan mereka berdua, dimana keduanya saling menatap satu sama lain.


Bu Ita dan Bu Suci sudah mengakui kesalahan mereka masing masing, sampai mereka menyadari jika mereka pantas di hukum.


"Nita, kamu ke sini?" tanya Bu Ita, yang memang dari dulu selalu berpura pura ramah, Bu Suci masih terlihat kaku, ia hanya duduk menundukkan wajah.


"Iya Bu Ita, sekalian saya mau memberi ini kepada kalian berdua!" jawab Nita, menyodorkan makanan berserta buah buahan, keduanya nampak tergiur.


Saiful yang melihat pemandangan itu, hanya bisa tersenyum dan berkata," pasti mereka menyesal."


"Ini semua buat kami berdua, Nita kamu begitu baik, padahal kami berdua sudah membuat kamu menderita, apa kamu tidak dendam kepada kami?" tanya Bu Ita pada Nita, Bu Suci hanya diam, ia seakan berat mengatakan hal yang membuatnya malu sendiri.


"Untuk apa dendam, semua itu hanya akan merugikan diri kita sendiri," balas Nita. Wajah Bu Suci yang menunduk kini menatap ke arah Nita, ia meresa tersindir akan perkataan keponakannya.


Menatap ke arah makanan itu, Bu Ita kini menyantap dengan perlahan," gimana enak?"


"Masakan kamu memang selalu enak!" jawab Bu Ita memuji sembari menyantap makanan Nita.


Bu Suci tetap saja diam, ia terlihat menahan air mata. Hatinya rapu, ingin sekali menyantap makanan lezat itu, tapi hatinya malu.


"Bu Suci, ayo di makan. Nanti ke buru dingin loh," ucap Bu Ita menawarkan makanannya kepada sang sahabat.


Wanita yang menjadi kakak dari ibunda Nita, itu memandang keponakannya, menangis memohon maaf, " Nita."


Wanita tua mendekat ke arah Nita, bersujud dan berkata." Maafkan Tante, Nita. Tante benar benar menyesal sudah membuat kamu menderita."

__ADS_1


Deg ....


Nita merasa tak percaya dengan perkataan Bu Suci sang tante." Apa dia tidak sedang bercanda. " Gumam hati Saiful menyaksikan aksi Bu Suci yang bersujud dihadapan Nita.


Nita kini berdiri, menyuruh tantenya untuk tidak bersujuda." Tak usah bersujud seperti ini, tante. Sebelum tante meminta maaf kepada Nita, Nita sudah maafkan tante kok. "


Bu Suci mulai memposisikan diri, berdiri tegak dan berkata." Kenapa kamu begitu baik seperti ibumu, Nita. Tante menyesal, semua karena keegoisan tante."


"Tak usah memikirkan hal seperti itu, tante. Semua kesalahan tante sudah Nita maafkan, hanya saja maaf tante, Nita tak bisa mengeluarkan tante dari dalam penjara."


Mendengar hal itu, Bu Suci tak marah, ia hanya tersenyum lebar.


"Tak apa, Nita, ini semua memang sudah sewajarnya, karena kesalahan tante."


Bu suci terlihat berubah, begitu pun dengan Bu Ita, mereka sudah pasrah jika memang hukumannya di dalam penjara.


Hati dan pikiran Nita sekarang tenang, tak ada yang harus di cemaskan, tinggal memulai hidup bahagia bersama Saiful.


"Tante, Nita minta doa restunya ya," ucap Nita, terlihat wajah Bu Suci berbinar, ia merasa senang mendengar jika Nita akan menikah.


Belum perkataan Bu Suci terlontar Bu Ita yang tengah menikmati makanan kini berkata." Mereka itu mau kawin."


Bu Suci berteriak kegirangan, karena hatinya yang sudah bersih dari rasa dendam. Ia memeluk erat Nita dan berkata. " Selamat ya, akhirnya kalian berjodoh. Tante nggak menyangka sekali."


Senyuman tergambar dari raut wajah Nita dan berkata kembali, " Terima kasih tante. "


Nita menangis, ia merasa bahagia merasakan betapa senangnya mempunyai seorang keluarga.


Apalagi merasakan pelukan dari Bu suci, seakan sosok sang ibunda hadir kembali, memegang kedua tangan sang tante dan berkata," aku senang melihat tante seperti ini."


Bu Suci baru menyadari jika keponakannya itu menangis, kedua tangannya langsung mengusap pelan air mata yang berjatuhan mengenai kedua pipi Nita." kenapa kamu malah menangis, apa Tante menyakiti kamu dengan ucapan tante ya."


Nita berusaha meredakan tangisannya, berharap agar sang tante tak salah paham," bukan. Nita bahagia karena merasa jika Tante Suci adalah Ibu."


Seketika tangisan Bu Suci pecah, saat mendengar perkataan Nita, Iya yang sudah menyebabkan keponakannya menjadi yatim piatu," kamu bisa menganggap Tante ini ibu kamu sendiri, karena ibu kamu mati gara-gara tante."


"Benarkah itu, tante eh salah ibu."

__ADS_1


Perasaan siapa yang tak sedih, mendengar kata-kata terlontar dari mulut Nita, " sayang."


Bu Suci memeluk erat tubuh Nita kembali, merasakan betapa hangatnya anak yang sudah ia buat menderita." Terima kasih sayang kamu sudah memberikan satu kesempatan tante untuk berubah."


Saiful melihat pemandangan kebahagiaan itu hanya bisa menutupi kesedihannya dengan membalikkan badan, pada akhirnya ia juga, beruntung sekali hidupnya bisa memiliki seorang bidadari dunia yang begitu berhati mulia.


Nita kini menunjukkan kebahagiaannya dengan menyiapkan beberapa makanan ke mulut sang tante. Semua tertawa, dimana Nita langsung memanggil calon suaminya.


"Aa Saiful sini. Ayo gabung makan sama-sama."


Kebersamaan itu benar-benar dinikmati keluarga baru Nita, ya tak menyangka jika akan ada hari bahagia saat ini.


Tawa dan guyonan saling terlempar satu sama lain, Nita kini bahagia, tapi dengan Lulu.


Bu Suci mulai bertanya dengan keadaan Lulu," Nita."


"Iya tante."


"Gimana kabar anak kecil itu."


"Lulu, maksud tante?"


"Iya."


"Anak itu belum ditemukan sampai sekarang juga, sampai kedua orang tuanya pulang kembali ke kota. kita sudah menyelidiki semua orang yang sudah mengadopsi, sampai di mana kita menemukan tempat tinggal orang itu, Namun ternyata orang itu sudah pergi."


"Kasihan sekali ya, tapi tante semalam mendengar percakapan Nyonya Marimar, kebetulan sekali dia satu sel tahanan bersama kita."


"Lalu apa yang tante dengar."


"Nyonya Marimar ternyata menyembunyikan identitas orang yang membeli Lulu, ia menyebutkan bahwa orang itu bukanlah orang seperti kita."


"Maksud kita."


"Gimana ya, Tante jadi bingung menjelaskannya kepada kamu, tante bilang saja ke intinya saja."


Nita menganggukkan kepala siap mendengar apa yang akan dikatakan tantenya mengenai Lulu orang. Mudah mudah dengan petunjuk ini ada kesempatan Anna menemukan anak perempuannya yang sudah lima hari ini belum di temukan.

__ADS_1


__ADS_2