Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 127 Tak menyukai anak kecil


__ADS_3

Farhan mulai menarik tangan Ainun, membawa wanita berkerudung putih untuk jalan-jalan di taman, padahal Ainun ingin sekali pergi bersama Galih.


Akan tetapi Anna yang begitu cerdik, dengan sengaja memanggil anak pertamanya.


Setiap langkah kaki yang mereka langkahkan menelusuri taman, melihat bunga-bunga berwarna-warni cantik merekah membuat kedua mata seakan tak ingin pergi meninggalkan keindahan yang nyata.


Kini Ainun mulai melihat ke arah samping, menatap anak pertama Anna. Farhan begitu percis dengan Deniel. Terkadang juga ia melihat sosok Farhan seperti Galih. Galih dan juga Daniel tak jauh berbeda berperawakan sama tinggi dengan tinggi badan 175 cm..


Terkadang juga Ainun melihat bibir tipis Farhan begitu persis dengan bibirnya, membuat ia mencurigai bahwa anak pertama Anna, ialah anak Ainun yang sudah hilang selama 17 tahun.


Setiap melangkah pada bebatuan kecil yang sudah didesain begitu rapih, seperti jalanan yang sengaja dihias. Ainun kini mulai bertanya kepada Farhan," tante ingin tanya kepada kamu? "


Farhan mengukir sebuah senyuman pada bibirnya di hadapan Ainun, terlihat senyuman Farhan mengingatkan akan senyuman Daniel Sejak pertama kali berkenalan dengannya.


Perkenalan yang singkat tapi begitu berarti bagi Ainun, Daniel mampu mengikat hati dan juga membuat perasaan Ainun jatuh cinta pada dirinya.


Paras Daniel yang begitu tampan, tentulah membuat Ainun begitu terpesona. apalagi dengan tutur kata bahasa yang begitu lembut dan mampu menusuk jiwa, membuat raga seakan terperangkap dalam rayuan maut Daniel. Sebenarnya dulu Ainun sempat menolak dan tak ingin berpacaran terlebih dahulu, akan tetapi Daniel yang terus mengejar dirinya dengan membuat sesuatu yang membuat Ainun selalu senang.


Tak ada rasa curiga pada hati Ainun, saat Daniel terus bersikeras mendekati dirinya padahal laki-laki di luar sana berlomba-lomba mengejar Ainun dengan berbagai cara.


Namun yang mampu memikat hati Ainun tetaplah Daniel lelaki yang mempunyai 1000 cara menaklukkan hati wanita yang susah didapatkan oleh semua lelaki yang ingin memilikinya.


kepercayaan Ainun yang begitu kuat terhadap Daniel, ternyata dihancurkan begitu saja di mana Daniel sudah menemukan lagi sosok wanita yang sangat ia cintai tanpa Ainun sadari, Ainun hanyalah dijadiakan sebagai alat percobaan. Siapa yang bisa mendapatkan dirinya pastilah mendapatkan sebuah imbalan yang besar, sehingga Daniel berusaha mendekati Ainun demi sebuah imbalan

__ADS_1


Bukan itu saja yang sebenarnya disesali Ainu. Daniel juga sudah merebut kesuciannya dengan begitu sadis karena Ainun yang selalu ikut campur akan hubungan Daniel dengan wanita yang ia pilih.


"Tante. Bagaimana kalau kita ke tempat bermain anak. Soalnya papa Galih sudah siapin permainan anak buat Radit dan juga Lulu. "


Farhan begitu heran dengan Ainun yang dari tadi terus saja melamun tak mendengar perkataan yang terus terlontar dari mulut anak pertama Anna itu. Farhan mulai menarik tangan Ainun untuk segera mengajaknya ke tempat bermain yang sudah disediakan Galih untuk adik-adiknya, seketika tarikan tangan itu membuat Lamunan Ainun membuyar.


Ainun melihat kedua anak Anna, tengah bermain bergembira di tempat bermain.


melihat wajah Radit dan Lulu benar-benar jauh berbeda dengan Farhan, tidak ada kesamaan seperti biasanya, wanita berhijab putih itu seakan yakin jika Farhan bukanlah anak kandung Anna. Ia segera mungkin akan bertanya kepada Galih, jika Farhan adalah Alex.


