Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 107 Gaun pengantin


__ADS_3

Setelah polisi memasukkan kembali Raka ke dalam penjara.


Terlihat kesedihan terpancar dari lelaki berhidung mancung dengan tubuh kurusnya, ada rasa sakit hati terasa, menyebar ke dasar urat  saraf membuat otak tak terkendali. Raka meluapkan semua dengan memukul tembok di dalam penjara. 


Beberapa kali pukulan dilayangkan, sampai dirinya tak merasakan rasa sakit saat punggung tangan nya mengeluarkan darah segar. 


Mengacak rambut merasakan rasa frustasi, setelah mendengar Anna akan menikah dengan lelaki bernama Galih itu. 


Entah kenapa lelaki bernama Galih itu selalu ikut campur, setiap masalah,  lelaki itu  selalu ada di dekat Anna, tentu saja membuat Raka tak leluasa. 


"Ahkkk, hukuman ini terlalu berat. Aku benar-benar tersiksa saat ini, Anna apa bisa terulang kembali waktu waktu bersama kita dulu."


Menangis, air mata keluar dari kedua mata Raka. Baru kali ini ia menangis sendirian tanpa mengeluarkan suara. 


Menahan rasa sesak di dalam jiwa, hatinya rapuh. Hidupnya tak berarti.


Mengacak rambut kini Raka terlelap, hingga tertidur begitu saja.  Perlahan sebuah sinar membuka kedua matanya, ia melihat sosok yang tak asing hadir di depanya. 


Siapa dia? 


Suara jeruji besi terdengar di ketuk ketuk, seketika Raka terbangun, ia ternyata bermimpi. 


"Sial, karena memikirkan Anna. Aku sampai ke siangan begini. "


Salah satu polisi datang, polisi itu memberitahu bahwa ada orang yang akan bertemu Raka di pagi hari.


Entah kenapa begitu pagi sekali padahal baru kemarin kedua orang tua Raka datang.


Polisi mulai membuka jeruji besi, yang menahan dirinya cukup lumayan lama, perlahan Ia berjalan, melihat siapa orang yang sudah mengunjunginya di pagi hari sekali.


Raka merasa tak asing dengan sosok wanita yang duduk di kursi roda, wanita itu kini membalikkan badan ke arah Raka.


Bertapa terkejutnya, sosok itu ternyata Ajeng. Apa yang dikatakan sang ibu ternyata benar, sang istri memakai kursi roda dengan kedua kaki yang sudah tak ada.


"Ajeng, ada apa kamu datang ke sini? "

__ADS_1


Pertanyaan Raka membuat Ajeng terlihat tak suka, seharusnya sang suami memperlakukannya dengan baik saat ia datang.


"Mas Raka."


Ajeng mendekat, akan tentapi Raka berusaha menghindar, ia seperti suka dengan keadaan Ajeng yang seperti sekarang.


"Mas, kenapa kamu menghindar? "


Air mata mulai keluar dari pelupuk mata Ajeng, ia tak menyangka jika sang suami malah menjauh saat melihat keadaanya yang sekarang.


"Mas, kenapa kamu diam saja. Aku susah payah meminta polisi untuk mengantarkanku bertemu kamu, aku rindu kamu. "


Perkataan Ajeng seakan tak diinginkan Raka saat ini.


"Maaf, Ajeng. Sekarang l kita bukan suami istri lagi aku sudah talak kamu dari sekarang. "


Ajeng merasa tak terima dengan ucapan talak yang terlontar dari mulut suaminya. " kenapa kamu malah mentalak aku, mas? "


"Kamu bilang kenapa? Kamu tidak menyadari fisik kamu yang sekarang, dan lagi aku merasa sakit hati atas apa yang terjadi di waktu sebelum aku masuk ke dalam penjara, kamu meninggalkanku di pinggir jalan begitu saja, tanpa rasa kasihan hanya karena aku membuat salah. "


"Alasan kamu saja, sekarang aku tidak mau tahu lagi. Kita bukan suami istri, jadi kita jalani hidup kita masing masing, aku tak mau mempunyai istri cacat seperti kamu. "


Kata cacat yang keluar dari mulut Raka, membuat hati Ajeng tentulah sangat sakit. Ia mengira jika Raka akan menerima dirinya apa adanya, tapi kenyataannya Raka malah mencemooh dan mengusir Ajeng secara kasar.


