Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 233 Seorang sahabat


__ADS_3

Terpaksa wanita bermata bulat itu harus tidur di luar rumah, pada kursi kayu yang terasa keras. Bulak balik ke sana kemarin merasa tak nyaman, karena banyak nyamuk yang terus menghampiri tubuh Intan.


Ia berusaha menutup tubuhnya dengan selimut, namun tetap saja para rombongan nyamuk berdatangan, mengganggu tidurnya saat itu.


"Ahk, sialan. Dasar nyamuk." Gerutu Intan.


Ia duduk sembari menutup tubuhnya dengan selimut, menatap ke arah jalanan begitu sepi. Tak ada rasa takut sedikitpun menghantui pikirannya, yang ia pikirkan saat ini adalah tidur di kasur.


"Nita, buka. Cepat, jangan begitu kamu, tega kamu Nita," ucap Intan, sembari berteriak.


Intan menangis terisak isak, ia kesal karena tak bisa tidur dengan nyaman dan juga tenang. Hatinya gelisah, banyak sekali nyamuk di kampung halaman Nita.


"Aduhh, sampai kapan aku begini. Semalaman tidak bisa tidur." Gerutu Intan.


Mengacak rambut dan coba membaringkan lagi tubuhnya, Intan berusaha menjadi seseorang yang tenang. Menghadapi setiap masalah, " Ahk, sialan. Jam segini kenapa nggak bisa tidur juga. Besok kan ke rumah Marimar. "


"Nita." Teriak kembali Intan.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malas, kampung Nita benar benar sepi, ia menyenter sebuah pasang mata dari kejauhan menatap dirinya. Rasa penasaran mengebu hatinya, tak ada rasa takut sedikit pun.


"Setan bukan sih, kalau setan aku tangkap, tak kujadikan soto setan, kan sudah terkenal tuh sekarang makanan serba nama setan," ucap Intan sembari menggerutu kesal dirinya.


Menarik napas pelan, Intan mulai menguatkan diri untuk tetap menghampiri dua pasang mata itu.


Dan .....


"Sialan, cuman mata anjing. Ya elah, aku kira setan."


Hewan itu berlari kencang, ia ketakutan melihat Intan menghampirinya.


Wanita bermata bulat itu kini melangkahkan kakinya, untuk segera tidur kembali di kursi kayu rumah Nita.

__ADS_1


*******


Lulu berada di samping kiri Nita, iya masih membuka kedua matanya. Terlihat sekali Lulu mengkhawatirkan Intan, padahal jelas sekali Intan begitu kejam terhadap anak kecil itu.


Nita menyadari Lulu belum juga tidur, membuat ia mengusapkan kepala rambut anak berumur tiga tahun itu," Lulu, loh. Kamu belum juga tidur, kenapa?"


Pertanyaan Nita, membuat Lulu sedikit gugup." Kamu kenapa? Ayo cerita pada kakak, jangan gugup gitu."


"Kak Intan kok dibiarin di luar, kasihan loh. Dia pasti kedinginan dan juga banyak nyamuk yang mengincar darahnya."


Nita tersenyum tipis, mendengar kelembutan dari mulut anak yang berada di sampingnya itu.


"Lulu, kamu ini memang anak baik. Sudahlah Lulu tak usah khawatirin Kak Intan, dia itu sudah gede. Itu hukuman buat Kak Intan sudah nyakitin kamu dari tadi pagi."


"Kata mamah Anna, katanya kita tidak boleh membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan lagi, kalau kita membalas kejahatan orang lain itu dengan kejahatan lagi. Apa bedanya kita dengan orang itu," ucap Lulu, Nita tertawa dan membalas," Itu jaman dulu, sekarang jaman edan. Orang dibaikin bukan malah sadar, malah tambah edan."


"Maksudnya, kak?" tanya Lulu dengan raut wajah kebingungan.


Nita mengusap pelan kepala rambut Lulu," sudah jangan dipikirin, omongan kakak, itu tidak baik."


"Cepat tidur ya," ucap Nita.


Lulu tersenyum manis, pada akhirnya iya menuruti apa yang dikatakan Nita.


