
Setelah memberi pengertian pada Radit, anak itu perlahan mulai mengerti, aku mulai menyuruh Radit untuk beristirahat di dalam kamar.
Menutup pintu kamar anakku.
Sampai di mana aku mendengar percakapan antara Pak Galih dan juga kakakku sendiri, mereka tengah membicarakan tentang kertas putih yang diberikan dokter kepada Pak Galih.
Aku perlahan mengintip, mendengarkan percakapan mereka berdua. Di mana Pak Galih menjelaskan isi kertas putih itu kepada kakakku sendiri.
Setelah mendengar percakapan yang terlontar dari mulut Pak Galih, membuat aku tentu saja kaget. Ternyata sebelum aku seperti ini, aku pernah dinyatakan amnesia. Terdapat pada kulit kepala ada semacam bekas operasi, entah karna sudah lama atau tidaknya, aku baru menyadari di saat Pak Galih mengatakan semua itu pada Kak Indah.
Siap pun yang mendegar semua itu tentulah terkejut, karna reaksi Kak Indah yang seperti baru tahu. Begitupun denganku. Sebenarnya ada apa dengan masa laluku? Kenapa banyak teka teki, yang harus aku pecahkan. Memangnya masa lalu hidupku seperti apa, sampai aku tak ingat sama sekali.
Kenapa hidupku begitu rumit Kenapa banyak masalah dan rintangan yang aku hadapi saat ini.
Mendengarkan kembali ombrolan, kak Indah dengan Pak Galih.
"Apa kamu tahu kapan Anna mengalami kecelakaan?"
Pertanyaan Pak Galih, membuat Kak Indah menjawab!" kecelakaan itu berawal dari Anna masih gadis."
"Gadis ? Maksud kamu waktu Anna belum menikah? Bukan begitu?" Pak Galih terus bertanya pada kak Indah, membuat wanita itu menyenderkan dagunya pada tangan." Ya, tapi aku tidak tahu jika Anna sampai Amnesia!"
"Ini aneh, kenapa kamu bisa tidak tahu bahwa Anna mengalami amnesia?"
Apa yang ditanyakan Pak Galih memang benar, kenapa kakakku sendiri tidak tahu masalah adiknya ini.
"Karna setelah kecelakaan itu, hanya ibu yang mengurus Anna, dan semejak aku dibawa suamiku, aku tidak tahu kabar Anna. yang ada saat mendengar ibu meninggal, baru aku datang ke rumah ibu, menempati rumah itu. karna ibu menyuruh aku mengurus Anna. Dan lagi di waktu bersamaan itu, Si Raka datang melamar adikku, dia berkata bahwa dirinyalah calon suaminya.
Sebenarnya aku tak yakin, karna saat aku bertanya pada Anna dia diam, seperti orang linglung. Raka lelaki itu terus menyakiniku dan Anna, hingga aku melihat kesungguhan Raka, pada akhinya aku menikahkan dia dengan Anna. Hanya saja semakin hari, semakin Anna bersama Raka, lelaki itu menjadi pemalas, Raka menjadi pengangguran dan pontang panting di rumah almarhum ibu, membuat aku mengusir dia. Dan lagi Anna ikut bersama Raka ke rumah mertuanya. " balas Kak Indah.
"Jadi Raka memperkenalkan diri di saat kamu tidak tahu bahwa Anna mengalami Amnesia, karna ibumu yang tak sempat memberitahumu." ucap Pak Galih, membuat Kak Indah menggangukkan kepala," ya,
"Terus masalah kecelakaan itu? Kamu sudah tahu siapa penyebabnya?" Pertanyaan Pak Galih membuat kakakku mengelengkan kepala.
"Ada yang bilang orang yang tak sengaja menabarak adikku melarikan diri!" jawab Kak Indah dengan wajah menyesalnya.
"Ini sungguh rumit," ucap Pak Galih. Memikirkan apa yang membuat ia harus mengungkap kasusku
__ADS_1
"Maksud bapak?" tanya Kak Indah, tak mengerti.
"Ada sesuatu yang harus saya selidiki, saya harus bisa menemukan siapa orang yang sudah menebarak Anna!" jawab Pak Galih, dengan penuh rasa penasaran.