Lulu dan Radit ini mendekat pada Ainun, wanita berhijab putih itu, belum terbiasa berdekatan dengan anak kecil. Ia hanya menyapa mereka berdua dengan senyuman, sesekali mengusap pelan pipi Lulu yang terlihat begitu cumbby.


"Ayo tante kita main. " Ajakan Farhan dan juga kedua anak-anak Anna, membuat Ainun menolak. Ya tak suka berdekatan dengan anak kecil, berusaha menghindar dari ketiga anak-anak yang menggerumuninya.


Ainun mulai Melambaikan tangan untuk segera pergi dari hadapan ke Farhan dan juga kedua adiknya.


Galih yang ternyata berada di dalam rumah. Tengah memperhatikan Ainun, lelaki berbadan kekar dengan hidungnya yang mancung sudah menduga, jika Mantan istrinya itu memang tak terbiasa dengan seorang anak, terlihat sekali saat ketiga anak Anna mendekat tak ada respon sama sekali.


"Ainun, melihat ketiga anak Anna, kamu sudah seperti itu. Tak peduli, bagaimana kalau aku memberitahu jika Farhan anakmu. "


Tak sia-sia Galih membuang Farhan di dekat rumah Ana, sehingga anak Ainun itu bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Sebenarnya Galih juga tak tega saat membuang Farhan, untuk dirawat dengan orang lain.


"Mas."

__ADS_1


Tangan mulai melingkari pinggang Galih, di mana Anna datang memeluk dari arah belakang seraya berkata. " Kamu sedang apa? "


Galih tersenyum membalikkan badannya ke arah sang istri, kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Bibir yang sedikit terlihat tebal itu mendekat ke arah bibir tipis sang istri, berusaha merasakan manisnya kedua bibir Anna.


"Hem."


Suara Ainun yang tiba-tiba datang mengagetkan mereka berdua, membuat keduanya kini melepaskan pelukan, sedangkan Ainun menatap tajam merasakan debaran cemburu di dalam dada.


"Ini tidak bisa dibiarkan lama lama, aku bisa gila. "


Mengepal kedua tangan, berusaha berjalan melewati mereka berdua. Ainun tak memperlihatkan wajah keramahannya.


"Kamu kenapa, Ainun? " Pertanyaan Anna, membuat Ainun berhenti seketika. Menatap tajam ke arah wanita yang sudah merebut Galih dari kehidupannya.


"Aku tidak kenapa-kenapa! " Jawaban Ainun membuat Anna, hanya tersenyum tipis, menggerakkan kedua bibirnya sedikit ke atas.


Ainun mulai meneruskan langkah kakinya untuk segera masuk ke dalam kamar, membuka pintu dengan begitu keras dan membantingnya seketika.


Bantingan pintu yang sengaja dibuat Ainun membuat Ana hanya, tertawa kecil. Iya kembali menghampiri sang suami untuk segera menyantap makan siang yang sudah tersedia oleh para pelayan di atas meja.


Ada raut wajah bersalah dari Galih, karena sudah membawa Ainun ke rumah, dan melihat tingkah Ainun yang begitu mengesalkan.


"Sayang, maafin mas ya. kalau saja Mas menolak dokter merawat Ainun. Mungkin mas tidak akan membawa dia ke rumah ini. sebenarnya Mas juga malas mengurus dia, tapi karena rasa kasihan Ainun yang tak punya siapa-siapa membuat Mas nekat membawa dia ke rumah ini."

__ADS_1


Semua sudah terlambat, andai saja saat di rumah sakit Galih mengatakan ingin membawa Ainun ke rumah kepada Anna, mungkin Ana bisa memberi solusi terbaik, tidak dengan terburu-buru mengambil keputusan membawa Ainun ke rumah. karena lambat laun ketika Anna lengah, bisa saja Ainun berbuat ulah. Karena Anna tahu jika dalam rumah tangga selalu ada pihak ketiga, pasti selalu akan ada segala sesuatu yang tak terduga, yang lambat laun akan membuat kehancuran dalam biduk rumah tangga.


__ADS_2