
Betapa terkejutnya Galih melihat Anna memakai gaun pengantin, wanita berbulu mata lentik dengan bibir tipisnya, masih terlihat cocok mengenakan gaun. Padahal Anna sudah mempunyai dua anak, tapi bodinya masih terlihat seperti anak muda pada umumnya, wajah Anna tak terlihat seperti ibu ibu. Entah karena sekarang dia sudah pandai merawat diri.
Hati Galih tak tahan lagi, ia mendekat dan berkata, " Anna, kamu cantik. "
kata-kata lelaki di hadapannya membuat Anna, tersipuh malu. Kedua pipi wanita itu memerah.
Anna menundukkan pandangan, " bapak terlalu memuji saya."
Senyum mengembang pada sudut bibir Anna, ia terlihat senang dan juga merasa malu.
"Gimana Pak, apa cocok dengan pilihan saya?" Tanya seorang desainer kepada Galih. Membuat lelaki berparas tampan dengan badanya yang kekar memperlihatkan jempol tanganya.
Desainer itu kini merasa senang jika pilihanya disukai Galih, sebenarnya ada beberapa gaun yang harus dicoba oleh Anna, akan tetapi Anna merasa sudah kelelahan, mencoba dengan mengunta ganti gaun beberapa kali. Apalagi tak terasa waktu sudah menjelang sore, Anna meminta kepada Galih untuk segera pulang. Karena rasa lelah begitu amat terasa.
Menaiki mobil, untuk segera pulang.
Anna, melihat di depan rumahnya ada seseorang yang seakan menunggu. karena Kebetulan sekali tidak ada siapa siapa di dalam rumah, ketiga anak Anna, berada di rumah Indah begitupun dengan baby sister. Mereka berencana menginap karena rindu pada sang tante.
keluar dari dalam mobil, Anna ini menghampiri orang yang tengah menunggu di depan rumahnya. Orang itu terlihat tak asing bagi Anna.
Saat semakin dekat pada sosok orang itu, ternyata dia adalah sosok wanita tua, tak lain Bu Ayu. Entah apa tujuan ibunda Ajeng datang ke rumah Anna.
"Bu Ayu. "
Terlihat raut wajah Bu Ayu basah dengan air mata, ia menangis terisak-isak di depan Anna. Membuat anda merasa bersimpati kepada wanita tua itu, perlahan Ana menyuruh Bu Ayu untuk duduk di kursi depan rumahnya, karena terlihat sekali wanita yang menjadi ibunda Ajeng, seakan ingin mengatakan sesuatu yang sangat menyedihkan.
"Ibu ngapain datang ke sini sendirian? "
__ADS_1
Pertanyaan Anna tak langsung dijawab oleh Bu Ayu, wanita tua itu masih dengan tangisannya, iya masih ragu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
" Coba katakan pada Anna, apa yang sebenarnya terjadi? "
Perlahan Ana berusaha menenangkan wanita tua yang berada di hadapannya, dia mengusap pelan bahu Bu Ayu. " Ibu tenang dulu ya. "
Bu Ayu berusaha tenang, agar bisa siap mengatakan apa yang sudah terjadi.
Perlahan wanita tua itu tenang, tanganya mengusap pelan air mata yang dari tadi membanjiri pipinya.
"Sudah tenang sekarang? "
Menganggukkan kepala, Bu Ayu mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, " maaf menganggu An, ibu hanya ingin memberitahu kamu, kalau Ajeng masuk ke dalam rumah sakit. "
Anna mengerutkan dahi dan bertanya?" kenapa? Apa Ajeng sakit. "
Bu Ayu menggelengkan kepala, dan menjawab, " buka. Sebenarnya Ajeng bunuh diri. "
"Ibu juga tak tahu, apa penyebab dari Ajeng bunuh diri, yang ibu tahu polisi menelepon ibu. Jadi sekarang ibu datang ke sini mau meminjam uang pada kamu, ibu sudah tidak punya simpanan sama sekali Anna, semenjak Pak Aryanto di keluarkan dari kepolisian. "
Deg .....