Karna banyak yang janggal dengan hidupku, dari Bu Nunik, Bu Sumyati, Ajeng, Mas Raka, dan ibu mertua.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu," ucap Pak Galih kepada Kak Indah.
"Ya sudah, terima kasih atas bantuannya Pak, selama ini bapak banyak membantu saya menyelidiki semua kasus Anna," balas Kak Indah kepada Pak Galih.
Setelah kepergian Pak Galih, aku langsung menghampiri Kak Indah, mengagetkannya.
"Hah."
"Anna, kamu bikin kaget kakak aja?"
Aku tertawa disaat Kak Indah memukul bahuku.
"Kenapa sih, kak. Kaya serius banget?"
Bertanya pada Kak Indah, dengan harapan pertanyaanku akan dijawab olehnya saat itu juga.
Kak Indah berlalu pergi tanpa memberi tahu aku sedikitpun.
Aku kira kak Indah akan memberitahu semua yang ia bicarakan dengan Pak Galih, nyatanya tidak.
Padahal aku sangat berharap sekali untuk bisa bekerja sama dengan kakakku ini, Aku ingin mengingat masa laluku. Di mana awal kecelakaan itu terjadi kepadaku.
Aku ingin mengungkap jati diriku sendiri. Yang di mana terkadang aku menjadi wanita lemah dan tiba-tiba saja bisa menjadi kuat.
Dan tentu saja aku akan mencari orang yang sudah membuat diriku Amnesia, aku akan menuntut orang yang sudah mencelakai ku saat itu juga.
Walau sebenarnya aku belum tahu siapa orang itu.
Yang harus aku lakukan saat ini ialah mencari tahu tentang data diri yang sudah diberikan Pak Galih kepadaku.
@@@@@
__ADS_1
Kak Indah kini menghampiriku lagi, memanggil namanku.
"Anna."
"Iya Kak."
kak Indah melambaikan tangan menyuruh aku untuk masuk ke dalam kamarnya, ia sepertinya ingin men ceritakan kepadaku masalah tadi.
Padahal tadi dia begitu sangat pelit menceritakan obrolannya dengan Pak Galih, yang mungkin sudah aku tahu walaupun belum semuanya.
Aku mulai melangkah berjalan ke arah kamar kakakku, di mana kak Indah, langsung menutup kamar dia sendiri.
Aku mulai duduk diranjang tempat tidur kakakku saat itu juga, Di mana kak Indah mulai memulai obrolan," Anna ,kakak ingin bertanya kepada kamu?"
"Tanya apa, Kak!?"
Kak Indah mengambil album poto yang ia tunjukan kepadaku," ini? kamu ingat wajah ini?"
Aku mengerutkan dahi, berusaha mengigat wajah wajah orang orang yang dikatakan Kak Indah dekat denganku.
"Aku enggak ingat, kak."
Kak Indah berusaha bertanya lagi kepadaku, " Apa kamu menyukai Raka?"
"Saat Raka mengatakan bahwa dia calon suamiku. Hatiku tak merasakan rasa senang atau pun sedih, karna kepalaku tak ingat apa apa, dan ibu hanya menceritakan tentang berbagai hal di rumah. Tidak dengan wajah teman yang kakak tahu dekat denganku!"
"Jadi waktu kakak menikahkan kamu dengan Raka, kamu tak ingat dia sama sekali di masalalumu sebelum kamu Amnesia."
Aku megelengkan kepala dan menjawab,"
Iya kak, yang aku jalani hanya sebagai kewajiban saja sebagai seorang istri. Dan seiringnya waktu berlalu aku baru merasakan jatuh cinta dengan Mas Raka."
"Kakak menyesal dulu tidak mencari tahu siapa orang yan sudah mencelaka kan kamu, membuat kamu Amnesia. Jika kakak tahu, kakak mungkin akam memperhatikan kamu, tidak langsung ambil tindakan menikahi kamu dengan Raka."
"Kak, mungkin itu sudah jodoh Anna, jadi kakak tak usah kuatir."
"Ya ampun, kakak sampai lupa, ada wasihat dari ibu yang belum kakak buka semuanya, karna Kakak terlalu sibuk mengurus pekerjaan kakak, semejak Mas Danu membuat hati kakak terluka."
__ADS_1
"Wasiat apa, kak."