"Mas, aku jadi begini karena menyelamatkan kamu. "


Perkataan itu yang selalu dibahas oleh Ajeng, membuat Raka semakin kesal ia menatap tajam ke arah wanita yang berada dihadapanya.


"Kamu bilang menyelamatkanku, tapi ujungnya kamu sudah menghancurkan aku juga kan, ahk sudahlah Ajeng jangan bahas lagi. Aku muak dengan semua itu, jadi tolong kamu pergi dari hadapanku saat ini juga, Aku tak mau terus barusan lagi dengan kamu, sekarang kita bukan suami istri lagi kamu ingat-ingat ini secara baik-baik."


Ajeng malah menangis sejadi-jadinya setelah apa yang dikatakan Raka kepada dirinya," mas. "


" Sudahlah Ajeng kamu jangan terlalu memohon dan berharap kepadaku, sebaiknya kamu urus saja dirimu sendiri. Bukannya dulu kamu juga pernah mengatakan bahwa kamu akan menggugat ku. "


"Mas, aku nggak sengaja mengatakan semua itu, itu di luar akal pikiranku Mas. "

__ADS_1


"Sudahlah semua sudah terlambat. "


Raka kini mulai kembali berjalan menuju ke dalam sel penjara, tanpa menatap air mata yang terus keluar dari kedua mata Ajeng. Raka seperti jijik dengan apa yang ia lihat di depan matanya maka dari itu ia terburu-buru pergi.


"Mas, kamu jahat. "


teriakan Ajeng tak membuahkan hasil jika Raka kembali lagi pada pelukannya, saat itulah polisi yang mengantarkannya kembali menghadap ke arah Ajeng untuk segera membawa wanita itu masuk lagi ke dalam sel tahanan.


*******


Dekorasi pernikahan tengah dipasang dengan sesempurna mungkin. Sedangkan dengan Anna dan Galih, tengah memilih baju yang akan mereka kenakan. 


Baru kali ini Anna menikah memakai gaun mewah. 


Dulu ketika Anna menikah  dengan Raka, semua sederhana dari baju dan make-up pun. Raka seakan enggan mengeluarkan modal demi pernikahan yang hanya dijalani satu hari, Raka selalu bilang pada Anna, jika uangnya lebih baik ditabung. 


Tapi buktinya, uang bukan di tabung malah habis entah kemana. Anna begitu sabar menjalani biduk rumah tangga bersama Raka, hingga sekarang kesabarannya itu dibalas dengan hadirnya lelaki pengganti seperti Galih. 


Anna mengira hidupnya akan menderita selamanya, dengan hidup dibohongi terus menerus. 


"Anna."


Lamunan Anna seketika membuyar di saat Galih memegang bahunya. 


"Pak Galih."


Ana memegang dadanya merasakan kaget secara tiba tiba,  Galih mengerutkan dahi dan bertanya," Apa yang kamu tengah pikirkan, Anna."


Pertanyaan dari membuat Anna sedikit gugup, di mana dirinya tengah memikirkan masa lalu penuh derita bersama Raka. 


Anna menampilkan senyumnya dihadapan Galih, dan menjawab. "Saya tidak memikirkan apa apa kok, pak. Itu hanya perasaan bapak saja."


Salah satu desainer baju pengantin datang menghampiri Anna dan juga Galih, dimana desainer itu menyuruh kedua pengantin untuk mencoba pakaian yang sudah dipilihkan sang desainer. 


Setelah memakai gaun yang sudah di pilih, Anna kini menampilkan diri dengan gaun yang ia pakai.

__ADS_1


Apa Galih akan semakin terpesona?


__ADS_2