Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 240 Bu Nira memberitahu.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore, di mana Nita pulang dari pekerjaannya, ia tak sabar ingin menemui Lulu mempertemukan anak itu dengan kedua orang tuanya.


Namun, saat pulang ke rumah. Semua tampak sepi, ada satu orang pun yang berada di dalam rumah. Membuat Nita gelisah," dimana Lulu. Kenapa dia tidak ada di dalam kamarnya, bagaimana ini. Sebentar lagi kedua orang tua anak itu datang ke rumah ini."


karena mencari Lulu di dalam kamarnya ataupun di dapur tidak ada, Nita mulai mencari keberadaan Intan, ia curiga jika Intan membawa pergi anak itu.


"Gawat Intan juga tidak ada."


Nita begitu kebingungan mencari keberadaan Intan dan juga Lulu, Nita mengira jika Lulu berubah dari kesalahannya, tapi ternyata Intan tetap saja menjadi orang jahat yang tidak tahu di untung.


Gadis manis yang memakai hijab berwarna hitam itu keluar dari dalam rumahnya, berniat mencari keberadaan Lulu dan menanyakan kepada para tetangga yang tak jauh dari rumahnya.


Berlari, akhirnya Nita menemukan beberapa ibu-ibu yang tengah nongkrong. Terlihat wajah jutek mereka, membuat Nita seakan enggan menanyakan keberadaan Lulu dan juga Intan.


Namun harus bagaimana lagi, hanya dengan menanyakan keberadaan Lulu dan juga Intan, hal yang sangat mudah untuk bisa mencari jejak Intan yang sudah membawa Lulu pergi jauh.


Para ibu-ibu itu terlihat tak suka dengan kedatangan Nita, mereka membuang wajah. Malas mendengarkan perkataan Nita, gadis yang lugu dan juga sombong.


Dengan memberanikan diri, Nita perlahan bertanya kepada para ibu-ibu.


"Maaf sebelumnya, kalau Nita ganggu ibu ibu semuanya. Nita ingi .... "


Belum perkataan Nita terlontar semuanya, ibu-ibu itu langsung membalas dengan kata-kata yang tidak menyenangkan pada hati Nita.


"Emang kamu ganggu, siapa suruh nanya."


Nada tak menyenangkan itu, membuat hati Nita terasa sakit, ia seakan malas bertanya kembali. Namun karena waktunya yang tak banyak.


Nita membuang rasa sakit pada hatinya. Iya membalas dengan senyum lebarnya," ya sudah, kalau memang kalian merasa terganggu. Sebaiknya saya pergi dari sini, permisi."


Bu Nara merasa kasihan terhadap Nita, melihat gadis baik itu pergi karena dijawab dengan nada tidak menyenangkan oleh para ibu-ibu.

__ADS_1


"Si Nita belagunya aja. Sok soan nanya, dulu kemana aja."


Para tetangganya yang berkumpul di tempat tongkrongan seperti biasa, mereka malah membicarakan Nita, menjelek-jelekkan gadis itu. entah sebab apa para ibu-ibu dan tetangga di kampung halaman Nita begitu tak suka dengan anak itu.


apadahal kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, ia hanya hidup Sebatang Kara, tapi sudah kenyang dengan hinaan dan juga cacian para tetangga yang tak memperdulikan dirinya sebagai anak yatim piatu.


Terlihat hanya punggung gadis itu yang terlihat oleh kedua mata Bu Nira. Rasa kasihan terus menghantui Bu Nira.


Wanita tua itu berpura-pura pamitan untuk pulang ke rumah, kepada ibu-ibu yang senang bergosip dengannya.


"Ibu- ibu, kebetulan di rumah saya sedang banyak pekerjaan, oh ya saya pulang duluan saja ya." ucap Bu Nira, mencari alasan agar para ibu-ibu tak mencurigainya.


Nita sudah berjalan cukup lumayan jauh, sembari menundukkan pandangan dan menangis. Ia dengan perasaan gelisahnya, Berusaha tetap tenang.


"Lulu, kamu ini kemana?"


Nita merasa kelelahan mencari keberadaan intan dan juga Lulu, hingga akhirnya ia bergegas pulang ke rumah untuk melegakan tenggorokannya.