Betapa malangnya nasib Bu Ayu dan juga keluarganya, mereka harus tersiksa akan akibat dari perbuatannya, semua aset kekayaan yang mereka miliki habis, karena menebus kesalahan suaminya yang tak mau dimasukkan ke dalam penjara.
Galih yang berdiri di belakang punggung Anna, hanya bisa mendengar keluhan Bu Ayu yang tengah kesusahan. Apalagi sekarang Ajeng malah masuk ke rumah sakit karena aksi bunuh dirinya.
Bu Ayu mengemis-ngemis meminta pertolongan kepada Anna, hingga di mana wanita berbulu mata lentik itu menatap ke arah Galih. Calon suami Ana memberi kode mengganggukan kepala untuk membantu Bu Ayu.
__ADS_1
Anna memegang tangan yang sudah mengkerut, memperlihatkan senyuman ke arah Bu Ayu, " ibu tenang saja, saya akan bantu ibu. "
Kata-kata yang terlontar dari mulut Ana membuat Bu Ayu tentu sangat senang, merasa beban berat yang dihadapinya kini merasa sirna.
"Terima kasih, Anna. Kamu memang wanita berhati mulia, ibu sudah salah menduga pada kamu, ibu terlalu egois."
Ana mulai masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang yang akan dipinjamkan oleh Bu Ayu.
setelah mengambil uang itu, Ana memberikannya langsung pada Bu Ayu. hingga di mana Ana memberikan tumpangan pada Bu Ayu mengantarkannya ke rumah sakit.
Akan tetapi Bu Ayu menolak dengan lembut, Iya tak mau merepotkan Anna. Akan tetapi anak yang merasa tak tega dengan wanita tua itu, kini memaksa Bu Ayu untuk masuk ke dalam mobil. karena Kebetulan sekali Galih juga berencana untuk pulang.
"Ini merepotkan, Anna."
Anna tersenyum dengan penolakan Bu Ayu," tidak merepotkan kok Bu, Ana senang bisa membantu ibu.
Bu Ayu mulai masuk ke dalam mobil untuk segera menemui Ajeng di rumah sakit, untung saja Pak Aryanto keadaannya semakin baik. Jadi Iya bisa menunggu anak semata wayangnya di rumah sakit.
Saat di dalam perjalanan, Bu Ayu menangis. membuat Galih bertanya kepada wanita tua yang berada di sampingnya, " kenapa ibu menangis, apa ada yang membuat hati ibu terluka? "
wanita tua itu dengan terburu-buru mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua matanya, ia malu jika menangis di hadapan Galih. Karena dirinya yang dulu pernah jahat terhadap Anna dan juga menghina Galih.
" Padahal dulu ibu itu begitu jahat kepada Anna, tapi Anna, wanita itu begitu baik terhadap ibu. Ibu benar-benar merasa bersalah dan menyesal dengan apa yang sudah Ibu perbuat, harusnya ibu lebih memperhatikan Ajeng, dan tidak terlalu menuruti keinginannya,"
Galih tersenyum dengan apa yang dilontarkan oleh Bu Ayu," namanya juga manusia tidak luput dari kesalahan, yang terpenting sekarang. Ibu bisa mengakui kesalahan ibu dan meminta maaf kepada Anna, itu juga sudah lebih dari cukup."
" Anna itu sosok wanita yang sangat baik, tapi kebaikannya itu dimanfaatkan oleh orang lain. "
__ADS_1
Perkataan Bu Ayu membuat Galih menelan ludah, ada rasa menyesal juga di hatinya, karena ia tak menceritakan sebuah rahasia yang mungkin akan membuat Anna sakit hati. Iya berniat menceritakan rahasia itu ketika sudah menikah dengan Anna, karena tak mungkin sekarang ia menceritakan semua itu, ia takut jika Anna pergi menjauh dari dirinya, tak sanggup rasanya Galih harus kehilangan Anna sekejap mata, maka dari itu ia berusaha mempertahankan Anna bagaimanapun caranya,. ..
Seketika Lamunan Galih membuyar, saat Bu Ayu terus memanggil namanya agar menghentikan mobil di depan rumah sakit.