Di saat anak itu sudah tertidur dengan pulas, Nita turun dari ranjang tempat tidur. Ia berjalan ke arah jendela dalam rumah. Melihat apakah Intan sudah tidur?


Nita mengintip dari balik jendela dengan membuka gorden. Betapa mengejutkannya Nita saat membuka gorden rumahnya, Intan menampakkan wajahnya begitu menyeramkan.


"Nita, buka lah, aku tak sanggup tidur di sini."


keluh Intan pada sang sahabat, Nita sebenarnya kesal dengan keinginan sahabatnya itu.

__ADS_1


Namun karena perkataan Lulu, Nita berusaha memaafkan sahabatnya, ia dengan rasa terpaksa membuka pintu rumah.


Dimana Intan bangkit dari tempat duduk menghampiri Nita yang membuka pintu rumahnya.


"Wah, akhirnya aku bisa tidur nyenyak juga." Saat Intan masuk ke dalam rumah, Nita malah menghentikan langkahnya. " Ya ampun Nita, ada apa lagi sih."


Intan terlihat kesal, ia mengerutkan bibirnya. Sudah tak tahan ingin tidur di atas ranjangnya yang empuk.


"Sebelum kamu masuk ke rumahku, kamu harus berjanji tidak akan mengalami kesalahanmu lagi. Dan kamu harus meminta maaf terhadap Lulu. Jika kamu tidak mau melakukan itu, Aku tak segan-segan akan mengusir kamu dari rumah ini, dan lagi saat ini juga aku tidak akan mengizinkan kamu masuk dan tidur di kasur yang nyaman," ucap Nita memberi syarat yang membuat Intan menguapkan mulutnya.


"Iya, iya. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, aku akan meminta maaf besok pada," balas Intan dengan terlihat begitu malas, tubuhnya terasa lemas ingin segera tidur karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam.


Namun Nita tetap saja menahan langkah Intan," Ya ampun itu apa lagi sih, udah ngantuk berat kamu tidak lihat apa mataku ini, udah setengah watt."


Nita melipatkan kedua tangan menatap ke arah sahabatnya itu," aku tidak peduli masalah kamu mau ngantuk ataupun tidak, yang aku ingin dengar dari kamu itu, sungguh-sungguh. kalau kamu tidak bisa bersungguh-sungguh. Sebaiknya kamu tidur saja di luar rumah."


Intan menarik napas mengeluarkan dengan kasar di depan sahabatnya itu, " ya ampun Nita, kamu ini jadi orang ribet banget sih. Sudahlah, besok juga aku akan meminta maaf sama dia dengan sungguh-sungguh."


"Aku tidak percaya sebelum kamu mengatakan semuanya kepadaku dan berjanji dengan mengucap kata sumpah."


Intan menepuk jidatnya, menggelengkan kepala. Kekesalan semakin meluap-luap pada hati wanita bermata bulat itu.


Dengan mengacungkan dua jari tangan di hadapan Nita, Intan mulai bersumpah pada dirinya sendiri." Sumpah aku akan meminta maaf besok kepada Lulu, dan aku tidak akan mengulangi kesalahan tadi pagi, puas kamu."


Akhirnya Nita mengizinkan Intan untuk masuk ke dalam rumah menyuruh Intan untuk segera tidur karena sesudah semakin malam.


Intan yang kesal dengan keramahan Intan, mengacak kepala rambutnya, ia langsung merebahkan tubuh ke atas kasur. Berusaha menutup kedua matanya yang benar-benar terasa berat.


"Akhirnya aku bisa tidur, di kasur yang empuk untuk ini." ucap Intan. Iya Langsung tertidur begitu saja dengan keadaan mengorok"


Sedangkan Nita masih sibuk membalas pesan dari Galih, untung saja Nita bisa mengambil kartu Intan, yang dibuang Intan saat itu.

__ADS_1


Maka dari itu Nita bisa menghubungi Galih, memberitahu keadaan Lulu, ia melakukan semua itu karena dirinya tidak masuk ke dalam penjara.


"Maafkan aku Intan, jika menjadi seorang sahabat aku sudah menghianatimu, aku juga tidak mau terlibat dalam masalah besar yang kamu hadapi saat ini." Gumam hati Nita.


__ADS_2