Nita tak tahu jika ada seseorang ibu-ibu yang mengikutinya, " Nita."


Saat ia membalikkan badan ke arah belakang, ternyata ia melihat sosok Bu Nira, menghampirinya," Bu Nira."


Nita sebenarnya males meladeni ibu-ibu yang tidak pernah bersahabat dengan dirinya, mereka begitu membenci Nita, yang hanya seorang gadis yatim piatu tanpa seorang ayah dan ibu.


sejak kematian kedua orang tuanya tak ada yang mau mendekati Nita ataupun sekedar mengajak mengobrol.


Mereka seakan dipengaruhi, oleh perkataan satu sosok ibu-ibu yang membenci Nita.


Mungkin ada masa lalu kelam, akan kedua orang tuanya dengan ibu-ibu di kampung, sampai kedua orang tuanya dan dirinya juga dibenci semua ibu-ibu di kampung.


Nita selalu menampilkan wajah ramahnya, Nira perlahan menghampiri Nita, Iya tak tega membuat anak yatim piatu itu selalu dibully oleh para ibu-ibu. Tapi ia juga tak berani melawan atau membantah bulian itu," loh, Bu Nira ada apa?"

__ADS_1


" Maaf sebelumnya Nita, ibu Nira mengikuti kamu. Ibu ingin memberitahu tentang Intan sahabat kamu itu."


Mendengar nama Intan tentulah membuat Nita langsung bertanya kepada Bu Nira.


"Ibu lihat Intan pergi ke mana?"


Nita merasa senang masih ada ibu-ibu yang peduli kepada dirinya, walau ibu-ibu itu dalam sembunyi-sembunyi saat menemui Nita.


"Ya Ibu ingin memberitahu kamu tadi pagi itu Intan membawa anak kecil menaiki ojek Pak Kosim, ibu lihat gelagat sahabat kamu itu mencurigakan."


"Ibu tahu mereka pergi ke mana?" tanya Nita kepada Bu Nira.


"Ibu curiga sahabat kamu itu Intan pergi ke rumah Marimar," ucap Bu Nira.


Deg ....


"Rumah Marimar."


Betapa terkejutnya Nita mendengar nama Marimar dari mulut Bu Nira, " maaf sebelumnya Bu Nira, apa pernah sahabat saya Intan menanyakan tentang Nyonya Marimar?" tanya Nita kepada Bu Nira, wanita itu menatap ke arah sana sini, takut jika ada ibu ibu yang melihat keakraban mereka.


Karena jika ibu ibu sampai melihat, Bu Nira bisa saja di amuk dan kucilkan oleh ibu ibu kampung yang sangat membenci Nita.


Bu Nira sebenarnya tak mengerti, kenapa para ibu ibu kampung begitu membenci anak sebaik Nita, sudah jelas kedua orang tuanya dulu sosok penipu. Tapi tidak dengan Nita, sia begitu baik hati dan ramah kepada setiap orang.


Apalagi Nita tak pernah mengemis semenjak isiden keroyokan kedua orang tuanya, karena menipu warga kampung sampai kedua orang tua Nita meninggal dunia.


Ia gadis pekerja keras, sifat jahat kedua orang tuanya, tak ada yang melekat pada diri Nita sedikit pun. Terkadang Bu Nira tak tega melihat anaknya saiful yang mengidam gidamkan Nita, karena anak ini mempunyai wajah cantik dan ayu.


Tapi Nira sering melarang karena alasan ibu ibu kampung sangat membenci Nita, mereka takut jika Nita sama dengan kedua orang tuanya.


"Oh ya, si Intan juga pernah katanya ingin memberikan seorang anak kecil kepada Marimar, kamu tahu sendirikan, kalau Marimar itu tidak mempunyai anak. Dan selalu mencari anak anak di desa ini, dengan memberi imbalan yang cukup lumayan besar. Hanya saja Bu Nira takut, jika Marimar melakukan hal yang tidak tidak pada anak itu." Ucap Bu Nira, seakan tahu isu yang beredar tentang Marimar, tapi sengaja di tutup tutupi. Karena informasinya belum jelas benar tidaknya.

__ADS_1


__ADS_2